Misionaris, Iman dan Sang Imanuel: Belajar Membangun Iman dari Orang Kusta

Renungan Harian Misioner
Hari Jumat sesudah Epifani, 08 Januari 2021
P. S. Severinus

1Yoh. 5:5-13; Mzm. 147:12-13,14-15,19-20; Luk 5:12-16

Renungan Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang.

Para sahabat misioner yang terkasih, kita masih berada dalam Masa Natal. Karena itu, perkenankan kami menyampaikan Selamat Natal 25 Desember 2020, dan Bahagia Tahun Baru 01 Januari 2021.

Secara rohani kita dilengkapi dan dipenuhi oleh sukacita kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, yang mendatangi kita sebagai IMANUEL, Allah yang menyertai kita. Karena itu, kita dijamin “aman” karena kita tidak sendirian, melainkan hidup “di dalam” dan “bersama Tuhan, Sang Imanuel itu.”

Namun secara jasmani, kita dibelenggu oleh Pandemi Covid-19, yang merenggut pekerjaan kita, relasi kita satu dengan yang lain, kehidupan sosial-ekonomi kita, dan bahkan hidup dan nyawa kita. Kita doakan mereka yang terpapar virus ini, yang memerlukan perhatian dan kasih sesamanya, dan juga mereka yang meninggal karena virus ini, yang juga memerlukan perhatian dan bantuan bagi keselamatan jiwa mereka. Ada situasi hidup yang rawan dan penuh tantangan di satu sisi, sementara di sisi lain ada penyertaan Allah, yang tersedia di dalam Yesus Kristus, Putera-Nya.

Dalam seri Bacaan Pertama, yang dibacakan dari Surat Pertama Rasul Yohanes selama beberapa hari ini, penyertaan Allah dihadirkan dalam “kasih” dan kasih Allah itu berinkarnasi menjadi manusia, di dalam “pribadi” Yesus Kristus plus “kata-kata atau ajaran” serta “tindakan-Nya.”

Tanggapan kita terhadap kasih Allah yang “mempribadi” di dalam diri Yesus Kristus ini, adalah IMAN. Dengan iman terhadap kasih Allah ini, kita (manusia) memberi ruang kepada: Bapa, Roh Kudus dan Firman untuk masuk ke dalam hati dan hidup kita lewat Roh, Air, dan Darah Yesus, (1 Yohanes 5:7-12). Dengan kata lain, melalui IMAN kita kepada Allah, IMANUEL itu menjadi ada dan hidup di dalam diri kita, dan Dia menyalurkan hidup-Nya yang ilahi ke dalam diri kita (1 Yohanes 5:11-13).

Pengalaman iman, yang terjadi dengan orang kusta di dalam Injil hari ini, mendemonstrasikan kepada kita bagaimana KUASA yang bekerja oleh karena adanya IMAN di dalam hati manusia, yang membukakan pintu bagi kuasa SANG IMANUEL itu “bekerja.” Karena IMAN, orang kusta itu mendapatkan “kasih” dari SANG IMANUEL. Karena IMANnya, maka KUASA KASIH SANG IMANUEL itu menjadi aktif, lalu bekerja untuk menghasilkan kesembuhan bagi orang kusta tersebut. IMAN yang diakui dan dinyatakan kepada SANG IMANUEL oleh orang kusta itu, mendatangkan tindakan KASIH dari SANG IMANUEL yang terwujud dalam bentuk penyembuhan dari sakit-penyakit (fisik), penyembuhan dari sakit penyakit sosial, karena dikucilkan dari pergaulan dengan sesama, yang pemulihannya harus diteguhkan oleh seorang imam, dan penyembuhan pengucilan liturgis di mana seseorang menjadi terhalang untuk beribadah kepada Allah. Karena IMAN, SANG IMANUEL mendapatkan ruang untuk menyembuhkan manusia dari semua sakit-penyakit tersebut. Karena IMAN, SANG IMANUEL mendapatkan kesempatan untuk menggunakan kuasa-Nya untuk memulihkan hidup kita secara lengkap: rohani maupun jasmani. Begitu besar, karunia yang dapat kita alami, karena IMAN kepada SANG IMANUEL ini. Karena itu, kita berdoa, “Tuhan, tambahkanlah iman kami. Amin!” (RMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s