Kerendahan Hati: Awal Pertobatan

Renungan Harian Misioner
Sabtu Prapaskah III, 13 Maret 2021
P. S. Eufrasia

Hos. 6:1-6; Mzm. 51:3-4,18-19,20-21ab; Luk. 18:9-14

Dalam Injil Yesus sering sekali menggunakan perumpamaan dalam menyampaikan pengajaran-Nya. Perumpamaan-perumpaan tersebut terkadang memperlawankan dua hal: orang kaya dan orang miskin, orang sehat dan orang sakit, atau – seperti dalam bacaan hari ini – orang Farisi dan seorang pemungut cukai. Maksud pembedaan dalam kisah-kisah tersebut bukan bertujuan untuk membangun kesan bahwa pihak yang satu lebih baik dari yang lain. Maksud dari perumpamaan itu ingin memperlihatkan bahwa Allah melihat jauh ke dalam hati manusia. Kasih Allah melampaui segala hal-hal lahiriah yang seringkali kita gunakan untuk ‘menilai’ sesama kita.

Perumpamaan dalam Injil hari ini ditujukan Yesus kepada “beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain.” (Luk. 18:9) Untuk itu Yesus menempatkan contoh orang Farisi yang menggambarkan orang yang tekun menjalankan perintah agama, saleh dalam tindakan, namun kerena demikian merasa dirinya ‘sudah suci’ dan memandang rendah orang lain. Contoh lain yang digunakan Yesus adalah pemungut cukai – yang justru dicap sebagai pendosa karena menarik pajak bagi penjajah dan mengkhianati saudara sebangsanya sendiri. Namun perbedaan yang mencolok itu menjadi terbalik ketika kedua tokoh tersebut datang dan berdoa dihadapan Allah. Yang satu tetap menunjukkan ‘keangkuhan rohani’-nya, sementara yang lain menyesali dosanya dan merendahkan diri dengan merasa tak layak di hadapan Tuhan.

Merendahkan diri dihadapan Tuhan berarti mengakui diri kita apa adanya. Merendahkan diri di hadapan Tuhan, berarti membuka hati selebar-lebarnya kepada Tuhan. Orang yang demikian tidak merasa takut menunjukkan kesalahan dan dosa yang telah diperbuat justru karena sadar bahwa kasih Allah jauh lebih besar. Namun tidak jarang sebagian dari kita menyembunyikan kesalahan dan dosa-dosa dibalik praktik-praktik keagamaan. Dengan demikian, kita sendiri yang menutup hati dari pengampunan Allah. Kita belum percaya bahwa kasih Allah mampu dan telah menebus segala dosa kita.

Marilah kita di dalam masa prapaskah ini berani meneladan pemungut cukai dalam Injil hari ini, yang mau merendahkan diri dihadapan Allah dan menerima rahmat pengampunan-Nya. Marilah kita memohon agar Roh Kudus sendiri yang menuntun kita untuk berlutut dengan rendah hati. Sebab karena kita percaya pada Kristus, kita semua yang merendahkan hati akan ditinggikan sebagai anak-anak Allah yang Maharahim dan Mahakasih. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Missionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Sakramen rekonsiliasi: Marilah kita berdoa agar melalui sakramen rekonsiliasi, kita membarui diri lebih dalam, sehingga dapat merasakan belaskasih Allah yang tiada batasnya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Perhatian pada yang pokok: Semoga umat katolik selalu belajar untuk lebih memperhatikan hal-hal yang pokok, baik jiwa maupun raga. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Dalam bulan yang dipersembahkan kepada Santo Yoseph ini, izinkanlah kami mendapat Roh, yang terbuka untuk mendengarkan Kehendak-Mu, supaya dapat mengabdi Keluarga Kudus. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s