Tugas Perutusan Harus Mengalir dari Relasi dengan ALLAH

Renungan Harian Misioner
Selasa, 03 Agustus 2021
P. S. Stefanus I

Bil. 12:1-13; Mzm. 51:3-4,5-6a, 6bc-7,12-13; Mat. 14:22-36

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang

Para sahabat misoner yang terkasih: Shalom!
Ziarah hidup kita pada hari ini memasuki Hari Pertama Pekan XVIII, Tuhan Allah menghadapkan kepada kita, Umat-Nya, berbagai pilihan hidup. Pertama: kepada Umat Israel, yang sewaktu mengalami beratnya perbudakan dan kerja paksa di Mesir, yang berteriak minta tolong kepada-Nya, Allah mengirimkan Musa untuk membawa mereka keluar dari sana menuju ke Tanah Terjanji. Namun ketika Israel harus melewati padang gurun dan mengalami lapar dan haus, mereka protes kepada Allah melalui Musa, dan ingin kembali ke Mesir (Kel. 16:2-3). Jawaban Allah terhadap tingkah-laku Israel ini, adalah menyediakan daging dan roti serta air, guna mendukung perjalanan Umat-Nya itu menuju ke Tanah Terjanji (Kel. 16:4. 12-15). Terjadi pergerakan umat, yang “berpaling dari Allah,” namun kesetiaan di pihak Allah, untuk mewujudkan rancangan keselamatan-Nya bagi Israel itu, tidak Dia batalkan tetapi tetap Dia lanjutkan. Kedua: secara rohani, Rasul Paulus menggambarkan sikap umat yang berpaling dari Allah dengan mengutamakan “makanan yang fana” sebagai sikap “manusia lama” yang terbelenggu oleh kematian (Efesus 4:17. 22). Sementara sikap umat yang membuka diri untuk menyambut penyelenggaraan ilahi, yang terus-menerus diberikan kepada mereka, digambarkannya sebagai “sikap hidup manusia baru” yang mengarah kepada kehidupan kekal di dalam Allah (Efesus 4:24). Ketiga: kesetiaan Allah untuk mewujudkan keselamatan yang Dia rancang bagi umat-Nya itu, mencapai puncak-Nya ketika Dia memberikan Putera-Nya sebagai “Roti Hidup” bagi umat-Nya, (Yoh. 6:32-35).

Pada hari ketiga Pekan XVIII hari ini, kepada orang-orang yang berpaling kepada-Nya, Tuhan Allah melaksanakan “tindakan pemurnian” dengan maksud untuk menjaga mereka dari kecenderungan yang melawan rencana dan kehendak-Nya. Selain Musa, yang diberi-Nya mandat istimewa untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir menunju Kanaan, ada kelompok para imam dan para nabi yang ikut terlibat dalam memimpin umat Israel ini. Harun dan Miryam mewakili kedua kelompok ini menghadap Musa untuk menyampaikan keberatan tentang kehidupan pribadinya. Sesungguhnya protes yang mereka sampaikan ini, bukan demi lancarnya karya penyelamatan Tuhan Allah atas Israel yang dipimpin oleh Musa, melainkan dari sikap iri hati hingga mereka menggugat tugas yang Tuhan berikan kepada Musa. Kata mereka, “Benarkah Tuhan bersabda dengan perantaraan Musa saja…” (Keluaran 12:2a). Tindakan pemurnian yang dilakukan oleh Tuhan terkait kasus ini, adalah menegaskan tentang relasi khusus yang ada antara diri-Nya dengan Musa”. (Keluaran 12:4-8). Karena relasi yang khusus dan istimewa ini, maka protes terhadap Musa dilihat juga sebagai perlawanan terhadap Allah. Karena berburuk sangka dan iri kepada Musa inilah, maka Harun ditegur oleh Tuhan dan Miryam kena kusta (Keluaran 12:9-10). Ketika menyadari kesalahan mereka, Harun meminta Musa untuk memohonkan penyembuhan bagi Miryam, dan Musa lalu memohon supaya Allah menyembuhkan saudarinya itu (Keluaran 12:11-13).

Dalam Injil, tindakan pemurnian yang dilakukan Yesus kepada semua yang berbondong-bondong mencari diri-Nya, ialah supaya mereka tidak hanya mencari makanan yang fana tertapi juga mencari makanan yang dapat tahan sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 6:26-27). Dan kepada para murid-Nya, Yesus mengajarkan bahwa tugas-pelayanan kepada manusia, karena tugas itu diterima dari Allah, maka harus tugas tersebut harus dilengkapi dengan menyediakan waktu khusus bagi perjumpaan dengan Tuhan melalui doa dan refleksi, (Matius 14:22-23. Markus 1:35. 6:31-32. Lukas 4:42. 5:16).

Buah permenungan kita dari Firman Tuhan hari ini, adalah bahwa ketika seseorang berpaling dari Allah, orang itu akan masuk ke dalam cara hidup yang membawanya kepada kebinasaan. Sebaliknya ketika seseorang berpaling kepada Allah, dirinya akan mengalami bahwa pada Tuhan ada kehidupan, ada pengampunan, ada penyembuhan dan pemurnian hidup. Dan sebagai orang-orang yang memberikan diri guna melaksanakan karya penyelamatan Allah bagi umat-Nya, kita belajar dari Musa dan dari Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa tugas-pelayanan kita harus dibarengi dengan hidup doa yang tetap, bahwa hubungan dengan manusia harus mengalir dari hubungan dengan Allah. Sebab hanya dengan kuasa dan rahmat Allah itulah kita mampu mengalirkan kuasa penyembuhan, pengampunan, kasih dan pertolongan Allah kepada sesama manusia. Situasi khusus karena Pandemi Covid-19 ini, juga menyediakan bagi kita peluang untuk lebih sering berpaling kepada Allah, dalam doa bersama di lingkup keluarga, sehingga dengan itu keluarga-keluarga Umat Allah boleh bertumbuh menjadi “Kemah Pertemuan dengan Allah,” atau menjadi “Gereja di dalam setiap rumah-tangga Katolik”. Amin [RMG].

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja: Marilah kita berdoa bagi Gereja, agar menerima dari Roh Kudus, rahmat dan kekuatan untuk memperbarui dirinya dalam cahaya Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menanggulangi masalah rasialisme: Semoga pemerintah dikaruniai kejernihan hati dan pikiran dalam membimbing masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu perbedaan sosial, budaya dan ras yang mudah meledak. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami menyertai Santo Yoseph untuk memperoleh Roh Kerendahan Hati, agar dalam kemerdekaan sejati dapat menyerahkan diri kepada Kehendak-Mu. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s