Menimbang-Nimbang dalam Batin

Renungan Harian Misioner
Jumat, 18 Desember 2020
P. S. Makrina Muda

Yer. 23:5-8; Mzm. 72:2,12-13,18-19; Mat. 1:18-24

Ketika tiba waktunya, Allah menampakkan diri-Nya melalui kehadiran malaikat yang membawa kabar sukacita kepada beberapa orang. Kepada Zakaria, malaikat itu berkata: “Jangan takut hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan isterimu, Elizabeth, isterimu akan melahirkan seorang anak laki-laki…” (Luk. 1:13-15). Kepada Maria, malaikat Tuhan berkata: “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaknya engkau menamai Dia Yesus” (Luk. 1: 31). Kepada para gembala, malaikat Tuhan membawa pesan ini: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Luk. 2:11). Siapa pun yang mengalami hal ini tentu akan terkejut dan bertanya-tanya di dalam hati tentang apa yang tejadi.

Dalam Injil Matius, malaikat Tuhan juga mengejutkan Yusuf dengan berita bahwa Maria, tunangannya telah mengadung. Ketika mendengar berita itulah, Yusuf langsung menimbang-nimbang dalam batinnya dan bermaksud menceraikan Maria dengan diam-diam. Menimbang-nimbang dalam batin bukanlah perkara yang mudah. Ini merupakan sebuah proses dengan menggunakan akal budi, intuisi dan bahkan iman untuk menentukan sikap dan mengambil keputusan. Hidup ini sering diwarnai dengan situasi di mana keputusan harus diambil, baik secara pribadi maupun komunal, seperti saat memilih jodoh, pekerjaan, berkaul, membuka sebuah usaha, bahkan mendirikan biara. Pendek kata, hidup adalah sebuah “discernment”, seni memilih apa yang terbaik dalam hidup ini.

Dalam proses pengambilan keputusan, ia mendapat revelasi dari malaikat yang menampakkan diri dalam mimpi: “Yusuf, putera Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (Mat. 1:20). Revelasi terjadi justru ketika Yusuf sedang tidur, yang dalam hal ini berarti memberi kesempatan kepada Tuhan untuk bertindak dalam proses pengambilan keputusan. Pengalaman mengatakan bahwa mengambil keputusan bukan semudah membalik telapak tangan karena pada hakekatnya tak seorang pun tahu dengan pasti apa yang akan terjadi di kemudian hari dengan keputusan itu. Dalam hal ini, kita memerlukan sebuah “iluminasi” dari atas. Kita perlu melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan, terlebih yang menyangkut keselamatan jiwa manusia.

Melalui revelasi dari malaikat Tuhan, Yusuf akhirnya berani mengambil keputusan, seperti dikatakan dalam Injil: “Sesudah bangun dari tidur, ia mengambil Maria sebagai isterinya”. Keberanian muncul karena kata-kata kenabian. Kita dapat belajar bahwa kata-kata dan metafora bukanlah sekedar susunan dari huruf-huruf, melainkan sungguh-sungguh suatu kekuatan yang dapat meyakinkan seseorang untuk bertindak.

(RP. Anton Rosari, SVD – Imam Keuskupan Bogor)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s