Jadilah Pembawa Harapan, Pembaharuan dan Sukacita

Renungan Harian Misioner
Rabu, 23 Desember 2020
P. S. Yohanes dr Kety

Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Luk. 1:57-66

Misi: Mewartakan Sukacita yang datang dari Tuhan sehingga semua orang mendengar, merenungkan dan memuji-muji Allah.

Para sahabat misioner yang terkasih, nubuat Maleakhi yang kita dengar dalam bacaan pertama mengajak Yehuda dan Yerusalem untuk memberi diri diubah oleh utusan Allah, yakni Elia. Misi sang utusan Allah adalah membawa pembaharuan, pemurnian, pembersihan atau suatu pertobatan sempurna sebagai cara mempersiapkan jalan perjumpaan antara Allah dengan umat-Nya yang berkenan pada-Nya. Misi sang utusan Allah adalah agar Yehuda dan Yerusalem sebagai umat pilihan pantas membawa persembahan yang benar serta berkenan kepada Tuhan.

Sementara Pesan Penginjil Lukas pada hari ini adalah Kisah Kelahiran Yohanes Pembaptis yang membawa rahmat Tuhan bagi tiga kelompok yakni:
• Zakharia: bisa berbicara lagi dan memuji-muji Allah, setelah mengalami kesenyapan dan kebisuan panjang atau suatu masa penantian yang sempurna.
• Elisabeth dan seluruh sanak-keluarga dipenuh dengan rahmat Tuhan dan bersukacita sambil memuji-muji Allah.
• Penduduk Yudea mengalami berita sukacita, merenungkan dan mengolahnya sebagai suatu berita iman.

Para sahabat misioner yang terkasih, ziarah iman kita kini telah tiba pada etape penantian dan pembaharuan untuk menyambut Hari Raya Kelahiran Yesus Sang Juruselamat. Pada etape ini Allah mengutus orang-orang pilihan-Nya bukan saja untuk menghadirkan pembaharuan dan harapan pasti pada seluruh rangkaian penantian umat-Nya, melainkan juga untuk menunjukkan rahmat-Nya serta menghadirkan sukacita yang membawa gerakan hati untuk memuji-muji Allah. Kenyataan serta pengalaman iman ini dialami juga oleh Elisabet, Zakharia, semua sanak keluarga dan penduduk Yudea ketika Yohanes Pembaptis lahir di tengah-tengah mereka.

Para sahabat misioner yang terkasih, dalam perjalanan iman kita, sekalipun kita mampu berjuang untuk menata suatu sikap batin, prinsip pembaharuan diri secara terpadu demi mencapai sukacita iman, pada akhirnya kita akan tetap membutuhkan peran seorang utusan ALLAH. Kehadirannya untuk memberi pesan-pesan perubahan, kebenaran dan kebaikan bagi kita yang sedang berjuang untuk memperbaiki pertumbuhan serta perkembangan iman.

Setuju atau tidak, kita akan sangat membutuhkan kehadiran seseorang untuk memberi dukungan, menyampaikan jalan perubahan untuk mengingatkan kita tentang berbagai kekeliruan dan kesalahan yang kita lakukan. Kehadiran mereka yang berkekuatan kasih yang ikhlas akan senantiasa membawa kita pada suatu fase pembaharuan dan pemurnian hidup.

Tiga kata Paus Fransiskus: “Berjalan, Menemani dan Menyembah” bisa menjadi peran seorang Utusan Allah. Menjadi teman dalam ziarah iman kita yang dengan setia berjalan bersama kita, menemani serta memberi harapan bagi kita, dan pada akhirnya membawa kita untuk bersukacita dan memuji-muji Allah.

Panggilan kita selain untuk memberi diri diubah oleh Allah melalui utusan-Nya, kita juga ditugaskan Tuhan dalam iman untuk menjadi Utusan-Nya bagi sesama. Banyak orang sedang menderita sendirian, sedang disingkirkan, banyak orang yang ditolak oleh keluarga dan komunitas karena berbagai kekurangan dan kesalahan. Mereka membutuhkan kita untuk memberikan harapan, untuk bisa bersama mereka berjuang, untuk bisa menemani mereka menemukan segala kebaikan Tuhan, untuk meneguhkan mereka agar tidak patah asa melainkan terus membuka diri pada kebaikan dan sukacita Tuhan, dan membawa mereka untuk memuji Tuhan dalam segala kesulitan mereka.

Kehadiran kita bagi kehidupan sesama hendaknya membawa mereka untuk berani bangkit dari masa lalu, mengangkat kepada penuh harapan untuk mengalami kasih Tuhan lalu bersukacita sambil menyambut Tuhan yang datang untuk menyelamatkan. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hidup doa: Semoga hubungan pribadi kita dengan Yesus Kristus diperkaya oleh Sada Allah dan hidup doa. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berhati-hati terhadap konsumerisme: Semoga keluarga-keluarga Katolik diberanikan dalam membatasi konsumsinya hanya pada barang-barang yang memang diperlukan, sehingga rela membagikan sebagian miliknya pada mereka yang lebih membutuhkan. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Keluarga Kudus Nasaret untuk menggapai keadilan dengan Sang Sahabat, ialah Yesus Kristus, Tuhan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s