Membangun Peradaban Kasih

Renungan Harian Misioner
Sabtu Paskah IV, 1 Mei 2021

Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1.2-3b.3c-4; Yoh. 14:7-14

Sahabat misioner terkasih,
Bacaan I dalam misa hari ini, Kis. 13:44-52, menceritakan pewartaan Paulus di Anthiokia yang ditentang orang-orang Yahudi. Dalam hidup jemaat waktu itu, terjadi kontras antara orang-orang Yahudi dan jemaat Kristen Antiokhia. Tidak sekedar kontras, lebih dari itu adalah penganiayaan jemaat Kristen perdana.

Kisah Para Rasul menceritakan orang-orang Yahudi: iri hati, menghojat, memfitnah, menghasut, menimbulkan penganiayaan, dan mengusir Paulus dan Barnabas. Sebaliknya, jemaat Antiokhia: sukacita dan penuh Roh Kudus.

Mengapa demikian? Karena, orang Yahudi mengklaim bahwa keselamatan hanya milik mereka sendiri. Mereka merasa diri bahwa merekalah yang paling benar. Egois dan superioritas tinggi membuat mereka iri ketika menyaksikan pewartaan Paulus di Anthiokia didengarkan dan diterima hampir seluruh warga kota. Mereka merasa terganggu dan terancam oleh kehadiran dan pewartaan Paulus dan Barnabas. Orang-orang Yahudi memang percaya akan Allah Perjanjian Lama, tetapi enggan menerima Kristus, Putra dan Utusan Allah.

Jemaat Anthiokia, sebaliknya, lebih terbuka terhadap pewartaan baru dari Paulus dan Barnabas. Orang-orang Anthiokia menerima Allah Perjanjian Lama sekaligus menerima Kristus, Putra dan Utusan Allah. Semua demi kebaikan bersama.

Sahabat misioner terkasih,
Keterbukaan untuk menerima dan dibimbing oleh Sabda Allah itulah yang kita butuhkan sebagai orang beriman. Kalau kita didominasi oleh sikap egois dan superioritas yang tinggi, kita akan cenderung tertutup pada kebaikan orang lain, bahkan rahmat Allah sendiri. Kita merasa yang paling benar dan mudah menganggap orang lain lebih rendah dan lebih tidak mengerti. Kita lebih mudah mencibir, nyinyir, dan berlaku tidak adil.

Kita perlu belajar dari jemaat Anthiokia. Mereka terbuka pada bimbingan Allah. Kita pun bisa terbuka pada bimbingan Allah dengan setia membaca, mendengarkan merenungkan, dan melaksanakan Sabda Allah. Bimbingan Allah bisa juga terjadi melalui orang-orang sekitar kita, para sahabat dan kerabat. Yang dibutuhkan adalah sikap mau mendengarkan, tidak mudah menilai dan menghakimi, serta mau melepaskan egoisme dan superioritas diri.

Sikap-sikap dan kualitas diri seperti itulah yang harus ditumbuhkan dan dikembangkan dalam diri kita sehingga menjadi jalan untuk membangun kehidupan bersama yang lebih baik. Membangun kehidupan bersama inilah perutusan kita. Ini berarti kita membangun peradaban kasih.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s