Bertindak Berdasar Kebenaran & Doa!

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa VIII, 29 Mei 2021
P. S. Paulus IV

Sir. 51:12-20; Mzm. 19:8,9,10,11; Mrk. 11:27-33

Sahabat misioner terkasih,
Injil hari ini berkisah, Yesus didatangi oleh para imam kepala, ahli Taurat dan kaum tua-tua ketika Ia sedang berjalan-jalan di halaman bait Allah. Mereka mempertanyakan kuasa dan tindakan Yesus, “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapa yang memberi-Mu kuasa untuk melakukan hal-hal itu?”

Sebelumnya marilah kita pahami dulu yang dimaksud dengan “melakukan hal-hal itu”. Yesus melakukan apa sehingga para imam kepala, ahli Taurat dan kaum tua-tua terusik sampai mendatangi Yesus. Dalam bacaan Injil kemarin, Mrk. 11:11-26, diceritakan bahwa Yesus dan para murid tiba di Yerusalem. Mereka masuk bait Allah dan Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di halaman bait Allah. Meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dijungkirbalikkan-Nya, dan Yesus melarang orang membawa barang melintasi halaman bait Allah. Sesudah itu, Yesus mengatakan, “Bukankah ada tertulis, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa?’ Tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!” Rupanya karena tindakan dan kata-kata Yesus yang keras itulah, para imam kepala dan ahli Taurat mendatangi dan ingin membinasakan Yesus.

Sahabat misioner terkasih,
Dari tindakan Yesus di bait Allah dan pertanyaan menyelidik dari para imam kepala, ahli Taurat dan kaum tua-tua itu kita dapat mencatat dua hal penting. Pertama, Yesus tidak terima kalau bait Allah, tempat suci itu, dikotori dengan ulah pencari untung duniawi. Yesus tidak bertindak asal-asalan, tetapi dipikirkan dan diperhitungkan sungguh-sungguh. Yesus berani bertindak karena didasari keyakinan akan kebenaran bahwa bait Allah adalah tempat suci, ruang sakral untuk menjalin relasi kudus antara manusia dengan Tuhan Allah yang tidak boleh dikotori dengan perilaku koruptif. Karena itu, Yesus mengatakan, “Rumah-Ku disebut rumah doa, tetapi kalian telah menjadikannya sarang penyamun!”

Kedua, dengan mengatakan, “Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa,” sudah kelihatan bahwa Yesus bertindak dengan kuasa Allah sendiri. Hubungan Yesus yang amat sangat mendalam dengan Allah Bapa-Nya sendiri membuat-Nya berani bertindak membersihkan bait Allah dari tangan-tangan kotor yang dikatakan-Nya sebagai penyamun. Relasi-Nya yang kuat dan mendalam dengan Allah Bapa-Nya menjadi penentu arah tindakan dan kata-kata Yesus.

Oleh karena itu, sahabat misioner terkasih, ada dua hal perlu kita latih dan kembangkan dalam hidup kita berdasar Sabda Tuhan hari ini. Pertama, kalau kita melakukan sesuatu harus didasarkan pada kebenaran. Tidak asal berbuat semaunya sendiri. Kedua, perbuatan kita itu harus merupakan buah doa, hasil relasi kita dengan Tuhan. Hubungan personal yang mendalam dengan Tuhan inilah yang hendaknya menjadi dasar dan pedoman arah perilaku kita sehari-hari. Tindakan dan kata-kata kita hendaknya merupakan buah dari relasi mendalam dengan Tuhan. Dengan demikian, kita menjadi berkat bagi semesta.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s