Cinta Pada Sesama, Bakti Pada ALLAH

Renungan Harian Misioner
Jumat, 20 Agustus 2021
P. S. Bernardus

Rut. 1:1,3-6,14b-16,22; Mzm. 146:5-6,7,8-9a,9bc-10; Mat. 22:34-40

SANTO BERNARDUS, ABBAS DAN PUJANGGA GEREJA: Kalau Anda pernah mengenal para Trappis (di Biara Trappist, dekat Temanggung atau Lamanabi di NTT) atau para Trappistin (Biara Gedono, dekat Salatiga), maka St. Bernardus, yang dirayakan hari ini merupakan Tokoh Agung mereka, karena dia membaharui biara. Selain itu, Bernardus mempunyai devosi kuat kepada Santa Perawan Maria.

BACAAN PERTAMA – RUT 1:1.3-6.14B-16.22:
Kisah Rut dapat melukiskan cinta seorang menantu kepada mertua; tetapi muaranya adalah “Allahmu adalah Allahku” (ucapan Rut). Awalnya adalah suatu keluarga Elimelekh dengan Naomi, isterinya, dan dua anaknya bersama menantu (Orpa dan Rut). Naomi ditinggal sendirian, ketika suami dan kedua anaknya dipanggil Tuhan, meninggal. Orpa pulang ke suku dan kepercayaan aslinya; Naomi bersatu dengan mertua, karena cintanya kepada keluarga dan baktinya kepada “Allah”. Dalam kisah ini bakti manusiawi berpadu dengan bakti ilahi. Seyogianya, kedua hal itu kita endapkan bila merenungkan bacaan ini.

REFLEKSI KITA: cinta keluarga bersatu padu dengan bakti kepada Allah sehingga pada masa ini pun selayaknyalah kita bertanya, apakah Allah tetap kita beri bakti, mengatasi segala dukacita manusiawi, bahkan maut sekalipun? Pada masa seperti sekarang, banyak orang tergoda untuk sangsi, apakah Allah akan “segera membebaskan kita dari wabah”, ataukah akan berkepanjangan. Seperti Rut, kita dipanggil untuk setia kepada Allah. Hidup di biara kontemplatif, seperti Bernardus, menuntut kesetiaan dan ketekunan iman. Namun kesetiaan dan ketekunan iman menjangkau mengatasi batas tembok biara seperti Rowoseneng, Gedono dan Lamanabi.

BACAAN INJIL – MATIUS 22: 34-40:
Di balik perselisihan antara Yesus dengan tokoh-tokoh Yahudi tersembunyi dua diskusi, yaitu, urusan manusiawi dan urusan ilahi. Ada soal mengenai kepercayaan mengenai hidup abadi dan cara untuk menemukan Kehendak Allah dalam Taurat, yang sering bernada amat yuridis-legal. Perbincangan mereka berkaitan dengan “perintah utama”: dapat dipandang sekadar pembicaraan tentang hal etis atau susila saja; tetapi oleh Yesus dibawa masuk ke dalam intisari hidup batiniah. Di balik kehidupan duniawi tersimpan hidup ilahi. Kita dapat memperhatikan hidup para biarawan/wati Trappist: penuh dengan kesibukan materiil, mengurus alam dan hewan namun juga dengan doa yang tekun sekali. Dalam hidup mereka itu, kontemplasi akan hidup harian menyatu dengan kontemplasi akan Injil Suci. Hal serupa pulalah yang dipaparkan bagi kita. Oleh sebab itu, cinta kasih kepada sesama manusia berpadu dengan cinta kasih Ilahi. Latar belakang itulah pula, yang mendasari partisipasi Bernardus pada ajakan-ajakannya agar umat ikut serta membela perjuangan bagi Tanah Suci: Tanah, tempat cinta Allah terwujud dalam cinta selama Yesus melayani keluarga, sahabat-sahabat dan orang banyak. Undangan itu masih berlaku bagi kita zaman sekarang: cinta kasih Ilahi dapat diwujudkan dalam kita mendampingi saudara-saudara kita yang sakit dan menderita.

REFLEKSI KITA: seberapa jauhkah kita telah mengungkapkan cinta kasih Allah dalam pelayanan kita bagi saudari/a kita yang sakit, menderita, tersingkir dan tersendirikan?

DOA KITA: Santo Bernardus, doakan kami untuk dapat mengungkapkan iman dalam hidup pribadi dan hidup bersama sesama, khususnya orang yang sakit dan menderita serta tersisih.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja: Marilah kita berdoa bagi Gereja, agar menerima dari Roh Kudus, rahmat dan kekuatan untuk memperbarui dirinya dalam cahaya Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menanggulangi masalah rasialisme: Semoga pemerintah dikaruniai kejernihan hati dan pikiran dalam membimbing masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu perbedaan sosial, budaya dan ras yang mudah meledak. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami menyertai Santo Yoseph untuk memperoleh Roh Kerendahan Hati, agar dalam kemerdekaan sejati dapat menyerahkan diri kepada Kehendak-Mu. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s