Menjadi Murid yang Diutus

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa XIV, 10 Juli 2021
P. S. Felisitas

Kej. 49:29-32; 50:15-24; Mzm. 105:1-2,3-4,6-7; Mat. 10:24-33

Yesus mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Allah. Wujudnya adalah menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan-setan. Perutusan ini tidaklah mudah, bahkan berat. Yesus mengumpamakannya seperti domba ke tengah-tengah serigala. Oleh karena itu, dalam Injil hari ini Yesus memberi pesan yang menjadi pegangan dan kekuatan untuk menjalankan perutusan-Nya. Pesan-pesan ini berlaku pula bagi kita, para murid Tuhan Yesus, di zaman sekarang.

Ada empat pesan. Pertama, “Cukuplah bagi seorang murid, jika ia menjadi sama seperti gurunya.” Untuk sama seperti gurunya, seorang murid tidak cukup hanya belajar rajin, tetapi lebih dari itu harus tinggal bersamanya dan membuka hati untuk mau diubah dan dibentuk oleh sang guru. Pesan ini mengundang kita untuk mau terus menerus tinggal bersama Yesus dan mau diubah oleh-Nya. Kita menjadi alter Christus atau Kristus yang lain kalau kita dijiwai oleh-Nya dan menjadikan nilai-nilai hidup Kristus sebagai nilai-nilai hidup kita. Kita menjadikan diri kita sehati-seperasaan dengan Kristus sendiri.

Kedua, “Janganlah takut kepada mereka yang memusuhimu. Takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” Yang berkuasa ini adalah Tuhan sendiri. Kita harus mendidik diri untuk takut akan Tuhan. Takut akan Tuhan berbeda dengan takut akan sesuatu hal. Kalau takut akan sesuatu, kita biasanya akan menjauhi atau menghindarinya. Sebaliknya, takut akan Tuhan justru mendorong kita untuk mendekati-Nya dan selalu berusaha intim dengan-Nya. Semakin dekat dengan Tuhan dan membiarkan diri dikuasai oleh-Nya, kita semakin damai dan tidak takut pada sesuatu pun karena Tuhan akan selalu melindungi dan membimbing kita.

Ketiga, “Kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit.” Kita diciptakan segambar dan secitra dengan Allah. Kita adalah pantulan diri Allah sendiri. Oleh karenanya, kita sungguh berharga di hadapan Allah. Kita disayang dan dicinta oleh Allah. Tidak ada yang lebih bernilai selain kesadaran bahwa kita dicintai Allah sepenuhnya bahkan Ia memberikan Putera-Nya yang tunggal, Yesus Kristus, untuk kita. Seburuk-buruknya kita, serendah-rendahnya kita, Allah tetap menyayangi dan mencintai kita. Di hadapan Allah, kita lebih berharga dari apa pun juga.

Keempat, “Barangsiapa mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku di surga.” Menjadi murid Yesus bukanlah sekedar mempelajari ajaran-ajaran-Nya, lebih dari itu adalah mau menerima Yesus dan bangga menjadi murid-Nya. Menerima Yesus berarti mau selalu membawa-Nya dalam setiap langkah hidup kita. Membawa Yesus berarti mau mewartakan-Nya kepada semakin banyak orang bahwa Yesuslah jalan, kebenaran dan kehidupan. Ia-lah Tuhan dan juru selamat kita. Kalau kita bangga menjadi murid Yesus, Yesus pun bangga terhadap kita yang mau mewartakan kebaikan-Nya melalui kata dan perbuatan kita. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus. Sekarang dan selama-lamanya. Amin**NW

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s