Melekkan Mata Iman dan Bersukacitalah

Renungan Harian Misioner
Jumat, 04 Desember 2020
P. S. Yohanes dr Damsyik

Yes. 29:17-24; Mzm. 27:1,4,13-14; Mat. 9:27-31

Misi: Menyerukan pengharapan dan belas kasih Tuhan agar setiap orang yang percaya mengalami sukacita.

Sahabat-sahabat Misioner yang terkasih, belaskasih Tuhan dan sukacita yang dialami oleh setiap orang yang percaya senantiasa berjalan bergandengan bahkan tak terpisahkan.

Bacaan Injil hari ini mengetengahkan kisah dua orang buta yang memohon belas kasih Tuhan agar mata mereka bisa melek dan melihat lagi. Teriakan minta tolong dengan kekuatan iman oleh kedua orang buta disambut Yesus dengan ketergerakan hati-Nya oleh belas kasih lalu menyembuhkan mereka berdua.

Teriakan minta tolong oleh kedua orang buta adalah bukti kekuatan serta kepastian iman di tengah sebuah pertarungan dan perjuangan nyata untuk keluar dari penderitaan.

Sementara pada bacaan pertama, Nabi Yesaya menyampaikan pengharapan serta berita sukacita kepada seluruh keturunan Yakub, semua warga Libanon yang percaya dan sangat berharap pada Kuasa dan Karya Agung Allah Yang Mahakudus. Allah akan memberikan pertolongan serta pembelaan. Orang-orang miskin serta keturuan Yakub, semua warga Libanon akan mengalami pelepasan, mereka akan bersukacita. Namun bagi para perancang kejahatan, orang-orang sombong, serta pencemooh akan dibinasakan. Semua ini dilakukan Allah karena belas kasih-Nya tak terbatas oleh ruang dan waktu.

Sudara-saudari, para Sahabat Misioner yang terkasih, kita sedang menjalani Masa Adven. Pesan Yesaya kini menjadi berita gembira bagi kita. Harapan serta sukacita menjadi muatan pengharapan serta penantian kita. Kita diundang oleh Yesaya untuk percaya bahwa Kuasa serta karya agung Allah Yang Mahakudus akan menghantar kita keluar dari berbagai kesulitan, penderitaan, kekelaman, kegelapan serta berbagai ancaman kuasa dunia.

Yesaya mengajak kita untuk membuka diri pada belas kasih Tuhan, membiarkan karya agung Tuhan terjadi pada hidup kita, serta membangun kekuatan Iman, harapan serta kasih. Tiga kekuatan ini menjadi energi dahsyat bagi kita untuk menanti dengan penuh kerinduan kedatangan Yesus Kristus, yang setia menolong dan melepaskan kita dari berbagai kesulitan dan penderitan kita, karena tergerak oleh belas kasih-Nya.

Yang diminta Yesus hanyalah: kuatkan iman kepercayaan kita. Itu berarti senantiasa meneguhkan harapan serta menyuburkan kasih kita pada Kristus. Dengan demikian kita boleh mengalami pertolongan Kristus.

Sesama saudara Misioner yang terkasih, dalam masa penantian penuh kerinduan akan kedatangan Kristus, marilah kita membangun sebuah monumen iman, harapan dan kasih dalam hati kita untuk terus memperkaya pengalaman iman kita bahwa Allah pasti meluputkan kita dari berbagai derita, dan Dia-lah sumber sukacita kita.

Monumen iman, harapan dan kasih itu kita bangun dengan mengikuti kisah iman kedua orang buta dalam Injil tadi, yakni: membawa semua derita mengikuti Yesus, terus berdoa dan berseru minta kerahiman dan kasih Tuhan, senantiasa berada bersama Yesus, membuka diri pada perkataan serta tindakan Yesus, menyatakan tanpa ragu keteguhan serta kepastian iman pada Kristus, membiarkan diri dikuasai oleh kasih, kuasa dan karya Kristus yang membebaskan.

Marilah pada kesempatan ini, kita meminta Yesus Tuhan untuk memelekkan mata batin, mata akal serta mata iman kita agar kita mampu menemukan berbagai kekurangan kita, dapat melek terhadap berbagai kelebihan sesama serta dapat melihat berbagai kesulitan orang lain, kemudian mengambil sikap iman untuk membantu karena tergerak oleh belas kasih Tuhan yang mengalir dalam diri kita.

Marilah dengan penuh iman, kita terus berdoa: “Tuhan kasihanilah kami”, agar kitapun bisa mengasihi orang lain. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s