Berkat Allah Membawa Cahaya

Renungan Harian Misioner
Jumat, 01 Januari 2021
HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH

Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21

Berkat Allah dipesankan kepada anak cucu Abraham, Ishak dan Yakub melalui Musa, yang sejak lama sudah senantiasa mengungkapkan Kehendak Allah. Berkat itu berwujud nyata dan terungkap berupa “damai sejahtera”. Jadi, berkat itu menyebabkan mereka dapat dengan tenang membangun pertanian, membina keluarga dan berbakti kepada Allah. Suasana itu berbeda dengan zaman perang, yang rasanya gelap. Maka dikatakan bahwa “berkat Allah membawa terang”. Rasanya, tidak hanya di zaman kuno, tetapi juga sekarang ini, damai sejahtera dalam masyarakat menerbitkan ‘terang’ dalam hari perseorangan, terang dalam keluarga, terang dalam jemaat dan terang di tengah masyarakat. Perselisihan antar suku, antara pemeluk agama, antara kelompok-kelompok politik menyebabkan, segala sesuatu menjadi gelap. Berkat Allah membawa cahaya. Itulah sebabnya juga, mengapa Sang Putera, yang beberapa minggu lagi akan kita rayakan dalam Paskah, juga akan disebut “Cahaya” dan dipuja-puji pada Malam Paskah.

BACAAN KEDUA: Gal 4:4-7:
Merujuk kepada Kitab Kejadian, disebutlah ‘perempuan yang akan melahirkan Anak Allah’ dan membawa ‘damai sejahtera’ bagi anak cucu Abraham, yang hidup di bawah Taurat,- yaitu tanda ketaatan kepada Allah. ‘Ketaatan kepada Allah’ itu selama berabad-abad dialami oleh anak cucu Abraham sebagai ‘ungkapan yang menyatakan, bahwa mereka merupakan hamba Allah’,- dengan keistimewaan seorang ‘Hamba Yahweh’, yang akan membawa masa depan penuh kebahagiaan. Kedatangan Sang Mesias akan ‘membuahkan sesuatu yang masih lebih mulia lagi’, yaitu, menurut Paulus, “…kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; dan ….. ahli waris…..karena Allah”.

Ungkapan Paulus ini menyebabkan umat di Galatia,- sebagaimana disebut dalam Kitab Bilangan dalam Bacaan Pertama-, akan menghayatinya sebagai dipenuhi dengan berkah Allah. Berkah itu akan membawa ‘damai sejahtera’. Dengan kata lain, “iman akan Kristus membawa damai sejahtera bagi para murid Kristus”.

BACAAN INJIL: Lukas 2:16-21:
Para gembala, seperti Yoseph dan Maria, adalah orang-orang sederhana, yang mendapat ‘kabar perdana’ dari ‘para malaikat’, yaitu ‘Kabar Gembira dari Allah’, mengenai kedatangan Allah, ‘yang tidak biasa’, di tempat yang sederhana. Hal itu berbeda dengan ‘tradisi mereka’, yang senantiasa menerima Kabar Besar, melalui utusan-utusan Allah, yang mulia. Memang, dalam hal ini Allah mendatangi manusia “dengan mengosongkan Diri, menjadi manusia, dari seorang Perempuan Sederhana,- yakni Maria,- dengan dijaga oleh seorang sederhana, yaitu Yoseph.

Seberapa pun sederhananya, Maria diakui oleh Gereja, sejak dini dan khususnya digarisbawahi oleh Konsili Ephesus, sebagai “Bunda Allah”. Itulah sebabnya, mengapa tanggal 1 Januari dirayakan sebagai “Hari Raya Santa Maria Bunda Allah”. Seluruh tahun mendapat berkah Allah bersamaan dengannya.

Sementara itu, pantaslah kalau pada awal tahun 2021 ini, kita, umat Katolik menyadari, bahwa sejak 8.12.2020, kita diundang oleh Paus Fransiskus untuk menjadikan Tahun ini sebagai Tahun St. Yoseph. Dengan demikian kita, yang merayakan Pesta Maria Bunda Allah, juga diajak menyambut ajakan Bapa Suci Fransiskus, untuk sepanjang tahun 2021, menempatkan diri dalam perlindungan Santo Yoseph. Kita tidak hanya diajak merayakan St. Yoseph, seperti biasanya, tanggal 19 Maret dan 1 Mei, tetapi juga sepanjang tahun berbakti kepadanya, karena menjadi bapak di Nasaret, membesarkan Kanak-kanak Yesus dan mendampingi perkembangan Sang Putera, sampai siap melaksanakan tugas istimewa Mewartakan Kabar Gembira secara publik.

Refleksi: Tahun Baru, baru mulai, sudah langsung mendapat berkah Allah Bersama Keluarga Kudus dari Nasaret, dilindungi Santa Maria Bunda Allah dan didampingi Santo Yoseph, untuk menjadi Sahabat Sang Putera, Penebus kita.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cintaMu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s