Mukjizat Ada bagi Yang Setia

Renungan Harian Misioner
Sabtu Adven (khusus) III, 19 Desember 2020

Hak. 13:2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17; Luk. 1:5-25

Sahabat misioner terkasih,
Mukjizat selalu ada bagi orang yang setia pada Allah. Itulah yang dialami oleh Zakharia dan Elisabet seperti dikisahkan dalam Injil hari ini dari Lukas 1:5-25. Sampai masa tuanya, Zakharia dan Elisabet tidak memiliki anak. Disebutkan pula bahwa Elisabet mandul. Hal ini pastilah menjadi pergumulan batin mereka berdua. Apa yang salah atau dosa apa yang ditanggungnya? Itulah kebanyakan orang berpikir mengenai realitas pedih tersebut.

Zakharia dan Elisabet tentu sudah berdoa sekian lama, namun Tuhan belum juga menjawabnya. Meski demikian, Zakharia tetap percaya dan setia melayani Tuhan. Injil Lukas mengisahkan, “Keduanya hidup benar di hadapan Allah, dan hidup menurut segala perintah serta ketetapan dengan tidak bercacat.” Kesetiaan dan totalitas Zakharia ditanggapi Tuhan. Seorang malaikat Tuhan mendatangi Zakharia dan menyampaikan kabar baik kepadanya, “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan; Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu.”

Ya, mukjizat selalu ada bagi orang yang setia pada Allah; bukan karena jasa manusia, tetapi karena kebesaran cinta Allah yang tak tebendung pada kita.

Apa yang dialami oleh pasangan Zakharia dan Elisabet itu menunjukkan betapa besar cinta Allah pada mereka yang setia pada-Nya. Bagi Allah tidak ada yang remeh, tidak ada pula yang mustahil. Semua berharga di hati Allah dan segalanya mungkin bagi Allah. Entah sudah tua, bahkan pikun-peyot dan merasa tak berguna, bahkan “divonis” mandul, Allah tidak meremehkannya. Allah memandangnya berharga. Keagungan cinta Allah mengatasi segala ketidakmungkinan dan waktu Tuhan akan datang tepat pada saat-Nya.

Sekarang bagaimana dengan kita? Mungkin, ada yang mengalami peristiwa-peristiwa berat, situasi-situasi sulit, menanggung beban yang tidak ringan, bahkan di ambang keputusasaan; hidup hampa, tak berguna, tidak bahagia; atau merasa doa tidak dikabulkan. Kalau menghadapi dan menanggung itu semua, apa reaksi kita? Masihkan berharap dan setia kepada Tuhan? Atau, sebaliknya tidak percaya lagi, menyerah, bahkan nggrundel, ngomel dan mengumpat?

Sahabat misioner terkasih,
Mari bercermin pada Zakharia dan Elisabet. Meneladaninya: tetap hidup benar di hadapan Allah, hidup menurut segala perintah serta ketetapan-Nya dengan tidak bercacat. Ringkasnya setia pada Allah. Mengapa tetap harus bertahan dalam kesetiaan pada Allah? Karena, kita berharga bagi Allah dan Ia memberi yang terbaik bagi kita.

Masa Adven ini menjadi masa emas untuk memupuk kesetiaan pada Allah, dengan hidup benar dan menuruti perintah serta ketetapan Allah. Enam hari lagi kita merayakan Natal, kelahiran Tuhan. Siapkan hati dan hidup kita sehingga menjadi palungan yang hangat bagi Sang Imanuel yang lahir dalam diri kita. Amin.**(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s