Tanggalkan Cemburu – Jangan Sia-Siakan Kepercayaan Allah

Renungan Harian Misioner
Jumat Prapaskah II, 05 Maret 2021
P. S. Eusebius dr Kremona

Kej. 37:3-4,12-13a,17b-28; Mzm. 105:16-17,18-19,20-21; Mat. 21:33-43,45-46

Misi: Mari mendandani hidup kita dengan ucapan syukur atas semua pekerjaan Allah bagi kita, sekaligus senantiasa setia dan bertanggung jawab atas rahmat Allah yang telah dipercayakan kepada kita.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Kisah iman hari ini dalam Injil Matius menampilkan sebuah perumpamaan tentang Pemilik kebun Anggur serta penggarap-penggarap yang tidak jujur. Muatan Pengajaran Yesus melalui perumpamaan ini adalah Kerajaan Allah serta sikap arogan dari pemuka-pemuka Agama. Yesus mengemukakan sikap arogan dan tidak jujur dari para penggarap, yang ditampilkan dengan memukul hingga membunuh para hamba (utusan) dari pemilik kebun anggur itu.

Dikisahkan bahwa pemilik kebun anggur memercayakan kebun anggur untuk digarap. Namun ketika tiba saat menuai dan perhitungan hasil, para penggarap bersikap brutal dan tidak tahu diri, sehingga para hamba (utusan) pemilik kebun anggur ditangkap, disiksa, dipukuli dan dibunuh. Anak Tunggal pemegang ahli waris pun mengalami nasib yang mengerikan, sehingga pemilik kebun anggur itu dengan kuasanya membinasakan para penggarap yang tidak jujur itu. Ia mengambil kembali kebun anggurnya dan menyerahkannya kepada para pengarap yang bertanggung jawab.

Sementara pada bacaan pertama yang diambil dari Kitab Kejadian ditampilkan sikap cemburu, iri, dengki dan dendam yang ditunjukkan oleh saudara-saudara kandung Yusuf yang berakibat fatal pada diri si bungsu Yusuf.

Sesama sahabat misioner yang terkasih,
Ziarah batin kita telah tiba pada pekan kedua masa Prapaskah. Kisah kecemburuan, iri, dendam, dengki, serakah dan congkak menjadi amukan api kejahatan pertama di dalam diri manusia yang berujung pada dosa manusia pertama. Kisah kecongkakan Adam dan Hawa melanggar perjanjian dengan Allah karena ingin sama seperti Allah, sang Pencipta mereka. Kain membunuh Habel saudaranya merupakan letupan api cemburu, iri, dengki dan dendam. Kini Kisah Yusuf yang kita dengar hari ini merupakan letusan lahar kecemburuan dan iri hati dalam ikatan keluarga kandung, sehingga Yusuf harus ditenggelamkan ke dalam sumur. Sementara Kisah penggarap yang tidak jujur dan tidak bertanggung jawab, yang serakah, iri, cemburu, dengki dan sombong telah membinasakan orang-orang kepercayaan serta anak tunggal pemegang ahli waris.

Para sahabat misioner yang terkasih,
Selama masa Prapaskah ini kita diminta untuk menata kembali struktur iman kita secara baik dan benar. Karena Allah melalui Putra-Nya Yesus Kristus telah memercayakan banyak rahmat dan nilai-nilai Kerajaan Allah kepada kita. Kita diminta untuk mensyukuri semua itu dengan tetap hidup rendah hati saling mencintai dan senantiasa bertanggung jawab atas semua pekerjaan, rahmat serta nilai-nilai Kerajaan Allah yang telah dipercayakan kepada kita.

Sikap sombong, cemburu, iri hati, dendam, dengki dan serakah telah membawa kisah penderitaan bagi semua utusan Allah secara khusus Kristus Tuhan yang dengan penuh kasih mau menanggung beban salib kecongkakan dan keserakahan kita.

Yesus sebagai Putra Allah Bapa telah diutus untuk mewartakan kasih, kemurahan hati Allah, serta menghadirkan Kerajaan Allah yang menyelamatkan, namun kita sering menanggapi dengan sikap iri, cemburu, dendam, dengki dan serakah.

Panggilan pertobatan kita selama masa Prapaskah ini adalah: “Menata Ulang Struktur Iman kita”. Artinya bertobat dengan sepenuh hati, menyingkirkan sikap iri, cemburu, dengki, dendam, serakah dan sombong lalu mengokohkan perkembangan iman kita dengan kerendahan hati, saling mengasihi, saling mengakui kelebihan, saling menerima, saling menghargai dan terus bertanggung jawab atas tugas dan karya kita masing-masing di hadapan Allah dan sesama. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s