Dalam Kondisi Apapun Percayalah Pada Kehendak ALLAH

Renungan Harian Misioner
Selasa, 20 Juli 2021
P. S. Apolinaris

Kel. 14:21 – 15:1; MT Kel. 15:8-9,10,12,17; Mat. 12:46-50

ANTIPHONA PEMBUKAAN dari KELUARAN 15:10.12: membuka dengan ungkapan iman, bahwa ‘Ruach Allah’ dihembuskan kepada alam semesta demi kepentingan umat Allah. Dalam hal ini bolehlah kita ingat, bagaimana Kej. 1:2 juga menunjukkan, bagaimana Roh Allah sejak awal mula sudah senantiasa melingkupi seluruhnya. Memang ungkapan itu memperlihatkan, bagaimana Allah menjiwai segala sesuatu. Penjiwaan itu akan semakin nampak, ketika beberapa langkah kemudian disebutkan dalam Kej. 2:7, bagaimana Allah “menghembuskan nafas kehidupan kepada manusia”. Roh Allah sejak awal mula diwahyukan kepada orang beriman, sebagai Karunia Ilahi, yang menjiwai ciptaan-Nya.

REFLEKSI: kita semua, umat manusia, tanpa kecuali, senantiasa memperoleh hidup dan dilindungi hidupnya oleh Allah. Ini iman dasar.

BACAAN PERTAMA – KELUARAN BAB 14:21-15:1:
Kalau pada bagian sebelum itu disuarakan keluhan orang-orang Yahudi, yang menyesali kepergian mereka dari Mesir, maka pada bagian ini diperlihatkan, bahwa Allah sejak dini sudah selalu melindungi anak cucu Abraham, bahkan juga melalui alam semesta. Oleh sebab itu, Musa dipaparkan sebagai tokoh iman, yang secara penuh iman mempercayai Allah, yang pasti menyelenggarakan hidup siapa pun yang percaya kepada-Nya; walaupun situasi dan kondisi seolah-olah “tidak menguntungkan”. Namun para Leluhur Israel yakin, bahwa Tuhan sungguh tidak hanya “menguasai alam semesta”, tetapi juga “melingkupi dan melindungi Israel melalui seluruh ciptaan”. Ungkapan itu sesuai juga dengan kisah Penciptaan juga. Perlindungan Allah pada anak cucu Abraham tidaklah terjadi hanya secara kebetulan dengan mekanisma natural, melainkan sungguh dengan “iman sadar dalam umat yang beriman kepada Allah”. Orang yang tidak percaya kepada Allah, tidak akan mendapat perlindungan sebagaimana orang yang percaya kepada-Nya.

REFLEKSI: marilah kita mengajak semua rekan hidup kita dalam masyarakat, untuk sungguh berbakti kepada Tuhan, Pencipta segala sesuatu.

BACAAN INJIL – MATIUS 12: 46-50:
Bacaan ini amat mengesankan dalam hal pengajaran Yesus menunjukkan kepada para murid-Nya “dalam hal apakah sesungguhnya Bunda-Nya mempunyai nilai dari sudut iman di tengah Paguyuban Umat Beriman”. Orang dapat saja memakai ukuran manusiawi, bahwa sebagai ibu Yesus, tentulah orang menghormati Maria. Tetapi Yesus memperdalam penghargaan kepada Maria, dengan menghubungkan Maria kepada Allah, yang ditaati secara menyeluruh oleh Bunda Maria. Dengan demikian tidak mau disangkal jasa Maria mengandung Sang Putera; tetapi seluruhnya memiliki makna terdalam ketika Maria dihubungkan dengan Allah melalui Kehendak-Nya. Sebab Sang Putera juga mempunyai nilai justru karena menaati Kehendak Bapa. Oleh sebab itu, kita juga diundang untuk taat kepada Kehendak Bapa; jangan hanya hal-hal jasmaniah dan ritual saja.

REFLEKSI: Apakah doa Bapa Kami mengingatkan kita selalu pada hubungan kita dengan Allah Bapa yang menghendaki kita menjadi Keluarga Allah? Marilah memohon Roh Kristus untuk menjadi anak-anak Allah yang mencoba menangkap dan melaksanakan Kehendak Allah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

One thought on “Dalam Kondisi Apapun Percayalah Pada Kehendak ALLAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s