Tuhan, Saya Tidak Pantas…

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 21 Agustus 2021
P. S. Pius X

Rut. 2:1-3,8-11;4:13-17; Mzm. 128:1-2,3,4,5; Mat. 23:1-12

Paus Pius X dari awal abad 20 ini adalah anak desa, yang langkah demi langkah menuju imamat. Dia dikenal sebagai Paus, yang mendorong umat, sejak dini mencintai Tuhan Yesus Kristus, dalam Sakramen Ekaristi. Sebenarnya, dia juga dikenal sebagai Paus yang mengajak umat lebih berbakti kepada St. Yusuf, yang memberi makan-minum serta pendidikan kepada Kanak-kanak Yesus.

BACAAN PERTAMA – RUT 2:1-3.8-11.4:13-17:
Bacaan yang dipotong-potong dari Kitab Rut ini berkisah mengenai cinta “orang asing” kepada mertuanya (Yahudi) dan memeluk iman akan Allah serta kemudian ikut masuk Israel, serta menjadi leluhur dari Daud, yang menurunkan “Anak Daud,- Messias”. Sesudah mendampingi Naomi, mertuanya, Rut bekerja di ladang Boas, serta selanjutnya menjadi isterinya. Dari perkawinan itu lahirlah Obed, yang merupakan ayah Isai. Isai inilah yang dikisahkan sebagai “pokok” yang diceritakan bersemi Daud. Nas ini memperlihatkan lagi ‘perempuan’ yang menerbitkan ‘penyelamat’, walaupun di zaman itu, kultur terbiasa meletakkan keselamatan dipegang oleh lelaki. Andaikatalah Rut bertindak seperti Orpa (menantu Naomi yang lain) untuk meninggalkan mertua, ketika Naomi meneruskan perjalanan masuk Tanah Terjanji, maka perkawinan Boas dan tidak akan terjadi. Betapa Rut mempunyai peran penting dalam Sejarah Penyelamatan.

REFLEKSI KITA: Tuhan menentukan siapa pun juga untuk mengambil bagian dalam Sejarah Penyelamatan-Nya. Apakah kita siap untuk ikut mengambil bagian dalam Ladang Tuhan dan Karya Penyelamatan-Nya? Juga sekarang dan dalam peran apa pun juga? Situasi dan kondisi sulit, seperti di masa wabah ini, bukanlah hambatan bagi Allah, untuk mengikutsertakan siapa dan apa pun juga sesuai dengan Karya Penyelamatan-Nya.

BACAAN INJIL – MATIUS 23:1-12:
Pada hari Pesta Paus Pius X, pilihan bacaan malah berbicara mengenai “tempat yang tak paling tinggi, melainkan terendah”. Memang anak desa yang jadi Paus Pius X ini, menjadi amat terhormat, karena banyak hal; khususnya karena ia disebut “Rasul Ekaristi”. Dialah yang mendorong umat menyambut Sang Kristus, melalui Sambut Komuni sedini mungkin. Matius dipersilakan menceritakan sikap Tuhan Yesus, yang mendorong umat untuk tidak mencari “tempat terhormat” dalam persekutuan Keluarga Allah; melainkan tempat yang “terendah”. Sebab, yang membawa keselamatan memang Allah, yang melibatkan umat dalam Karya-Nya,- seperti nampak dalam Rut yang jadi pekerja di ladang dan seperti para peserta pesta yang biasa. Komuni Kudus, merupakan wujud materiil yang amat sederhana, namun merupakan ungkapan Kehendak Sang Kristus, yang ingin menyatu dengan umat-Nya, dengan disantap, menjadi bagian tubuh Sahabat-Nya. Memang, kita semua bernilai bukan karena jasa kita, melainkan karena cinta Tuhan.

REFLEKSI KITA: sejauh manakah kerendahan hati merupakan keutamaan yang kita junjung tinggi? Dalam kaitan itu, bagaimanakah kita memuliakan Perayaan Ekaristi dalam hidup pribadi dan keluarga kita serta jemaat bersama? Juga di mana Ekaristi virtual, sungguhkah kita berbakti kepada Tuhan Yesus, yang ingin menyatu dengan kita dalam Perayaan Ekaristi. Bagi Tuhan, tanda dan sarana (Sakramen) dapat menjadi ungkapan kasih-Nya kepada kita secara pribadi, keluarga, paroki, Gereja kita. “Ya Tuhan, saya tidak pantas, kalau Engkau datang kepadaku. Namun katakanlah sepatah kata saja, maka saya akan pantas”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja: Marilah kita berdoa bagi Gereja, agar menerima dari Roh Kudus, rahmat dan kekuatan untuk memperbarui dirinya dalam cahaya Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menanggulangi masalah rasialisme: Semoga pemerintah dikaruniai kejernihan hati dan pikiran dalam membimbing masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu perbedaan sosial, budaya dan ras yang mudah meledak. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami menyertai Santo Yoseph untuk memperoleh Roh Kerendahan Hati, agar dalam kemerdekaan sejati dapat menyerahkan diri kepada Kehendak-Mu. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s