Yesus Berkuasa Menyembuhkan dan Menyelamatkan

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa XII, 26 Juni 2021
P. S. Yohanes dan Paulus

Kej. 18:1-15; Mzm. MT. Luk. 1:46-47.48-49.50.53.54-55; Mat. 8:5-17

Sahabat misioner terkasih,
Ada tiga peristiwa penyembuhan dalam Injil misa hari ini. Peristiwa pertama, Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira dengan kata-kata, “Aku akan datang menyembuhkannya. … Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Perwira ini mendatangi Yesus dan memohonkan kesembuhan bagi hambanya yang sakit lumpuh. Kerendahan hati si perwira dipuji Yesus dan menunjukkan kesungguhan iman yang dahsyat. Peristiwa kedua, Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sakit demam. Tanpa diminta, Yesus memegang tangan ibu mertua Petrus dan sembuhlah ia dari sakitnya. Ibu itu kemudian melayani Yesus sebagai rasa syukur atas kesembuhannya. Peristiwa ketiga adalah dua tindakan Yesus, yaitu menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan-setan. Orang banyak mendatangi Yesus dengan membawa orang-orang yang kerasukan setan dan sakit. Dengan sepatah kata, Yesus mengusir setan-setan dan menyembuhkan orang-orang yang sakit.

Peristiwa-peristiwa penyembuhan dan pengusiran setan itu menegaskan tiga hal. Pertama adalah Yesus berkuasa menyembuhkan dan menyelamatkan. Ia tidak sekadar pribadi yang ditokohkan, bahkan Ia lebih besar dari tokoh-tokoh leluhur iman Abraham, Ishak dan Yakub, atau para nabi lain. Yesus memiliki kuasa penuh untuk menyembuhkan dan menyelamatkan. Kedua, kesembuhan dan keselamatan adalah kehendak dan tindakan Yesus Tuhan. Hal ini dinyatakan dengan kata-kata Yesus, “Aku akan datang menyembuhkannya”; dengan tindakan Yesus “dipegang-Nya tangan wanita itu”; dan dengan “sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan.” Ketiga, kesembuhan dan keselamatan membutuhkan ikhtiar, kesungguhan dan kerendahan hati manusia. Hal ini ditunjukkan baik oleh perwira, ibu mertua Petrus, maupun orang banyak. Si perwira dan orang banyak berikhtiar mendatangi Yesus dan menunjukkan kesungguhan imannya. Sementara itu, ibu mertua Petrus bangun dan melayani Yesus setelah ia disembuhkan.

Sahabat misioner terkasih,
Sekarang bagaimana dengan kita? Apa yang harus kita lakukan? Sebagai murid-murid Tuhan, kita harus mengembangkan iman yang sehat dan benar akan Yesus Tuhan sang penyembuh dan penyelamat. Iman bisa rentan dan terpuruk tidak sehat bahkan mati kalau tidak dijaga, dipupuk dan dipelihara. Kita menghidupi iman dengan necep sabda Dalem (membaca dan merenungkan Sabda Tuhan), neges karsa Dalem (menyelaraskan diri dengan kehendak Tuhan), dan ngemban dhawuh Dalem (melaksanakan kehendak Tuhan dengan tindakan cinta kasih). Iman pada Yesus adalah iman yang hidup yang berbuah dalam pelayanan. Iman pada Yesus adalah iman yang aktif, bukan iman yang malas. Iman pada Yesus adalah iman yang menyembuhkan dan menyelamatkan karena “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keindahan Perkawinan: Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pegiat dan pengguna media sosial: Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memberi kami hati, seperti Hati Putera dari Bapak Yoseph, untuk mengambil bagian secara tulus dalam membangun Paguyuban Umat Beriman dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s