Mencintai Kristus Tanpa Bersisa

Renungan Harian Misioner
Kamis, 21 Januari 2021
P. S. Agnes

Ibr. 7:25 – 8:6; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Mrk. 3:7-12

Bacaan I: Ibr 7:25-8:6
Santa Agnes adalah Perawan dan Martir. Ia mempersembahkan diri kepada Tuhannya sewaktu masih hidup. Pada akhir hidupnya, ia mempersembahkan segalanya kepada Tuhan Yesus, yang dikasihinya. Artinya, cintanya kepada Yesus, bukan tinggal kata-kata, melainkan sampai nyata, tanpa ada sisanya. Ia menjadi saksi Kristus, baik pada waktu masih aktif, maupun ketika sudah harus mati.

Surat Ibrani melukiskannya dengan Imam Agung, yang menyelamatkan orang-orang lain, bukan hanya dengan ‘mempersembahkan kurban persembahan, tetapi juga dengan mempersembahkan dirinya, habis-habisan. Dengan demikian ia melampaui Hukum Taurat, yang mewajibkan imam untuk secara berkala menyampaikan ‘persembahan kepada Tuhan’. Ia mengambil bagian dalam hidup Sang Penebus, yang menjadi persembahan sendiri kepada Allah. Ia ikut serta dengan Sang Guru untuk bersembah-diri kepada Allah Bapa. Tanpa ada yang disimpan bagi dirinya sendiri. Itulah sebabnya, ia disebut Santa, artinya “Sang Dikuduskan”, bukan karena sempurna sendiri, melainkan karena dijiwai oleh Sang Kudus (‘Sanctus’) menjadi persembahan yang kudus.

Bacaan Injil: Markus 3:7-12:
Tidak terbilang jumlahnya orang yang mendengarkan Yesus dan banyak pula yang dihibur dan disembuhkan oleh Yesus. Kisah-kisah itu memperlihatkan, bagaimana Yesus datang kepada manusia, menyentuh darah dan dagingnya, hati maupun perasaannya serta seluruh batinnya. Oleh sebab itu Yesus juga membangkitkan orang yang sudah mati. Dengan demikian, dilaksanakanlah oleh Guru dari Nasaret itu, seluruh pengutusan-Nya, untuk mewujudnyatakan kasih dan kerahiman Allah: mengampuni dan membersihkan segala akibat dosa.

Itulah sebabnya mengapa kita juga melihat dalam diri St. Agnes, bagaimana ia mau mengambil bagian dalam ‘pewartaan Kabar Gembira Sang Messias’, baik dengan kata-kata maupun dengan persembahan hidup seluruhnya.

REFLEKSI KITA:

  1. Apakah kita beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, dengan kata maupun perbuatan kita? Ataukah hanya dengan mendaraskan doa saja?
  2. Sejauh manakah orang lain dapat menangkap, bahwa kita sungguh murid Kristus, bila mereka mendengar kata-kata kita, memandang perilaku kita, merasakan dampak tindakan kita, serta menyaksikan seluruh hidup kita, yang kita katakan sebagai ‘murid Kristus’?
  3. Pernahkah kita membangkitkan hati orang lain, sehingga mereka mengimani Tuhan Yesus dan hidup selaras dengan iman itu? Apakah kita menjadi satu Paguyuban dengan mereka ataukah hidup sendiri-sendiri, tanpa diketahui orang lain?
  4. Siapkah kita untuk mengorbankan hal-hal yang menyenangkan dan enak, bila diperlukan untuk melayani Kristus?
  5. Apakah kita siap menyerahkan hidup kita bagi Kristus?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persaudaraan antarsesama manusia: Semoga Tuhan menganugerahi kita rasa persaudaraan yang kuat agar kita bisa hidup berdampingan bersama saudara-saudara kita yang berlainan agama dengan saling terbuka dan mendoakan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Solidaritas masyarakat: Semoga, kita sebagai bangsa, dapat melanjutkan dan makin mengembangkan solidaritas, terlebih bagi mereka yang miskin dan menderita oleh karena wabah Covid-19. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami mempercayakan seluruh tahun ini dalam cinta-Mu, sebagaimana nampak dalam persembahan diri Santo Yoseph, yang menyertai Bunda Maria dalam memelihara Sang Putera, dalam pelbagai duka derita maupun sukacita di Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s