Membiarkan Diri Dibarui oleh Kasih Allah

Renungan Harian Misioner
Jumat Paskah VII, 21 Mei 2021
S. Kristoforus Magallanes

Kis. 25:13-21; Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab; Yoh. 21:15-19

Tuhan Yesus bertanya kepada Simon Petrus dan kepada setiap kita sebuah pertanyaan yang sangat personal dan sangat mendalam: Apakah engkau mengasihi aku melebihi yang lain? Yesus dalam berbagai kesempatan berbicara kepada murid-murid-Nya mengenai kodrat kasih yang tak terpadamkan. Allah adalah kasih (1Yoh. 4:6) karena Dia adalah Pencipta dan Sumber segala yang adalah kasih sejati. Kasih-Nya tanpa syarat dan tak terbatas. Kita tidak dapat membelinya, kita tidak dapat menghasilkannya, dan kita tidak dapat menuntutnya. Kasih itu murni anugerah, diberikan secara bebas, dan diterima secara bebas pula. Kasih Allah tidak dapat berubah-ubah atau bimbang. Kasih itu bertahan karena kasih itu kekal dan abadi. Kasih itu awal dan akhir, artinya kasih itu merupakan tujuan untuk apa Allah menciptakan kita dan mengapa Dia menghendaki kita dipersatukan dengan-Nya dalam suatu ikatan kasih yang tak terpisahkan. Tuhan Yesus menunjukkan bahwa cinta adalah pilihan personal dan suatu anugerah yang diberikan secara bebas. Kasih adalah pemberian diri seseorang demi kepentingan orang lain. Kasih yang tidak egois terarah seluruhnya bagi kebaikan dan kesejahteraan orang lain. Yohanes Pembaptis mengatakan: “Allah begitu mengasihi dunia sehingga Ia menganugerahkan kepada kita Anak-Nya yang tunggal“ (Yoh. 3:16), yang mengambil rupa manusia demi kita dan yang mati di salib demi keselamatan kita. Ia membebaskan kita dari kekuasaan dosa sehingga kita boleh menerima hidup abadi dan damai bersama Allah.

Mengapa Yesus mempertanyakan kesetiaan dan kasih Petrus di hadapan para murid yang lain? Hal itu disebabkan oleh penderitaan dan kesedihan mendalam yang dialami oleh Petrus karena dia telah secara publik menyangkal Yesus tiga kali pada malam penangkapan dan penghukuman Yesus oleh para penguasa agama. Petrus tentu merasa sedih sebab rupa-rupanya Yesus meragukan kesetiaan dan komitmennya, dengan mengingat akan penyangkalannya yang tiga kali itu. Tetapi nyata sekali bahwa dosa itu telah diampuni dan tidak diperhitungkan lagi, malah tidak mengurangi eratnya hubungan Yesus dengannya. Sekarang Petrus, yang dirundung kesedihan dan penyesalan, dengan tegas menyatakan bahwa dia mencintai Gurunya serta ingin melayani dan setia kepada-Nya apa pun taruhannya. Ketika Yesus menanyakannya “apakah engkau mengasihi Aku melebihi mereka ini?”, Yesus mungkin menunjuk pada perahu, jala, dan ikan tangkapan. Yesus mungkin hendak menantang Petrus untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai nelayan demi tugas penggembalaan komunitas umat Allah.

Apa makna pertanyaan Yesus kepada Petrus bagi kita? Pertanyaan Yesus kepada Petrus adalah pertanyaan yang penting untuk semua orang percaya kepada Yesus. Kita semua harus memiliki kasih pribadi dari hati bagi Yesus dan pengabdian kepada-Nya. Yesus memandang kasih sebagai syarat dasar dari semua pelayanan. Tuhan Yesus memanggil setiap kita, bahkan di dalam kelemahan, dosa, kegagalan-kegagalan kita, untuk mengasihi-Nya lebih daripada yang lain. Tidak sesuatu pun yang dapat menjauhkan kita dari kasih Allah. Allah lebih dahulu mengasihi kita dan kasih kita kepada-Nya merupakan tanggapan terhadap kerahiman dan belas kasih-Nya terhadap kita.

Kasih Allah menyembuhkan, membarui hidup kita, serta membebaskan kita dari ketakutan, egoisme, dan keserakahan. Kasih Allah menarik kita kepada Allah dan sekaligus mendorong kita untuk memberikan kepada-Nya yang terbaik yang kita punyai dan segala yang kita miliki. Rasul Paulus mewartakan kepada kita bahwa “kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rm. 5:5). Apa yang dapat memadamkan kasih yang demikian? Ketakutan, dosa, kesombongan, dan kesulitan tidak akan memadamkan kasih Allah. Segala kelemahan dan kerapuhan kita tidak akan membuat kita kehilangan harapan dan kepercayaan akan janji Allah dan belas kasih-Nya terhadap kita. Kasih Yesus kepada Petrus dan tugas penggembalaan yang dipercayakan kepada Petrus menjadi bukti bahwa Allah yang adalah Kasih tidak memperhitungkan kelemahan, kerapuhan dan kegagalan kita, asalkan kita, sebagaimana Petrus, membiarkan kasih Allah memenuhi hati kita dan membarui hidup kita. Pertanyaan reflektif: Apakah kita membiarkan kasih Allah memenuhi hati kita dan membarui hidup kita?

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s