Citarasa Yohanes Pembaptis untuk Tahun yang Baru

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 2 Januari 2021
P. S. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze

1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1.2-3b.3c-4; Yoh. 1:19-28

Sahabat misioner terkasih, Happy New Year!
Kita baru saja memasuki tahun 2021. Kemarin dan setiap awal tahun Gereja menampilkan Maria Bunda Allah untuk membuka lembaran tahun yang baru. Gereja mempercayakan tahun yang baru kepada Bunda Maria, sekaligus memohon perlindungannya untuk peziarahan umat manusia di sepanjang tahun yang baru. Hari ini Gereja menampilkan sosok Yohanes Pembaptis.

Gereja mengajak menyusuri tahun yang baru ini dengan semangat dan citarasa Yohanes. Ia adalah tokoh besar yang mengantar orang kepada Yesus Sang Terang yang disebutnya sebagai, “Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yohanes Pembaptis adalah tokoh peralihan dari Perjanjian Lama ke Perjanjian Baru. Ia lah “jembatan” yang menghubungkan orang-orang kepada Sang Terang Kehidupan, yaitu Yesus Kristus.

Semangat dan citarasa Yohanes seperti apa yang diberikan oleh Injil hari ini?
Yohanes Pembaptis adalah orang yang lurus, jujur dan tulus. Injil hari ini menyebutnya, “Yohanes mengaku dan tidak berdusta.” Ia adalah pribadi yang tidak licik, oportunis, mengambil keuntungan dalam situasi ketidaktahuan. Ketika tokoh-tokoh masyarakat Yahudi, para imam, kaum Lewi, dan Farisi menantikan dan mencari tahu tentang kedatangan Mesias, Yohanes Pembaptis tidak memanfaatkan situasi ketidaktahuan mereka untuk mengambil keuntungan demi dirinya sendiri. Dengan jujur dan tegas ia mengatakan, “Aku bukan Mesias!” Bandingkanlah dengan orang zaman ini. Tidak jarang kita saksikan ada orang yang justru memanfaatkan ketidaktahuan atau kebodohan orang-orang untuk mencari keuntungan diri atau kelompoknya sendiri demi meraih kekuasaan, kekayaan maupun kenikmatan.

Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang rendah hati dan penuh komitmen. Ia mengatakan, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun.” Ia menganggap dirinya bukan sebagai orang besar, sebaliknya sebagai orang biasa yang bahkan suaranya tidak dianggap, terasa sia-sia. Berseru-seru di padang gurun, siapa yang akan mendengarnya?! Tetapi Yohanes tetap melakukannya karena itulah yang telah dinubuatkan Nabi. Yohanes menjalankan tugasnya dengan penuh komitmen. Sebaliknya di zaman ini, banyak kita saksikan banyak orang ingin mengagungkan dirinya, menganggap dirinya lebih padahal kosong, gampang patah semangat karena hambatan kecil saja, mudah kesepian karena merasa sia-sia, tidak setia dan tidak berkomitmen.

Yohanes Pembaptis menyiapkan jalan bagi Tuhan, “Luruskanlah jalan Tuhan seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya.” Yohanes memberi kesaksian tentang Yesus Sang Mesias, “Aku membaptis dengan air, tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Ia mengantar orang kepada Tuhan Yesus. Hidupnya menjadi kesaksian akan kedatangan Tuhan.

Sahabat misioner terkasih,
Marilah kita arungi tahun yang baru ini dengan semangat dan citarasa Yohanes Pembaptis: jujur, lurus, tulus, rendah hati, penuh komitmen. Jadikan hidup kita kesaksian akan Tuhan Yesus yang membawa keselamatan bagi semua orang. Kita hantar semakin banyak orang kepada Tuhan Yesus dengan pesona hidup yang dijiwai oleh citarasa Yohanes Pembaptis itu. Kita bangun jembatan dan bukan tembok pemisah. Amin.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Direktur Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

One thought on “Citarasa Yohanes Pembaptis untuk Tahun yang Baru

  1. Ya Tuhan ,Terimaksih untuk segala cinta dan belas kasihMu,juga bersyukur dgn bergabung diMedsos banyak info baru seperti kekayaan jamahan rohani ,renungan ,doa ,serta banyak kekuatan baik dari para pasti,suster dan bruder serta teman dan kerabat ,yang sll memberi kekuatan iman maupun tanggungjawab untuk menjalani ziara hidup ,semoga lebih lagi kekuatan rohani kawat Medsos ini 👍👍🙏🏼🙏🏼🙏🏼

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s