Masa Adven Tiba, Mari Berbalik dan Bertobat

Renungan Harian Misioner
Minggu, 29 November 2020
Minggu Adven I

Yes. 63:16b-17; 64:1,3b-8; Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19; 1Kor. 1:3-9; Mrk. 13:33-37

Kita kembali ke masa Adven: masa penantian. Putaran kehidupan beriman selalu bermula dari harapan. Hanya orang beriman yang punya harapan. Hanya orang yang berpengharapan, yang siap menantikan. Tanpa iman, kita mau mengharapkan apa atau siapa? Tanpa harapan, penantian kita tidak jelas, atau jelas tetapi tak bergairah. Hari ini Nabi Yesaya berbicara tentang makna harapan dan penantian kita. Kita berharap pada Tuhan, kita menantikan pertolongan-Nya. Adven adalah saat kita menjawab pertanyaan mendasar: Allah seperti apakah yang kita imani? TUHAN seperti apakah yang kita nantikan?

Nabi Yesaya mengingatkan kita akan kasih Allah sebagai Bapa: “Ya Tuhan, hanya Engkau sendirilah Bapa kami”. Tidak ada Bapa yang lain. Dialah satu-satunya pemimpin, penolong dan pelindung kita anak-anak-Nya. Dialah satu-satunya Bapa dalam keluarga umat beriman. Kita semua anak-anak-Nya, kita semua saudara-saudari dalam keluarga Bapa. Maka, iman akan satu Bapa, seharusnya membuat kita sama dan bersaudara, bukannya mencari posisi bapa apalagi tuan.

Selain Bapa, Tuhan kita juga dikenal sebagai “Penebus”. Ini istilah kekerabatan yang mendalam. Janganlah cepat-cepat berpikir tentang penebusan dosa. Penebus itu adalah anggota keluarga dan kerabat dekat yang bertanggung jawab atas anggota keluarganya. Ia menjamin keutuhan tanah dan kebebasan anggota keluarga lainnya. Karena kasih-Nya, Allah merasa wajib membela harkat kita sebagai anak, mengembalikan kebebasan karena kita sering memperhamba diri pada pelbagai tuan dan kepentingan. Percaya kepada sang Penebus mengharuskan kita berjuang demi kebebasan dan kemerdekaan dalam semua seginya. Iman kepada Sang Penebus, seharusnya juga mendorong kita memulihkan tanah dan bumi yang sering kita jual dan cemari.

Kepada Bapa Mahabaik itulah kita ingin berbalik dan kembali. Kepada Penebus satu-satunya itulah kita ingin berpaling dan mempersembahkan semua niat dan harapan. Dialah Allah yang selalu siap “bertindak bagi orang yang menanti-nantikan Dia”. Dialah Bapa yang siap menyongsong kita anak-anak-Nya yang suka sesat dan gemar cemar, asalkan kita kembali melakukan keadilan dan kebenaran. Dialah sang Penebus yang siap mengembalikan kita ke dalam keluarga-Nya, asalkan kita bertobat dan berhenti memberontak. Itulah pesan pengharapan dari Nabi Yesaya: dosa memang menajiskan kita, tetapi itu tidak menghalangi Bapa membersihkan kita. Dosa kadang mengotori niat baik dan kesalehan kita, tetapi kita percaya Bapa akan mengubah dan memurnikan hati kita. Adven adalah saat menyadari diri sebagai “daun kering” yang mudah hilang tertiup angin. Adven adalah masa kita menyadari fitrah kita sebagai “tanah liat”: ciptaan fana yang siap dibentuk oleh-Nya untuk tujuan dan proyek-Nya saja.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

One thought on “Masa Adven Tiba, Mari Berbalik dan Bertobat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s