TUHAN Tahu Kemampuan Kita

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 28 Agustus 2021
P. S. Agustinus

1Tes. 4:9-11; Mzm. 98:1,7- 8,9; Mat. 25:14-30

Misi:
Berjuang untuk hidup dengan cara mengembangkan bakat dan semua anugerah yang kita terima adalah suatu panggilan serta tanggung jawab iman yang harus dilaksanakan secara serius demi membangun semangat saling memgasihi.

Para sahabat misioner yang terkasih dalam Kristus. Rasul Paulus melalui surat pertamanya mengajak komunitas beriman di Tesalonika untuk melihat makna terdalam dari suatu pekerjaan. Artinya, tindakan saling mengasihi tidak memberi peluang kepada orang lain untuk hidup santai tanpa meningkatkan semangat berjuang dan bekerja sesuai kemampuannya demi hidup.

Sementara pada Injil Matius hari ini, Yesus mengedepankan suatu perumpamaan bagi para pengikut-Nya, mengenai talenta yang diberikan kepada setiap orang yang dipercayakan tuannya. Talenta itu harus dilipatgandakan, dikembangkan dan menghasilkan keuntungan serta menghantar pada sukacita.

Sangat bisa dipastikan bahwa tuan itu mengetahui kemampuan ketiga hambanya, sehingga dia memberi dalam jumlah yang berbeda, dengan tujuan agar ketiganya mengembangkan dan menggandakan sesuai dengan kemampuan mereka.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, tidak sedikit orang membutuhkan pertolongan, namun tidak sedikit orang yang hanya diam, pasif tanpa semangat juang untuk menjamin hidupnya. Di sinilah seruan Rasul Paulus menjadi materi uji spiritualitas bagi Jemaat di Tesalonika.

Nilai dan makna terdalam dari sebuah pekerjaan dan perjuangan disentil olah Yesus. Yesus mau menekankan bahwa siapapun telah diberikan berbagai anugerah, bakat (talenta), dalam jumlah yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Maka tugas serta tanggung jawab kita adalah mengembangkan dan melipatgandakan hasilnya. Hasil yang terus meningkat, keuntungan yang memuaskan hanya dapat diperoleh melalui ketekunan, kerja keras serta perjuangan yang tulus tanpa merugikan orang lain.

Para sahabat misioner yang terkasih, Yesus tidak menghendaki agar kita menjadi pribadi yang pasif, tanpa kreatif hanya mengharapkan belas kasihan orang lain yang bersedia membantu kita setelah mereka berjuang untuk meraih kesuksesan dalam karya mereka.

Sebagai pengikut Kristus, keberhasilan dalam karya melalui cara yang benar, jujur dan adil merupakan suatu tindakan, tanggung jawab serta kewajiban iman untuk meraih sukacita, dan masuk ke dalam kegembiraan yang disediakan Tuhan. Merenungkan dan mencermati perumpaan yang disampaikan Yesus, hendaknya kita menyadari bahwa kita sedang digugat bahkan diminta pertanggungjawaban atas semua bakat, talenta, keterampilan yang telah dipercayakan kepada kita.

Di tengah situasi pendemi ini bakat, keterampilan, dan berbagai kemampuan yang kita miliki walau dalam ukuran dan kualitas yang berbeda, kita dituntut untuk menjadi pribadi yang kreatif, aktif dan penuh ketekunan menggunakan semua kemampauan yang ada demi mencapai kesejahteraan dan kegembiraan.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, hari ini Yesus mengajak kita juga untuk mengoreksi diri mengapa kita sering gagal dan mengapa pengetahuan serta keterampilan yang kita miliki tidak mampu kita kembangkan demi kesejahteraan kita?

Mari kita belajar bersama agar tidak mudah menyerah, melainkan sangat peduli kepada anugerah dan bakat kita untuk meningkatkan kesejahteran. Dengan hasil pekerjaan kita yang memuaskan menjadi suatu kekuatan dan saran bagi kita umtuk semakin dekat dengan Allah dan terbukalah mata dan telinga iman kita untuk membantu orang lain dalam semangat Cinta Kasih Kristus.

Jika kita sungguh mengembangkan anugerah yang diberikan Tuhan maka kita akan mengalami kegembiraan dan kasih Tuhan serta membawa sesama untuk mengalami BETAPA TUHAN ITU BAIK. Tuhan tahu kemampuan kita, mari kita membangun dunia dan gereja melalui berbagai anugerah yang kita miliki. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja: Marilah kita berdoa bagi Gereja, agar menerima dari Roh Kudus, rahmat dan kekuatan untuk memperbarui dirinya dalam cahaya Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menanggulangi masalah rasialisme: Semoga pemerintah dikaruniai kejernihan hati dan pikiran dalam membimbing masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu perbedaan sosial, budaya dan ras yang mudah meledak. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami menyertai Santo Yoseph untuk memperoleh Roh Kerendahan Hati, agar dalam kemerdekaan sejati dapat menyerahkan diri kepada Kehendak-Mu. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s