Bersikap Kooperatif Pada Kehadiran dan Tawaran Keselamatan ALLAH

Renungan Harian Misioner
Selasa, 06 Juli 2021
P. S. Maria Goretti

Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38

Para sahabat misioner yang terkasih: Selamat datang ke dalam Pekan XIV Masa Biasa Tahun B/I hari ketiga.

Pada ketiga hari pertama Pekan XIV ini, sejumlah situasi hidup dikemukakan kepada kita. Pada H1 Pekan XIV ini, situasi hidup yang terjadi adalah ketidakpercayaan Umat Pilihan kepada Allah mereka (Yeh. 2:2-5), situasi di mana Tuhan Allah menguji orang yang diutusnya (2Kor. 12:7-10), dan di mana Umat menolak kehadiran Allah (Mrk. 6:1-6b). Pada H2 dan H3 Pekan XIV ini, situasi hidup yang muncul adalah Umat Allah dalam perjalanan (Kej. 28:10-22 dan 32:22-32) dan situasi di mana Umat Allah dilanda sakit penyakit (Mat. 9:18-26 dan 9:32-38). Menariknya, bahwa di dalam semua situasi hidup tersebut, Tuhan Allah selalu menghadirkan diri-Nya kepada Umat-Nya. Tuhan Allah senantiasa membukakan diri-Nya sebagai Imanuel kepada Umat-Nya, dan siap-sedia untuk bekerja bagi kepentingan hidup Umat-Nya ini

1.Ketidakpercayaan & penolakan
Situasi ketidakpercayaan dan penolakan umat terhadap Allah sama sekali tidak mengurangi atau menghalangi penyertaan-Nya kepada umat itu. Ketika umat melawan dan mendurhakai Allah, Dia tetap mengutus nabi-Nya untuk mengingatkan mereka, bahwa Dia tidak pernah meninggalkan mereka, bahwa nabi-Nya Dia utus ke tengah-tengah mereka (Yeh. 2:2-5). Begitu juga, ketika Yesus tampil dan mengajar di rumah ibadat di kampung halaman-Nya, umat yang mendengarkan pengajaran-Nya, sekalipun takjub namun akhirnya menolak Dia (Mrk. 6:1-6b).

Sekalipun ada ketidakpercayaan dan penolakan, namun sama sekali tidak membatalkan karya Allah dan apa yang hendak dilakukan-Nya bagi umat-Nya. Para Nabi dan Rasul selalu diutus-Nya untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada umat-Nya itu. Tindakan keselamatan selalu ada pada Allah dan ditawarkan kepada umat manusia. Penerimaan atau penolakan, kerjasama atau perlawanan terhadap aksi penyelamatan itu, pada akhirnya adalah pilihan bebas manusia itu sendiri.

2.Ujian, pergumulan hidup dan sakit penyakit
Situasi hidup manusia juga sering diwarnai oleh adanya ujian dan sakit penyakit. Situasi hidup yang demikian ini dialami bukan hanya oleh umat tetapi juga oleh utusan Allah itu sendiri, seperti misalnya Paulus dalam Bacaan II hari Pertama Pekan XIV (2 Kor. 12:7-10).

3.Tanggapan yang tepat terhadap tawaran keselamatan dari Allah
Di dalam situasi di mana terjadi ketidakpercayaan dan penolakan, penyertaan Allah tetap berlaku, tawaran keselamatan dari Allah tetap dan terus-menerus diberikan. Namun tanggapan manusia yang terungkap melalui penolakan dan sikap ketidakpercayaan ini, membawa pengaruh bahwa apa yang sesungguhnya ingin diberikan Tuhan Allah kepada umat-Nya tidak terjadi. Tuhan Allah kita menghargai kehendak bebas umat-Nya, karena itu Dia tidak memaksa bahwa apa yang disediakan-Nya bagi manusia harus diterima. Melalui para nabi dan utusan-Nya, Dia tetap menawarkan keselamatan-Nya ini.

Ketika manusia mengalami ujian, pergumulan hidup dan sakit-penyakit, kita menemukan reaksi yang lebih kooperatif terhadap tawaran keselamatan Tuhan ini. Paulus, si penerima penyataan yang luar biasa dari Allah itu, ketika diuji oleh kehadiran seorang utusan iblis, dia membawa situasi hidup yang dihadapinya itu kepada Tuhan. Paulus berdoa meminta supaya utusan iblis itu disingkirkan dari hidupnya. Ketika berada dalam situasi sulit di mana dirinya sedang diuji, langkah yang ditempuh Paulus adalah melekatkan dirinya kepada Tuhan, bukan menolak atau tidak percaya kepada-Nya. Dan oleh karena kelekatannya kepada Tuhan inilah, Paulus mendapatkan jaminan dari Tuhan, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru di dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2Kor. 12:7-9a).

Di sisi lain, Yakub, yang mengalami penyertaan Tuhan di dalam ziarah hidupnya, juga bersikap kooperatif terhadap Allah. Ia bernazar dan mengucap syukur kepada Tuhan atas pemeliharaan dan penyertaan-Nya, dan menyatakan diri untuk tetap setia kepada Tuhan (Kej. 28:20-22). Selain jaminan penyertaan, Yakub juga diuji oleh Tuhan, yang menghadirkan diri-Nya sebagai seorang asing yang bergulat dengannya. Di dalam ujian ini, Yakub tidak menunjukkan sikap permusuhan. Setelah mengalahkan orang asing ini, Yakub malah meminta berkat orang itu. Lalu, Tuhan Allah yang mengujinya melalui orang asing yang bergulat dengan Yakub, memberkatinya dengan memberikan identitas baru, yakni sebagai Israel, suatu identitas yang menegaskan kelekatan Yakub kepada Tuhan Allah dan janji-Nya.

Ketika seseorang atau sekelompk orang menutup diri terhadap Tuhan, misalnya orang-orang sekampung halaman dengan Yesus, kepada mereka ini kuasa penyelamatan-Nya tidak mendapatkan ruang untuk bekerja. Yesus tidak mengadakan satu mukjizat pun di sana (Mrk 6:5). Sebaliknya, ketika seseorang atau sekelompok orang membuka hati untuk mencari dan menemukan pertolongan kepada Tuhan, kuasa penyembuhan dan pembebasan-Nya langsung bekerja. Pengalaman ini kita jumpai dalam diri orang-orang sakit di kampung halaman Yesus, (Mrk. 6:5), kepala rumah ibadat dan anak perempuannya, (Mat. 9:18-26), dan juga orang bisu-tuli yang kerasukan setan yang dibawa teman-temannya kepada Yesus (Mat. 9:32-38). Demikian, kehadiran & penyertaan Tuhan berikut kuasa penyelamatan-Nya, sudah disediakan Allah bagi manusia, dan siapapun percaya dan yang membuka diri dengan bersikap kooperatif untuk datang kepada-Nya, dialah yang akan mengalami kehadiran dan penyertaan Allah itu sebagai berkat, dan kuasa penyelamatan Allah akan bekerja baginya.

Terima kasih ya Bapa, karena Engkau temah memberikan Yesus Kristus Putera-Mu sebagai Imanuel, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin. (PMG).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s