Selalu Siap Saat Pencobaan

Renungan Harian Misioner
Minggu, 21 Februari 2021
HARI MINGGU PRAPASKAH I

Kej. 9:8-15; Mzm. 25:4bc-5ab,6-7ab,8-9; 1Ptr. 3:18-22; Mrk. 1:12-15

Masa Prapaskah adalah saat kita belajar lagi menjadi manusia. Kita butuh model dan prototype. Adam, si manusia pertama, gagal total menjadi model ideal. Mengapa? Karena ia tidak taat dan tidak tahan godaan. Nasib umat manusia selanjutnya terus di bawah bayang ketidaktaatan Adam. Kerapuhannya bertahan terhadap godaan seakan-akan menjadi DNA kita semua. Begitu banyak kasih Tuhan yang manusia sia-siakan. Janji Tuhan terus diberi dan diperbarui, dosa dan pelanggaran kita tetap saja diulang dan menghantui. Dunia perlu ditata kembali. Manusia butuh model sejati!

Roh Kudus yang turun atas Yesus dalam pembaptisan, kini “mendesak” Yesus untuk pergi ke gurun. Pembaruan dimulai oleh daya-kuasa Allah sendiri, yang sekarang berkarya penuh dalam diri Yesus. Gurun adalah tempat godaan, wilayah kekuasaan setan. Anak Allah mengalami dan memberi kita teladan untuk selalu siap meninggalkan zona nyaman. Status sebagai anak Allah yang kita terima dalam Pembaptisan, harus selalu dihadapkan dengan dunia cobaan setan dan keseharian bisikan iblis. Itulah simbol 40 hari godaan iblis di gurun. Dalam seluruh hidup-Nya, Yesus akan terus-menerus dicobai Iblis untuk meninggalkan misi-Nya, mengejar kuasa, menjadi pemimpin populer dengan memamerkan kehebatan-Nya berkhotbah, membuat mukjizat atau menggerakkan revolusi bersenjata. Tetapi sejak awal, kuasa dan godaan Iblis, si penghulu roh jahat dan pemimpin partai oposisi itu terbukti tidak mempan.

Yesus tampil sebagai Adam baru. “Ia tinggal besama binatang-binatang liar” (ay. 13): Yesus memulihkan harmoni azali yang hilang. Ini ajakan bagi kita untuk memulihkan relasi dengan alam dan ciptaan. Pertobatan ekologis adalah bagian hakiki hidup beriman. Firdaus bukanlah dongeng masa silam, tetapi tekad dan proyek nyata sekarang dan masa depan untuk terus memulihkan harmoni dan relasi. Selain tempat godaan setan, gurun juga menjadi tempat pemeliharaan Allah. Selama 40 hari Yesus tidak saja digoda setan, tetapi terutama dipelihara Bapa, melalui para malaikat yang “melayani Dia” (ay. 13). Betapa seringnya kita melihat hidup hanya sebagai gurun gersang, penuh jebakan dan godaan, tetapi lupa bahwa Bapa selalu siap menjaga dan memberi kita daya dan kehidupan?

Markus tidak mengatakan bahwa Yesus berpuasa selama 40 hari. Tekanannya lebih pada bertahan dalam pencobaan. Iblis tidak pergi, tetapi godaannya tidak lagi berarti, kalau dihadapi dengan selalu menerima “makanan” dari Bapa. Makanan itu bukan roti saja, melainkan pewartaan sang Putera. Hari ini Yesus meringkas inti pewartaan-Nya. Pertama, saat pemerintahan Allah sekarang sudah dimulai dalam diri dan misi-Nya. Dengan menang atas godaan setan, Yesus membuka keselamatan dari Allah itu bagi kita semua. Kedua, keselamatan yang sudah dibuka itu, menuntut keterbukaan hati manusia untuk menerima Yesus dan pewartaan-Nya. Manusia harus segera bertobat: berbalik dari pelbagai tingkah, sikap, pola pikir serta cara kerja setani untuk kembali menghadap dan membiarkan Allah merajai, menuntun, menegur dan membentuk kita sebagai manusia baru, yang erat berelasi dengan sesama, ciptaan dan Sang Pencipta.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perempuan korban kekerasan: Kita berdoa bagi kaum perempuan korban kekerasan, agar mendapat perlindungan dan penderitaan mereka benar-benar dirasakan dan diperhatikan oleh masyarakat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kasih sayang keluarga: Semoga keluarga-keluarga Katolik makin berani belajar menghayati spiritualitas tinggal di rumah yang menuntut anggota-anggota keluarga untuk saling memahami kelemahan dan saling menguatkan dalam menghadapi setiap masalah. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah meneguhkan hati kami dalam berbakti pada sesama, seperti Santo Yoseph, sepanjang Kau perkenankan ikut membesarkan Sang Putera, dalam Keluarga Kudus Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s