Bapa Tahu Apa yang Kita Perlukan

Renungan Harian Misioner
Kamis, 17 Juni 2021
S. Gregorius Barbarigo

2Kor. 11: 1-11; Mzm. 111:1-2,3-4,7-8; Mat 6:7-15

Pertanyaan refleksi yang perlu kita ajukan untuk diri kita sendiri adalah: Apakah saya percaya bahwa sabda Allah mempunyai kekuatan untuk mengubah dan membarui hidup saya saat ini? Yesaya berkata bahwa “sabda Allah adalah seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi dan membuatnya subur” (Yes. 55:10-11). Sabda Allah mempunyai kekuatan untuk meresapi hati kita yang kering dan tandus serta membuatnya seperti musim semi hidup baru. Jika kita membiarkan sabda Allah berakar dalam hati kita, sabda Allah akan membarui kita menjadi seperti Allah sendiri dan memberdayakan kita untuk berjalan di jalan cinta dan kekudusan-Nya. Allah menghendaki sabda-Nya menuntun dan membentuk cara kita berpikir, bertindak dan berdoa.
Kita dapat mendekati Allah dengan penuh percaya diri karena Ia sedang menanti kita dengan tangan terbuka lebar untuk menerima putera dan puteri-Nya yang hilang. Itulah mengapa Yesus memberikan para murid-Nya doa yang sempurna yang berani memanggil Allah, Bapa Kami. Doa ini mengajarkan kita bagaimana meminta kepada Allah hal-hal yang sungguh kita butuhkan, hal-hal yang tidak hanya untuk sekarang ini tetapi juga untuk hidup yang kekal. Doa orang Kristiani haruslah berhubungan dengan Kerajaan Allah di bumi sekarang ini dan dengan perwujudannya pada masa yang akan datang.

Apa yang diajarkan oleh Yesus kepada para murid-Nya, ketika mereka bertanya bagaimana harus berdoa? Doa Bapa Kami terpusat pada permohonan atas “rezeki harian”, bukan hanya terpusat pada makanan yang kita makan, tetapi juga pada kehendak Tuhan, Sabda Allah, kemuliaan dan keagungan Tuhan. Melaksanakan kehendak Bapa adalah makanan Yesus: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh. 4:34). Doa Bapa Kami adalah doa yang mendesak, agar rencana Tuhan terhadap dunia terlaksana dan kehendak Tuhan menjadi suatu kenyataan. Setiap permohonan untuk kebutuhan manusia merupakan suatu doa demi terlaksananya rencana Tuhan terhadap manusia. Setiap orang Kristiani harus mengambil bagian dalam penyelenggaraan ini. Setiap orang Kristiani harus bekerja untuk pembangunan dunia, menyerahkan diri untuk menjadi teman sekerja, menjaga agar nama Tuhan selalu dikuduskan. Setiap orang Kristiani harus berjuang agar kerajaan Allah datang, kehendak-Nya terjadi, Sabda-Nya tidak dikhianati, umat manusia hidup dalam perikemanusiaannya serta dalam panggilan ilahinya berkembang. Dengan demikian, kekuatan kejahatan tidak mengalahkan kekuatan cinta kasih. Yesus telah mengajar kita berdoa agar kita mengalami dunia sebagai tanda cinta kasih Tuhan kepada umat manusia.

Allah Allah Mahabaik dan Ia mengampuni kita. Ia berharap kita berlaku yang sama terhadap sesama kita. Allah telah mencurahkan kasih-Nya ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang telah dianugerahkan kepada kita (Rm. 5:5). Kasih itu seperti api yang memurnikan. Kasih memurnikan dan menghanguskan semua prasangka, kebencian, kemarahan, kegetiran hingga tak ada yang tertinggal, kecuali kebaikan dan pengampunan kepada mereka yang membuat kita sedih atau sakit. Yesus menekankan pula di sini bahwa kita harus bersedia untuk mengampuni kesalahan orang lain. Apabila kita tidak mengampuni orang bersalah yang mengakui kesalahannya, Allah tidak akan mengampuni kita dan doa kita tidak ada gunanya. Ini adalah suatu prinsip penting mengenai cara Allah mengampuni dosa (Mat. 18:35; Mrk. 11:26; Luk. 11:4).

Kita hendaknya senantiasa bersyukur bahwa kita dapat mendekati Allah Bapa kita dengan percaya diri dan penuh keberanian karena Tuhan Yesus telah membuka jalan ke surga bagi kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Ketika kita meminta Tuhan membantu, Dia malahan tidak memberikan kita apa yang patut kita terima. Sebaliknya, Allah menanggapi permintaan dengan rahmat, belas kasihan dan cinta kasih. Allah memberikan apa yang kita perlukan dan yang perlu bagi kita, bukan apa yang kita inginkan. Bapa yang tahu apa yang kita perlukan.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keindahan Perkawinan: Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pegiat dan pengguna media sosial: Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memberi kami hati, seperti Hati Putera dari Bapak Yoseph, untuk mengambil bagian secara tulus dalam membangun Paguyuban Umat Beriman dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s