Tuhan, Rajailah Aku Dan Jadikanku Alat Kemuliaan-Mu!

Renungan Harian Misioner
Senin, 11 Januari 2021
P. S. Aleksander

Ibr. 1:1-6; Mzm. 97:1,2b,6,7c,9; Mrk. 1:14-20

Ditangkapnya Yohanes Pembaptis, mengakhiri pewartaan pertobatannya. Allah yang sejak dahulu berulang kali dan lewat pelbagai cara berbicara kepada manusia dengan perantaraan nabi-nabi, kini telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Yesus yang pergi ke Galilea, tempat hidup keseharian-Nya di mana Ia memulai panggilan-Nya dan nanti di akhir pewartaan-Nya pun kita melihat Kebangkitan-Nya. Gambaran yang mengajak kita melihat ke dalam hidup keseharian kita sendiri.

“Waktunya telah genap, Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Dua buah pernyataan dan dua buah perintah yang merangkum seluruh pengajaran Yesus: pewartaan Kerajaan dan panggilan kepada Kerajaan itu. Yesuslah penggenapan waktu dan Kerajaan itu. Kata-kata pertama Yesus menyadarkan kita pada ‘saat ini’, menghayati kekinian dalam kepenuhannya, bahwa janji Allah akan digenapi dalam diri kita apabila kita meminta dan menyambut anugerah-Nya sekarang! Kita harus mulai dengan mewujudkan kedua perintah-Nya. Perintah pertama, “Bertobatlah,” yang berarti mengubah cara berpikir, hati dan arah hidup yang berdosa, keluar dari tipuan iblis menuju kebenaran, keluar dari perbudakan menuju kemerdekaan dan keluar dari kegelapan menuju terang, sampai akhirnya keluar dari kematian kepada hidup kekal dalam Kerajaan-Nya (Mrk. 1:5).

Kerajaan Allah adalah melulu anugerah, tetapi memasukinya adalah kehendak bebas manusia. Maka kita dihadapkan pada perintah berikutnya, “Percayalah kepada Injil!” Injil adalah Yesus Kristus, Anak Allah. Percaya berarti menjalin relasi antara pribadi kita dengan Yesus sebagai Tuhan dan sahabat, mencintai-Nya dan menjadikan-Nya hidup kita. Percaya adalah mengikuti-Nya dan menyertai Dia untuk memberitakan-Nya (Mrk. 1:1, 16-20; 3:13-15). Kebebasan kita dituntut untuk menanggapi panggilan pribadi Tuhan dengan menjawab ajakan, “Mari, ikutlah Aku!” sebagai perwujudan iman. Iman yang bukan hanya percaya bahwa Allah itu ada, tetapi iman yang mempercayakan diri kepada-Nya karena telah dimenangkan oleh cinta-Nya yang mutlak dan lebih berharga dari segalanya. Iman adalah murid yang menjadi telinga untuk mendengarkan-Nya, mata untuk melihat-Nya, kaki untuk mengikuti-Nya, tangan untuk menjamah-Nya dan terutama hati untuk mencintai-Nya serta mendambakan tinggal bersama Dia.

Sadari bahwa Yesus juga sedang menyusuri danau kehidupan kita, memandang kita dengan kasih-Nya, mengajak kita menemukan kodrat manusia yang terdalam sebagai ciptaan yang dikasihi oleh Allah yang menjadikan alam semesta. Seperti keempat murid pertama yang segera mengikuti-Nya tanpa syarat, Dia memanggil kita di tengah kesibukan sehari-hari untuk memperbarui relasi dengan-Nya dalam suatu persaudaraan yang universal, terbuka pada semua orang. Dia memanggil kita untuk bekerja bagi-Nya sesuai dengan pekerjaan dan minat kita (penjala ikan menjadi penjala manusia), yang berarti gaya hidup kita sedang diubah menyerupai gaya hidup Kristus: melayani untuk kemuliaan Allah.

Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah yang sempurna. Karya-Nya memelihara semua ciptaan dan dengan kuasa firman-Nya secara khusus menyucikan manusia dari dosa. Dia lebih tinggi dari semua makhluk ciptaan, segala allah sujud menyembah kepada-Nya dan Ia sangat dimuliakan di atas segala allah. Semakin kita menyelami keagungan-Nya, kita harus semakin tunduk dan taat pada-Nya tanpa syarat. Tanggapan kita selayaknya adalah menjadikan Dia Raja dalam hati kita, yang berarti: setiap pikiran kita, dikendalikan oleh-Nya; dalam setiap perkataan kita, Dialah yang dimuliakan; dan setiap perbuatan kita, Dialah yang mengarahkannya. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s