Saat Berdoa, Tundukkan Kepala dan Hati

Renungan Harian Misioner
Jumat, 28 Mei 2021
P. S. Wilhelmus

Sir. 44:1,9-13; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a; Mrk. 11:11-26

Bacaan Injil yang kita renungkan hari ini cukup panjang. Kalau hanya dibaca sekilas, pembaca akan mendapatkan kesan bahwa perikop ini mempunyai banyak ide yang seolah-olah tidak ada kaitan antara satu cerita dengan cerita lainnya. Buku Tafsir Alkitab Perjanjian Baru yang diterbitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia (2002) dengan Editor Diane Bergant, CSA dan Robert J. Karris, OFM, bisa membantu kita mengerti apa yang dimaksudkan Penginjil Markus dengan kisah-kisah yang terdapat dalam bab 11 ayat 11-26.

Dikisahkan dalam perikop yang kita baca bahwa Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (ay. 14). Keesokan harinya, para murid Yesus melihat pohon itu sudah kering sampai ke akar-akarnya (ay. 20). Dalam buku tafsir yang disebutkan di atas tertulis: “Pohon ara adalah gambaran yang lazim dalam Perjanjian Lama untuk Israel, misalnya Hos. 9:10. Maka, kutukan Yesus terhadap pohon itu melambangkan kemarahan-Nya terhadap bangsa Israel” (hal. 103). Dalam kisah berikutnya diceritakan bahwa Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman Bait Allah, menjungkirbalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati. Setelah itu, Ia mengajar mereka, kata-Nya: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun!” Dengan penjelasan pada bagian pertama bahwa pohon ara adalah gambaran bangsa Israel pada waktu itu, pembaca bisa mengaitkan antara kemarahan Yesus terhadap pohon ara dan terhadap orang-orang yang menyalahgunakan Bait Allah: Yesus marah kepada bangsa Israel karena ibadat Bait Allah yang dijalankan orang-orang di zaman-Nya tidak berbuah.

Dalam episode berikutnya, Markus mencantumkan ajaran Yesus tentang cara beriman yang benar sebagai koreksi atas cara beriman orang-orang yang beribadat di Bait Allah yang dikritik-Nya: “Percayalah kepada Allah! Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.” Yesus di sini menggunakan bahasa yang berlebihan. Ini dimaksudkan untuk meyakinkan para murid-Nya bahwa bila mereka berdoa sungguh-sungguh dengan penuh iman, tak ada yang mustahil bagi Allah. Allah mengabulkan doa yang dipanjatkan dengan penuh iman.

Ada satu hal lagi yang ingin disampaikan Markus dalam perikop ini, yaitu perlunya hati yang bersih saat berdoa. Dalam arti hati yang mengampuni orang-orang yang pernah menyakitinya. Tuntutan ini mutlak karena “jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu” (ay. 26). Pesan apa yang bisa kita petik dari penjelasan ini? Pertama, kita diundang untuk menghidupi Ibadat yang sejati. Ibadat yang kita lakukan mestinya menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama dan alam semesta. Ibadat di “Bait Allah” yang tidak menghasilkan buah-buah kebaikan sama sekali tak berkenan kepada Allah. Kedua, dalam doa-doa kita, kita diundang untuk berdoa dengan penuh iman. Bila kita menyampaikan permohonan kita dengan penuh iman Allah akan mengabulkan permohonan kita; dengan catatan: bila permohonan itu sesuai dengan kehendak Allah. Ketiga, kita sering mohon ampun kepada Allah atas semua dosa dan kesalahan kita. Allah yang Maharahim selalu siap memberikan pengampunan kepada kita. Namun jangan lupa bahwa kita pun dituntut untuk mengampuni kesalahan orang-orang yang menyakiti kita!

Semoga berkat bantuan Roh Kudus, kita bisa menghidupi pesan-pesan ini.

(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s