Jangan Putus Asa, ALLAH Pasti Menolong!

Renungan Harian Misioner
Senin, 05 Juli 2021
P. S. Antonius Maria Zakkaria

Kej. 28:10-22a; Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab; Mat. 9:18-26

Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini mengajak kita untuk merefleksikan kuasa Allah yang memberikan jaminan bagi hidup kita, khususnya ketika kita berada dalam situasi sulit; tanpa harapan, putus asa, dan tidak ada arah dalam hidup kita. Mungkinkah penyertaan Tuhan tepat pada waktunya ketika kita berseru kepada-Nya?

Kisah Yakub dalam bacaan pertama memperlihatkan kecemasan dan ketakutannya akan situasi yang terjadi berkaitan dengan pelariannya setelah mengambil alih hak kesulungan dari saudaranya Esau. Kecemasan juga datang dari pengembaraannya menuju tempat yang sangat jauh, tanpa kepastian apakah ia bisa bertahan melewati gurun dan serangan para penjahat. Bagaimana Yakub memiliki keyakinan bahwa Allah akan memberikan jaminan keselamatan kepadanya? Ia menemukan jawabannya melalui mimpi! Dalam mimpinya, Allah memberikan jaminan kepada Yakub dengan menegaskan kembali janji-Nya kepada Abraham dan Ishak, dan memberikan perlindungan ilahi dari segala kesulitan. Yakub percaya akan apa yang dilihatnya dalam mimpi, kemudian menjadikan batu sebagai alas kepalanya saat tidur sebagai tugu kehadiran Allah yang meneguhkannya dalam situasi sulit. Ia menamainya: Betel, yang berarti Rumah Allah! Yakub juga berjanji bahwa Tuhan akan menjadi Allah baginya jika memberi perlindungan untuknya. Kisah Yakub ini mengajak kita untuk percaya bahwa Allah memberikan jaminan keselamatan kepada kita, ketika kita berada dalam situasi kecemasan dan keputusasaan.

Kisah mukjizat dalam bacaan Injil juga memperlihatkan keyakinan akan kuasa Allah yang menyelamatkan. Kisah perempuan yang mengalami pendarahan menunjukkan keyakinan iman yang teguh, bahwa, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh” (Mat.9:21). Keyakinan iman yang mendalam itu menunjukkan bahwa proses kesembuhan itu juga bisa melewati “media”, jubah yang dikenakan oleh Yesus. Tidak ada kata-kata penyembuhan atau tindakan yang dilakukan-Nya, namun kuasa ilahi yang menyembuhkan itu bekerja melalui sarana yang melekat pada Yesus. Bukan jubah yang menyembuhkannya, tetapi kuasa yang keluar dari diri Yesus sendirilah yang menyembuhkannya. Iman mendatangkan kesembuhan! Yesus kemudian memandang wanita itu dan berkata kepadanya, “Imanmu telah menyelamatkan engkau” (Mat.9:22). Kata-kata Yesus ini semakin meneguhkan imannya dan memberikan harapan baru dalam hidupnya.

Dalam kisah kedua tentang membangkitkan anak seorang pejabat, Yesus datang langsung ke rumahnya. Dia memberi jaminan kepada mereka yang sedang bersedih, bahwa gadis itu tidak mati melainkan tidur saja. Kata-kata Yesus sekali lagi memberikan harapan baru yang meneguhkan mereka ketika mereka berada dalam kesedihan dan keputusasaan. Matius mengisahkan bahwa “Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu” (Mat.9:25). Yesus sebenarnya dapat menyembuhkannya dengan satu kata saja. Dia bahkan tidak perlu pergi ke rumah, seperti Ia lakukan kepada hamba salah satu perwira. Tetapi Yesus ingin memberikan mereka jaminan kesembuhan (kebangkitan) melalui kehadiran dan dukungan-Nya. Ia pun membangkitkan anak itu.

Setelah penyembuhan wanita dengan pendarahan dan membangkitkan putri pejabat, “tersiarlah kabar itu ke seluruh daerah lain” (Mat. 9:26). Peristiwa ini mendatangkan iman bagi yang mengalaminya dan mereka yang menyaksikannya. Mereka menjadi percaya akan kuasa Allah dalam diri Yesus, dan memberikan kesaksian tentang apa yang mereka alami dan lihat.

Apa pesannya bagi kita? Pertama, kita juga membutuhkan jaminan Allah di saat-saat yang berbeda dalam hidup kita; dalam kelemahan kita, khususnya dalam situasi pencobaan dan kesulitan seperti yang kita alami saat ini. Allah tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya berada dalam situasi putus asa, tanpa harapan dalam hidup! Ia selalu hadir pada waktu-Nya! Apakah kita terbuka terhadap kehadiran Allah dan mengikuti apa yang dikehendaki-Nya?

Kedua, Iman menjadi dasar dari perlindungan atau pertolongan ilahi! Kita hendaknya memiliki iman seperti ketiga tokoh dalam bacaan hari ini; Yakub yang percaya akan penyertaan Tuhan, wanita yang mengalami pendarahan dan sembuh hanya dengan menjamah jubah-Nya saja, dan iman seorang pejabat yang mengundang Yesus untuk menyembuhkan (membangkitkan) putrinya. Dengan iman seperti mereka, kita semakin yakin akan jaminan Allah dalam hidup kita yang senantiasa menghadirkan peristiwa-peristiwa ajaib dan mengagumkan bagi kita dalam kehidupan sehari-hari.

Ketiga, kita dipanggil untuk bersaksi! Kita bersaksi tentang kasih Tuhan dalam hidup kita; bagaimana Dia telah bekerja dengan istimewa dalam hidup kita, dan bagaimana Dia telah membantu kita melewati masa-masa sulit hidup kita. Melalui kisah iman kita, kita dapat meyakinkan orang lain bahwa Tuhan juga akan mendengar doa-doa mereka.

(RP. Gabriel Joseph, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s