“Akulah ini, jangan takut!”

Renungan Harian Misioner
Sabtu Paskah II, 17 April 2021

Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2.4-5.18-19; Yoh. 6:16-21

Sahabat misioner terkasih,

Dikatakan dalam Injil hari ini, “Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka, sedang laut bergelora karena angin kencang.”

Seperti pengalaman para murid Yesus yang pergi ke danau itu, kita pun pernah atau kadang berada dalam situasi gelap. Yang dimaksud adalah peristiwa suram, traumatik, kepahitan hidup, kesedihan mendalam, dan semacamnya. Dalam situasi gelap itu, yang ada hanyalah rasa takut dan tak berdaya. Kekuatan untuk bangkit pun terasa hilang. Bahkan, diklaim Tuhan tidak hadir. Persis yang dialami para murid, “Yesus belum juga datang mendapatkan mereka,” saat berada dalam kegelapan itu. Masih ditambah lagi, “laut bergelora karena angin kencang.” Saat berada dalam kesuraman dan kepahitan, kadang kita merasa semakin terpuruk karena ada-ada saja peristiwa atau masalah yang kemudian datang bertubi-tubi memperparah keadaan. Sudah muram, merasa ditinggalkan bahkan Tuhan saja seolah tidak peduli, masih lagi diterpa persoalan-persoalan baru. Komplitlah penderitaannya.

Saat gelap seperti itu, orang menjadi takut, cemas, dan bisa kehilangan arah. Parahnya, bisa masuk ke dalam jurang keputusasaan. Untunglah sabda Tuhan dalam Injil hari ini memberi arah yang tepat dan menuntun setiap orang keluar dari kegelapan menuju Sang Terang, kepada Tuhan.

Injil melanjutkan, “Sesudah mereka mendayung kira-kira tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu.” Dalam situasi gelap, yang tepat adalah bertahan, tidak gegabah, tidak grusa-grusu, sambil terus berusaha bangkit. Yang baru dan menakjubkan bisa lahir jika ada keberanian untuk bertahan dan menjalani situasi yang tidak mengenakkan itu. Tidak menjadi persoalan jika saat ini tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai yang diharapkan, dan beberapa hal tidak bisa diperbaiki. Keberanian tumbuh karena ada keyakinan bahwa “bagi manusia tidak mungkin, tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil”. Itulah yang terjadi pada para murid. Mereka tetap mendayung perahunya dan akhirnya melihat Tuhan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan selalu datang dan hadir dalam perjalanan hidup kita. Kalau terasa Tuhan itu seolah tidak hadir, sebenarnya adalah bahwa Tuhan sedang mempercayakan keberanian pada kita untuk menjalaninya.

Sahabat misioner terkasih,
Pengalaman para murid tersebut adalah cerminan pengalaman kita. Orang beriman mendalam pun bisa jadi akan bingung bila diombang-ambingkan badai kehidupan. Meski demikian, sebagai orang beriman, kita senantiasa diteguhkan oleh Tuhan yang hadir dan menyapa, “Akulah ini, jangan takut!” Beriman berarti terus-menerus percaya sepenuhnya pada Yesus Tuhan. Sabda Tuhan itulah yang menjadi asupan nutrisi iman kita setiap hari.**(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s