Sempurna seperti Bapa

Renungan Harian Misioner
Sabtu Prapaskah I, 27 Februari 2021
P. S. Gabriel Possenti

Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48

Sahabat misioner,
Di akhir Injil hari ini Yesus mengatakan, “Karena itu haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga sempurna adanya” (Mat. 5:48). Apa yang dimaksud ‘sempurna’ dan bagaimana menjadi ‘sempurna’, apalagi seperti Bapa di surga?

Orang menyebut ‘sempurna’ terhadap hal yang amat sangat indah, mulus, tak bercacat, tanpa kesalahan dan kekurangan, atau tanpa noda sedikitpun. Kesempurnaan seperti ini biasanya disematkan pada yang fisik, tampilan, performance, atau bisa juga pada karier, nama baik, sosok pribadi. Tapi, apa atau siapa yang sempurna seperti itu? Ada pepatah “tak ada gading yang tak retak”, tak ada seorang atau sesuatupun yang sempurna tanpa noda. Memang, banyak orang berlomba-lomba menjadi sempurna dengan operasi plastik, permak sana, permak sini. Bahkan, ada orang yang ingin kelihatan sempurna dengan menjatuhkan teman sendiri.

Dunia saat ini yang dipenuhi berbagai kecanggihan teknologi kerap kali menawarkan ilusi kesempurnaan. Kalau Anda ingin hebat sempurna, milikilah perangkat yang terbaru dan tercanggih, buatlah diri kalian makin viral, makin banyak jempol like, makin banyak follower-nya, dsb. Sempurna adalah prestasi dan prestasi itu penuh sensasi. Itulah yang ditawarkan dunia, ilusi yang mematri diri.

Sebaliknya, jalan kesempurnaan Yesus berbeda. Ia katakan, “sempurnalah seperti Bapa di surga adalah sempurna.” Kesempurnaan ini bukan ilusi, tapi pasti bagi orang yang membuka hati terhadap yang ilahi. Menjadi sempurna berarti menjadi seperti Bapa yang membuat matahari terbit bagi orang yang jahat dan yang benar, yang menurunkan hujan bagi orang benar maupun tidak benar. Bapa merengkuh dan mengasihi siapapun. Mengasihi hanya kepada orang yang mengasihi diri kita sendiri adalah kasih yang bersyarat, kasih yang setengah-setengah. Orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian. Berbuat baik hanya kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita berarti hanya membalas tindakan baik. Orang yang hanya mencari untung pun melakukan hal demikian. Menyapa hangat hanya kepada orang yang kita sukai adalah biasa. Orang munafik pun berbuat demikian. Mengasihi dan berbuat baik kepada semua orang tanpa terkecuali, termasuk kepada orang yang menyakiti diri kita, itulah sempurna. Menjadi sempurna seperti Bapa di surga yang sempurna berarti menjadi sempurna dalam kasih, karena Allah Bapa adalah kasih.

Sahabat misioner,
Kesempurnaan seperti apakah yang kita inginkan, yang kita cari? Apakah kesempurnaan fisik, tampilan, nama, karier, prestasi? Ataukah tindakan kasih?

Misi kita hari ini adalah menumbuhkan kasih kepada orang-orang yang mungkin tidak kita sukai, yang menjengkelkan, yang menyebalkan, yang bahkan kita anggap lawan, saingan dan musuh, juga bagi mereka yang menyusahkan dan bahkan menganiaya kita.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perempuan korban kekerasan: Kita berdoa bagi kaum perempuan korban kekerasan, agar mendapat perlindungan dan penderitaan mereka benar-benar dirasakan dan diperhatikan oleh masyarakat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kasih sayang keluarga: Semoga keluarga-keluarga Katolik makin berani belajar menghayati spiritualitas tinggal di rumah yang menuntut anggota-anggota keluarga untuk saling memahami kelemahan dan saling menguatkan dalam menghadapi setiap masalah. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah meneguhkan hati kami dalam berbakti pada sesama, seperti Santo Yoseph, sepanjang Kau perkenankan ikut membesarkan Sang Putera, dalam Keluarga Kudus Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s