Tanggalkan Sikap Cinta Diri!

Renungan Harian Misioner
Jumat Prapaskah III, 12 Maret 2021
P. S. Theofanus

Hos. 14:2-10; Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14,17; Mrk. 12:28b-34

BACAAN I: Hos 14:2-10
Kita diajak merenungkan hal-hal yang amat indah. Kadang kala, kita kurang menyadari, bahwa kita melupakan Tuhan dan ‘tergelincir’ dalam perjalanan kita menuju kepada Allah. Diperlukan seorang Nabi Hosea untuk menyadari, betapa perlu bahwa kita perlu bertobat, yaitu bangkit kembali dari jatuh karena dosa. Dalam keadaan itu, kita dianjurkannya untuk berani menengadah kepada Allah guna memohon berkah, sehingga bertobat. Sebab, duka derita dan kesengsaraan mana pun tidak juga membuat kita ingat pada Bapa di surga. Syukurlah, bahwa Allah berjanji akan memulihkan kita dan akan menjadikan kita mekar kembali, seperti bunga di kebun Tuhan. Namun, dalam hal itu pun diingatkannya, bahwa nilai tertinggi pertobatan bukan pertama-tama terletak pada keindahan serta kesegaran dan sukses hidup kita lagi, melainkan pada “kembalinya kita dalam naungan Allah”. Bertobat adalah kembali kepada pelukan Allah.

BACAAN INJIL: Markus 12:28b-34
Seperti zaman sekarang, banyaklah orang yang waktu itu mau menjebak Yesus atau sekarang murid Kristus yang berbakti kepada Allah, dengan pelbagai pertanyaan atau mungkin juga kebingungan-kebingungan mengenai ‘perintah Allah yang harus kita lakukan, sebab sering kita tidak menangkap intisari Kehendak Tuhan’. Bila tidak ada pertanyaan-pertanyaan atau jebakan-jebakan seperti itu, mungkin saja kita tidak sadar, bahwa kita tidak menyelami intisari terdalam dari Kehendak Allah. Padahal, seperti orang Yahudi yang bertanya-tanya itu, kita pun tahu, apa jawab atas pertanyaan jebakan itu, yakni bahwa ‘perintah utama Allah adalah cinta kasih’. Dari lain sisi, tanya jawab itu telah membantu Markus dan para Rasul untuk mencermati makna terdalam Perintah Allah, yaitu: bahwa perintah cinta kasih memang merupakan intisari perintah Allah. Namun, kebiasaan hidup kita memang dipenuhi oleh egosentrisme, sehingga hati-pikiran-tindakan kita berfokus kepada diri kita sendiri. Kita memusatkan perhatian pada ‘cinta-diri’ dan tidak rela untuk ‘mencintai sesama seperti diri kita sendiri’. Dalam keluarga, di kampung, di sekolah, di tempat kuliah serta di tempat bekerja, kita mencari diri sendiri,- bahkan sering kali dengan mengorbankan orang lain atau milik sesama. Korupsi atau pencurian atau penipuan atau pembunuhan, bahkan perang, adalah bentuk-bentuk cinta diri dan benci-sesama. Betapa sering kita menutupinya dengan banyak teori atau pembelaan atas kejahatan kita dari yang kecil sampai yang besar (sekali). Namun ‘tahu perintah Allah’ (juga perihal cinta kasih, itu belum mencukupi. Kita harus melaksanakannya. Kalau tidak, kita hanya ‘tidak jauh dari Kerajaan Allah’ tetapi tidak ‘memasukinya’. Marilah kita mohon Roh Cinta kasih, agar supaya hati kita, mulut kita maupun tangan dan kaki kita benar-benar melaksanakan perintah yang terpenting, yaitu ‘mencintai Allah dan mencintai sesama’. Tuhan, mohon ampun karena saya terlalu cinta diri dan kurang mencintai sesama; apalagi mencintai-Mu; padahal Engkau sudah lebih dahulu mencintaiku.

Salam Yoseph, penuh iman, Tuhan mendatangimu, Bapa Pengasuh Yesus penuh kasih sayang, Terpujilah Engkau di antara semua bapa; bimbinglah kami untuk mengasihi Kristus dan berbakti kepada Maria dalam keluarga dan karya kami, sepanjang masa. Amin.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s