Memberi Kesaksian Tentang Iman

Renungan Harian Misioner
Jumat, 15 Januari 2021
P. S. Arnold Janssen

Ibr. 4:1-5,11; Mzm. 78:3,4bc,6c-7,8; Mrk. 2:1-12

Dari Iman kepada Perjumpaan dengan Imanuel dilanjutkan dengan Bermisi

Renungan Misioner dari Yung-Fo,

Para sahabat misioner yang terkasih selamat datang ke dalam Masa Biasa hari kelima Tahun B/II. Seminggu yang lalu, tepatnya pada Jumat, 08 Januari 2021, melalui perjumpaan seorang penderita kusta dengan Yesus, kita belajar tentang hubungan timbal-balik antara IMAN dengan SANG IMANUEL yang berlanjut kepada Kesaksian tentang Iman tersebut. Dengan IMAN si penderita kusta itu mendatangi Yesus dan berkata, “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat menyembuhkan aku” (Luk. 5:12). Menanggapi “pengakuan iman” yang terarah kepada diri-Nya itu, Sang Imanuel langsung menegaskan, “…mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata, ‘Aku mau, jadilah engkau tahir’” (Luk. 5:13a).

Dalam Bacaan Injil hari ini, kembali kita menyaksikan hubungan timbal-balik antara IMAN itu dengan SANG IMANUEL dalam kasus penyembuhan yang lain, yang disampaikan oleh Penginjil Markus (Mrk. 2:1-12). Karena itu, permenungan ini kita kemas di bawah judul: DARI IMAN KEPADA PERJUMPAAN DENGAN IMANUEL LANJUT DENGAN BERMISI (= MEMBERI KESAKSIAN TENTANG IMAN). Mari kita dalami pesan-pesan Firman Tuhan yang muncul dari relasi timbal-balik antara Iman dan Sang Imanuel.

1. Kepedulian & tanggung jawab Sosial Plus Aspek Komunal dari Iman.
Relasi timbal-balik antara Iman dan Imanuel dalam Lukas 5:12-16, yang kita renungkan pada Jumat yang lalu, menghadirkan seorang kusta. Ia datang seorang diri kepada Yesus. Berbeda dengan relasi timbal-balik antara Iman dan Imanuel dalam Markus 2:1-12, yang menjadi Kabar Gembira (Injil) untuk kita hari ini. Dalam Injil hari ini, orang sakit yang datang kepada Yesus tidak datang sendirian. Sakitnya lebih parah dari si penderita kusta. Ia datang digotong oleh empat orang. Dari komparasi ini, dapatlah kita katakan bahwa peristiwa penyembuhan orang kusta dalam Injil Jumat yang lalu adalah peristiwa personal antara si kusta dengan Yesus. Sementara dalam Injil hari ini, penyembuhan yang dilakukan Yesus merupakan sebuah peristiwa komunal. Kondisi fisik orang lumpuh itu, membuka ruang bagi kepedulian & tanggung jawab sosial keempat orang yang menggotongnya kepada Yesus. Iman si sakit itu bukan hanya mempertemukan dirinya dengan Yesus, tetapi melalui imannya untuk mendapatkan penyembuhan dari Yesus, si sakit ini juga sesungguhnya membawa keempat teman yang menggotongnya itu ke dalam perjumpaan dengan Yesus, dan dengan itu juga ikut menyaksikan tindakan penyembuhan yang dilakukan Yesus, Sang Imanuel itu.

2. Peluang perjumpaan dengan Yesus & pintu pembuka kepada kesaksian iman
Pengalaman orang lumpuh ini memperlihatkan beberapa hal penting. Pertama, kisah penyembuhan ini, menunjukkan bahwa sakit-penyakit, kepedulian & tanggung jawab sosial terhadap sesama dapat menjadi sarana perjumpaan dengan Yesus, sekaligus juga merupakan pintu pembuka kepada iman akan Yesus bagi mereka yang menyaksikan peritiwa penyembuhan tersebut. Kedua, karena terlibat dalam perjumpaan dengan Yesus berikut melihat tindakan –penyembuhan-Nya, maka pengalaman perjumpaan ini menjadi pintu masuk ke dalam kesaksian atau pewartaan iman. Mereka yang mengalami penyembuhan itu terdorong dengan sangat kuat untuk bersaksi tentang apa yang dilakukan Yesus terhadap mereka. Biasanya setelah penyembuhan yang disaksikan publik itu, maka berita itu tidak dapat ditutupi (Bdk. Luk. 5:15), Dengan kata lain, perjumpaan dengan Yesus membuka jalan kepada misi: memberi kesaksian tentang iman yang mendatangkan kuasa penyembuhan dan pembebasan bagi manusia baik secara rohani dan jasmani.

3. Buah-buah Iman & Dasar Kesaksian Iman
Selain penyembuhan fisik dan pengampunan dosa, persekutuan kekal dengan Allah juga merupakan yang menjadi buah dari iman seseorang kepada Sang Imanuel. Dalam Surat kepada Orang Ibrani, yang menjadi Bacaan Pertama hari ini, kita membaca “Tetapi kita yang beriman, akan masuk ke tempat istirahat seperti yang dikatakan Allah” (Ibr. 4:3a). Dalam penyembuhan-penyembuhan yang dilakukan Yesus, ada banyak orang yang menyaksikannya, namun tidak semuanya menerima peristiwa itu dengan iman. Para ahli Taurat adalah orang-orang yang sering berjumpa dengan Yesus. Namun mereka datang dengan maksud untuk mencari-cari kesalahan Yesus sehingga dapat menuntut-Nya. Berbeda jauh dengan orang-orang sakit yang datang kepada Yesus dengan penuh iman, para ahli taurat ini tidak (Mrk. 2:6-7). Jadi, hanya mereka yang datang kepada Yesus dengan IMAN, mereka inilah yang dapat mengalami pengampunan dosa serta penyembuhan dari Yesus, Sang Imanuel ini. Dan hanya mereka yang mengalami penyembuhan dan pembebasan dari Yesus inilah yang dapat menjadi saksi tentang Dia.

Kesaksian tentang karya-karya Allah, juga karya yang dilakukan Yesus merupakan pokok pewartaan, yang wajib diteruskan dari generasi ke generasi (Mzm. 78:3.4bc.6c-7). Demikianlah hanya mereka yang mempunyai iman akan Sang Imanuel, yang akan mengalami dan merasakan kuasa penyembuhan dan pembebasan-Nya, dan karena itu hanya mereka inilah yang akan mampu memberikan kesaksian tentang Sang Imanuel itu kepada sesama.

Tuhan Yesus, kuatkanlah iman kami akan Dikau, agar kamipun beroleh kesempatan untuk mengalami kuasa-kuasa-Mu, dan boleh bersaksi tentang Diri-Mu dan Karya-Mu. Amin [RMG].

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s