Hidup Menurut Kehendak Allah

Renungan Harian Misioner
Rabu, 21 Juli 2021
P. S. Laurensius dr Brindisi

Kel. 16:1-5,9-15; Mzm. 78:18-19,23-24,25-26,27-28; Mat. 13:1-9

Penginjil Matius mengisahkan kepada kita bahwa Yesus mengajarkan banyak hal kepada orang yang datang untuk mendengar dan belajar. Metode pengajaran Yesus sangat sederhana. Dia menggunakan perumpamaan berupa kisah-kisah singkat dan gambaran yang diambil dari kenyataan hidup sehari-hari untuk menyampaikan kebenaran-kebenaran yang tersembunyi mengenai Kerajaan Allah. Ibarat seorang seniman yang terampil, Yesus melukiskan gambar yang menggugah perasaan dengan perkataan-perkataan yang singkat dan sederhana. Yesus menggunakan gambaran-gambaran hidup sehari-hari yang biasa dan alamiah untuk menunjukkan realitas lain yang tersembunyi, namun akan tampak bagi mereka yang mempunyai “mata untuk melihat” dan “telinga untuk mendengar”. Yesus berkomunikasi dengan menggunakan gambaran-gambaran dan cerita-cerita, ilustrasi hidup yang menangkap imajinasi para pendengarnya dengan lebih kuat daripada sebuah presentasi yang abstrak. Perumpamaan-perumpamaan yang disampaikan oleh Yesus ibarat harta terpendam yang menanti untuk ditemukan.

Apa yang hendak dikatakan oleh Yesus mengenai Kerajaan Allah melalui perumpamaan tentang benih dan akar? Petani mana saja pasti bisa membuktikan pentingnya tanah yang baik untuk menyalurkan nutrisi bagi pertumbuhan suatu tanaman dan bagaimana tanaman memperoleh makanan dan air yang dibutuhkannya melalui akarnya. Kitab Suci sering menggunakan gambaran tanaman yang menghasilkan buah atau pohon untuk menyampaikan prinsip hidup rohani dan kematian. “Diberkatikah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan. Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak khawatir dalam tahun kering dan yang tidak berhenti menghasilkan buah” (Yer. 17:7-8).

Perumpamaan Yesus mengenai benih ditujukan kepada para pendengar-Nya. Ada bermacam perbedaan cara orang menerima Sabda Allah dan karena itu mereka akan menghasilkan jenis buah yang berbeda pula. Pertama, ada pendengar yang selalu berprasangka dan memiliki pikiran tertutup. Orang seperti ini tidak dapat diajari karena sikap resistensinya. Kedua, ada pendengar yang dangkal. Mereka gagal untuk memikirkan hal-hal yang diajarkan dan tidak mampu mengolah apa yang sudah masuk ke dalam pikiran mereka. Mereka tidak memiliki kedalaman komitmen. Awalnya mereka menanggapi Sabda Allah dengan reaksi emosional, tetapi ketika ajaran itu berproses, mulai menguras pikiran, mereka dengan mudah menyerah atau pikiran mereka malah beralih ke hal lain.

Tipe ketiga adalah orang yang memiliki banyak minat dan perhatian, tetapi kurang mampu untuk memilah atau memahami apa yang sungguh-sungguh penting. Orang ini terlalu sibuk berdoa atau terlalu asyik belajar dan bermeditasi mengenai Sabda Allah. Mereka lebih cederung berfokus pada gestur, melakukan sesuatu sekadar sebagai gerakan, tanpa mampu mencari makna di baliknya. Mereka berfokus untuk bekerja keras sehingga energi mereka terkuras habis, tak bersisa lagi untuk merenungkan pekerjaan yang mereka lakukan. Kemudian yang terakhir, adalah orang yang yang pikirannya selalu terbuka. Orang ini selalu ingin mendengarkan dan belajar. Mereka tidak pernah terlalu bangga atau terlalu sibuk untuk belajar. Mereka mendengarkan Sabda Allah dengan maksud dan tujuan untuk dapat sungguh-sungguh mengerti. Allah menganugerahkan rahmat kepada orang-orang yang lapar akan Sabda-Nya sehingga mereka mampu memahami kehendak-Nya dan mempunyai kekuatan untuk hidup menurut kehendak Allah.

Apakah kita lapar akan Sabda Allah? Kita hendaknya menjadi orang yang senantiasa lapar akan Sabda Allah serta memiliki pikiran dan hati yang terbuka terhadap Sabda Allah. Kita senantiasa berusaha untuk mendengar Sabda Allah, memahami-Nya dan mengamalkan dalam hidup kita. Hidup kita mesti berakar pada Sabda Allah. Apabila kita tidak berakar pada Sabda Allah, hidup rohani kita akan layu dan mati. Kita tentu merasa sulit dan bahkan merasa gagal untuk menjadi pendengar dan pelaksana Sabda Allah. Namun, kita hendaknya percaya bahwa Allah akan menganugerahkan rahmat kepada kita yang lapar akan Sabda-Nya agar kita mampu memahami kehendak-Nya serta sanggup untuk hidup menurut kehendak Allah. Sabda Allah yang ditaburkan dalam diri kita tak pernah sia-sia atau gagal. Melalui perumpaan tentang benih, Yesus hendak berpesan kepada kita: “Biarpun seluruh karya-Ku tampaknya gagal atau sia-sia di mata sejumlah orang, kalian tidak boleh putus asa. Sebaliknya, kalian seharusnya percaya bahwa akhir karya-Ku akan menggembirakan”.

Marilah kita senantiasa mohon kepada Yesus agar kita dimampukan untuk percaya kepada Sabda-Nya yang adalah jalan menuju kebijaksanaan serta senantiasa merenungkan rencana ilahi-Nya agar kita bertumbuh dalam kebenaran. Semoga Tuhan Yesus membuka mata kita untuk melihat benih Kerajaan Allah dan membuka telinga kita agar kita mendengar suara panggilan-Nya sehingga kita dapat memahami kehendak-Nya dan hidup menurut kehendak Allah.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s