Manusia Hina Yang Menjadi Saksi

Renungan Harian Misioner
Kamis dalam Oktaf Paskah, 08 April 2021
P. Redemptus de Ferento

Kis. 3:11-26; Mzm. 8:2a,5,6-7,8-9; Luk. 24:35-48

Khotbah Petrus terjadi setelah penyembuhan orang lumpuh yang mereka jumpai di pintu gerbang Bait Allah menjelang waktu sembahyang. Saat di mana begitu banyak orang berkumpul di sana untuk beribadah. Serambi Salomo adalah bagian pelataran yang diperuntukkan bagi orang bukan Yahudi. Petrus yang melihat orang banyak yang begitu terkesan pada penyembuhan orang lumpuh itu, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memberitakan Kristus.

Dalam khotbahnya, Petrus dengan rendah hati menyatakan bahwa ia tidak layak menerima penghormatan atas mukjizat kesembuhan itu, melainkan ia hanyalah seorang pelayan atau alat di tangan Kristus yang mengadakan mukjizat itu. Para rasul tidak melakukan itu karena kuasa atau kesalehan mereka sendiri, melainkan karena kuasa yang diberikan Kristus yang telah memilih mereka untuk menjadi alat-Nya. Kita semua pun, adalah alat-alat yang akan dipakai Allah, manusia hina yang diciptakan segambar dengan-Nya, dan dibuatnya hampir sama seperti Allah, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Memang Allah membuat manusia berkuasa atas buatan tangan-Nya dan meletakkannya di bawah kakinya agar menjadi berkat bagi sesama, bukan untuk memegahkan diri, karena itu bukan hasil pekerjaan mereka. Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Allah-lah inisiatornya! (Mzm. 8: 6-7; Ef. 2: 9-10).

Dan Petrus menunjukkan bahwa hanya satu orang manusia yang layak mendapat pujian dan hormat sebagai seorang Mesias sejati yang dijanjikan kepada nenek moyang kita Abraham, Ishak dan Yakub, yaitu Yesus Kristus. Allah telah mengutus Dia ke dunia dengan janji kepada bapa leluhur kita, bahwa oleh keturunan mereka semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. Yesus inilah penggenapan janji Allah. Yesus yang sama, yang menimbulkan kejutan besar lewat penampakan-Nya yang disangka hantu! Ketika Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah para murid yang sedang ‘bersembunyi’ dalam sebuah rumah yang pintunya terkunci, mereka terkejut dan takut karena tampaknya mereka tidak menyangka bahwa Yesus sungguh akan bangkit dan hidup. Namun Yesus hadir, menawarkan kasih dan persahabatan kepada para murid, sekalipun mereka telah meninggalkan dia sendirian dalam penderitaan-Nya. Hal ini membuat mereka girang sekaligus heran karena ketidakpahaman. Jelas sekali bahwa Yesus hadir membawa damai di tengah kegalauan hati manusia, hal ini nyata dan kita tidak boleh meragukannya (Luk. 24:35-38).

Yesus membuktikan bahwa Ia sungguh bangkit dengan menunjukkan tubuh-Nya, tangan dan kaki-Nya untuk memperlihatkan bahwa semua itu benar-benar nyata dan bukan seperti hantu yang tidak berdaging dan tulang. Untuk lebih meyakinkan mereka, Yesus meminta sesuatu untuk dimakan dan mengingatkan mereka tentang apa yang telah Ia ajarkan dan lakukan ketika bersama dengan mereka; kemudian Ia membuka pikiran mereka sehingga mereka memahami Kitab Suci. Sebagai murid yang sudah mengalami perjumpaan dengan Kristus, kita harus mengerti Kitab Suci dengan baik supaya menjadi lebih berhikmat mengenai apa yang tertulis dan lebih bijaksana untuk menerima keselamatan yang ditawarkan Yesus. Kita harus terus belajar lebih lagi dari Alkitab untuk memahami Firman Allah dan bertumbuh dengan memiliki pikiran yang benar mengenai Kristus. Yesus ingin agar kita semua benar-benar diteguhkan oleh kebangkitan-Nya, karena kita telah diberi tanggung jawab untuk mengemban misi Allah: menjadi saksi yang memberitakan pertobatan dan pengampunan kepada segala bangsa (Luk. 24:39-48). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s