Janji Allah Telah Digenapi

Renungan Harian Misioner
Jumat Pekan IV Paskah, 30 April 2021
P. S. Pius V (Paus)

Kis.13:26-33; Mzm.2:6-7.8-9.10-11ab; Yoh.14:1-6

Allah setia pada janji-Nya, sejak masa Perjanjian Lama Allah menyampaikan janji “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh Tuhan, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan” [Ul. 18:15]. Diutuslah seorang nabi besar yaitu Musa. Nubuatan yang disampaikan para nabi sejak semula, semuanya terpenuhi dalam diri Yesus.

Kedatangan Yesus ke dunia, meski tidak bersalah, namun Yesus tetap dihukum mati di kayu salib. Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Kemudian Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, yang selama Dia masih hidup, mereka setia mengikuti Yesus dari Galilea ke Yerusalem. Dan setelah kematian-Nya mereka menjadi saksi-Nya.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku” [Yoh. 14:1]. Mampukah kita melaksanakan perkataan Yesus ini? Sudah setahun lebih kita hidup di tengah pandemi yang menyeramkan, tidak hanya di Indonesia tapi hingga ke seluruh dunia telah begitu banyak manusia yang mati akibat covid 19. Banyak juga yang mengalami dampak ekonomi, stress hingga frustasi. Ditambah lagi bencana alam terjadi di beberapa daerah. Tenggelamnya KRI Nanggala 402 bersama 53 personil TNI. Umat lansia, terlebih mereka yang tinggal sendiri, terpisah dari anak-anak dan keluarga, hanya dapat mengikuti live streaming misa, hanya dapat mengikuti kegiatan online. Mungkinkah kegelisahan tidak menguasai? Mungkinkah mereka masih bisa percaya pada janji Allah?

Bagi umat beriman, seberat apapun masalah yang kita hadapi di dunia ini, mari kita tetap percaya pada janji Allah, pada janji Yesus Sang Putera. Jangan pernah menjauh daripada-Nya. Iman yang kokoh kepada Tuhan Yesus tidak akan membuat kita tenggelam pada kecemasan dan kegelisahan mendalam. Jangan hanya memikirkan kehidupan dunia semata yang dapat berujung pada kelumpuhan iman. Tetapi melatih diri untuk mampu bersyukur agar kecemasan dan kegelisahan akan semakin memudar.

Yesus juga mengatakan “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal… Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu…. Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”. [Yoh. 14:2.6]

Yesus tahu jalan ke rumah Bapa, karena Yesus berasal dari situ. Yesus sangat merindukan agar murid-murid-Nya kelak tinggal bersama-Nya di rumah Bapa. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal, Yesus pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagi kita semua yang percaya.

Dia memberikan jaminan yang pasti. Hanya bersama Yesus, kita dapat dengan pasti melangkah menuju rumah Bapa, tempat kediaman abadi bagi orang yang percaya. Jaminan kehidupan kekal menjadi tujuan yang utama bagi anda dan saya, kita semua umat beriman.

Sejak masih hidup di dunia ini, kita perlu mulai menata hidup rohani, tidak semata hanya memikirkan hal duniawi dan melupakan hal surgawi. St. Fransiskus de Sales mengajak umat awam untuk bertumbuh dalam kehidupan rohani agar dapat berjalan menuju kekudusan. Apapun status kita, pengusaha, karyawan, guru, murid, ibu rumah tangga, dsbnya, kita semua dipanggil menjadi kudus.

Mari kita berjuang untuk meraih janji Allah, sebuah jaminan dan kepastian akan kebahagiaan hidup abadi di rumah Bapa.

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s