Berapa Orang yang Telah Engkau Bawa Kepada Iman akan KRISTUS?

Renungan Harian Misioner
Rabu, 12 Mei 2021
P. S. Nereus & Akhilleus, S. Pankrasius

Kis. 17:15,22 – 18:1; Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd; Yoh. 16:12-15

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang

Para sahabat misioner yang terkasih: Shalom!
Setelah Paskah, Para Murid dipersiapkan selama 40 hari, dan mulai Hari Raya Pentakosta mereka pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil tentang Tuhan kita Yesus Kristus, mulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi. Firman Tuhan pada hari ini mengundang kita untuk melihat apakah hakekat atau makna pewartaan iman itu, dan bagaimana pewartaan itu terjadi di dalam pengalaman Paulus dan Silas di dalam perjalanan misi mereka? Dan bagaimana melalui pewartaan iman itu, orang-orang dapat dibawa kepada iman akan Kristus?

1.Hakekat Pewartaan Iman
Merujuk kepada Firman Tuhan dalam Injil Yohanes hari ini (Yohanes 16:12-15), Tuhan kita Yesus Kristus menegaskan kepada para murid-Nya, bahwa ada banyak hal yang harus disampaikan-Nya kepada mereka, namun mereka masih belum dapat menanggungnya. Agar supaya para murid dapat menanggung semua yang dikatakan Yesus kepada mereka, Yesus menjanjikan untuk memberikan Roh Kudus, yang akan memipin para murid-Nya itu kepada seluruh kebenaran. Roh Kebenaran itulah yang akan bersaksi tentang Yesus dan Roh Kebenaran itulah yang harus menjadi “acuan para murid” di dalam pewartaan mereka tentang Yesus Kristus.

Tentang Roh Kebenaran itu, Yesus menegaskan Firman ini, “Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah kepunyaan-Ku, sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitahukan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku” (Yohanes 16:14-15). Merujuk kepada kata-kata Yesus ini, kita menemukan bahwa hakekat pewartaan iman itu sesungguhnya adalah “meneruskan apa yang diterima dari Yesus Kristus sendiri.” Dan karena itu, seorang misionaris atau pewarta tentang iman akan Kristus dan kebangkitan-Nya, haruslah seseorang yang erat terhubung dengan Yesus Kristus sendiri. Dewasa ini, dalam interkasi dan debat agama di media sosial, ada banyak orang – termasuk yang berasal dari agama dan kepercayaan yang bukan Kristen, – yang berbicara tentang Yesus Kristus. Namun satu hal yang membedakan mereka dengan para murid atau pengikut Kristus, ialah bahwa orang-orang itu sekalipun berbicara tentang Yesus Kristus dan ajaran-Nya, namun mereka tidak terhubung dengan Dia. Sementara para murid Yesus, berbicara dan mewartakan tentang Yesus Kristus sebagai orang-orang yang erat terhubung dengan Dia. Di dalam tugas perutusannya, para murid atau pengikut Yesus itu “meneruskan Firman Tuhan” yang mereka terima dari Yesus, dan dengan bimbingan Roh Kudus, mereka menyampaikan kesaksian mereka tentang Dia kepada orang-orang “mulai dari Yerusalem sampai ke ujung bumi” (Kis. 1:8).

2.Pewartaan iman dalam Perjalanan Misi Paulus
Perjalanan Misi Paulus ini, bersama Silas, dilaksanakan “setelah mereka menerima pesan dari surga” (Kis. 16:11). Karena itu, yang mereka bahwa ke wilayah Makedonia dan daerah-daerah di sekitarnya, tentulah bukan sesuatu yang lain, tetapi “pesan dari surga ini.” Makedonia adalah wilayah yang jauh dari Yerusalem, daerahnya bangsa-bangsa lain dengan penduduk dan orang-orang yang juga terdiri dari berbagai bangsa bukan Yahudi. Karena itu, “pesan dari surga” ini, sebelum disajikan kepada para bangsa bukan Yahudi ini, harus lebih dahulu dikemas, dan dicari “pintu masuk” atau “media” untuk meneruskan pesan surgawi ini.

Paulus menemukan pintu masuk atau media untuk mewartakan pesan surgawi yang dibawanya bersama Silas dan Timotius, ketika mereka menemukan religiusitas orang-orang di Atena, dengan sebuah mezbah atau tempat pemujaan, yang bertuliskan “Kepada Allah yang tidak dikenal” (Kis. 17:23). Selanjutnya dengan menggunakan tulisan yang dijumpainya di mezbah itu, Paulus lalu menyampaikan “pesan surgawi” yang mereka bawa itu kepada orang-orang Atena, sambil memperkenalkan bahwa Allah yang tidak mereka kenal itu sesungguhnya adalah Pencipta langit dan bumi, Allah yang di dalam-Nya semua manusia ada, hidup dan bergerak, Allah yang berkuasa membangkitkan orang mati, dan yang mengundang manusia untuk bertobat dan kembali kepada-Nya (Kis. 17:24 – 31).

Sekalipun banyak orang tidak tertarik untuk mendengarkan Paulus, namun di antara mereka ada Dionisius dari Aeropagus dan Damaris serta beberapa orang lain, yang terbuka hatinya untuk menerima “pesan surgawi” yang disampaikan Paulus ini. Maka, kembali kepada hakekat pewartaan iman itu, kita menemukan mata rantai yang berkesinambungan ini, yang olehnya “pesan surgawi” itu sampai kepada Dionisius, Damaris dan kawan-kawan mereka: Dari Yesus yang bangkit pesan itu disampaikan kepada Paulus (Kis. 9:3-6) diteguhkan dengan meterai pembaptisan oleh Ananias (Kis. 9:10-18). Selanjutnya, setelah “pesan surgawi” menjadi bagian dari kehidupan Paulus, Paulus meneruskannya kepada banyak orang lain, hingga akhirnya sampai kepada Dionisius ini (Kis. 17:33).

3.Meterai pembaptisan: Antara Paulus dan kita!
Paulus menjadi “pembawa pesan surgawi” untuk diteruskan kepada banyak orang, termasuk Dionisius, Damaris dan kawan-kawannya dalam Kisah ini, setelah ia sendiri dimeteraikan dengan “pembaptisan” oleh Ananias. Dan dengan demikian, “pembaptisan” menjadi salah satu langkah penting dalam pemberitaan “pesan surgawi” yang memenangkan banyak orang kepada keselamatan di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Seperti Paulus, kitapun telah dimeteraikan menjadi pengikut Kristus oleh Sakramen Pembaptisan, dan diteguhkan di dalam Roh Kudus melalui Sakramen Penguatan. Sejak saudara dan saya dibaptis, sudah berapa banyak orang yang kepadanya kita sampaikan “pesan surgawi dari Yesus Kristus” ini, yang membawa mereka kepada iman akan Dia? Jangan sampai tidak ada ya ….!!?? [RMG].

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s