Salib Suci Tanda Penebusan

Renungan Harian Misioner
Selasa, 14 September 2021
Pesta Salib Suci

Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 2:6-11; Yoh. 3:13-17

Dalam suatu kesempatan saya pernah membaca sebuah artikel ekonomi tentang perhiasan paling populer di dunia yang merujuk pada liontin salib. Liontin salib menjadi sangat populer penggunaannya dan paling banyak dibeli dan digunakan di seluruh dunia bahkan mengalahkan liontin berbentuk hati yang melambangkan cinta atau liontin inisial nama yang juga populer. Jika Anda memperhatikan para atlet olimpiade Tokyo 2021 bahkan beberapa olahragawan dunia, pada umumnya kita menemukan liontin salib ini menghiasi leher mereka. Para pebulutangkis tanah air juga sering memakainya bahkan pada saat pertandingan. Baru-baru ini saya juga menyaksikan juara tenis wanita dalam US Open 2021, seorang wanita muda umur 18 tahun, Emma Raducanu menggunakan 2 liontin salib berbeda pada saat pertandingan dan pada saat penerimaan piala.

Data di atas membawa saya pada ingatan masa lalu yang berhubungan dengan liontin salib ini. Pertama, kenangan waktu Sekolah Menengah Pertama. Teman saya sewaktu selesai Misa sekolah pada hari Jumat pertama mampir ke toko rohani di paroki dan membeli rosario. Saya kemudian bertanya karena teman saya ini bukan seorang Katolik, mengapa dia membeli kalung rosario. Jawaban teman saya sederhana saja, “Saya suka bentuk dari rosario ini dan saya suka memakainya apalagi liontin Salibnya kelihatannya bagus”.

Kedua, pengalaman saya membayar di kasir dari sebuah rumah makan. Kebetulan kasirnya ini memakai kalung rosario yang digantungkannya pada lehernya meskipun saya hanya melihatnya sebagian saja karena ia memasukkannya di dalam bajunya. Spontan saja saya bertanya kepadanya, “Kamu anak OMK dari mana?” Seketika orang ini mengetahui maksud dari pertanyaan saya dan langsung menjawab, “Saya bukan orang Katolik, Pak. Saya dari gereja lain. Teman-teman saya memang banyak orang Katolik?” Lalu karena penasaran, Saya bertanya lagi, “Mohon maaf, saya kira kamu OMK karena saya melihatmu memakai Rosario?” Spontan dia tersenyum dan menjawab, “Suka saja pakainya. Rasanya teduh dan terlihat lebih keren”.

Pengalaman saya yang ketiga, juga hampir mirip dengan pengalaman yang kedua. Dalam suatu forum saya menyempatkan diri bertanya kepada salah seorang tim diskusi yang belum saya kenal dengan baik, “Rosarionya bagus saudara, beli di mana?” Kemudian dia menjawab, “Saya beli dari teman. Kebetulan dia jual dan memang bagus”. Kemudian saya bertanya lagi asal parokinya karena dalam pikiran saya, rosario tentu identik dengan kekatolikan. Lagi-lagi dia bukan seorang Katolik yang memakai rosario hanya karena terlihat indah, cool dan membuat si pemakainya kelihatan lebih keren dan religius.

Dari pengalaman ini saya kemudian yakin bahwa patutlah liontin salib menjadi populer di seluruh dunia. Namun dalam kesempatan perayaan Pesta Salib Suci pada hari ini kita sesungguhnya diajak untuk kembali merenungkan arti dan makna Salib Kristus bagi kehidupan kita masing-masing. Salib Kristus bukan hanya sekadar aksesoris yang menempel di dinding-dinding rumah kita, yang menggantung di leher kita, yang mengantung di dalam mobil kita ataupun yang kita letakkan di sudut-sudut ruang dari rumah kita. Harusnya kita semakin disadarkan bahwa kita yang telah terpagut oleh dosa-dosa kita, kini telah diselamatkan oleh Salib Kristus yang menebus kita. Begitu besarnya kasih Allah kepada kita hingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Maka Salib seharusnya tidak hanya sekadar perhiasan saja namun harus mengubah hidup kita masing-masing.

Mari kita semakin menghayati Salib Kristus bagi hidup kita. Kesempatan itu selalu datang dalam setiap doa di mana kita mengawalinya dengan tanda kemenangan kita. Apalagi ketika kita berdoa dalam devosi Jalan Salib, dan setiap kali di awal peristiwa, kita menyebut doa sebagaimana yang diucapkan oleh St. Fransiskus Asisi dengan madah yang luar biasa indah, “Kami menyembah Dikau ya Tuhan dan bersyukur kepada-Mu, sebab dengan Salib Suci-Mu Engkau telah menembus dunia”. Empat belas kali kita berlutut seraya mengucap syukur dan bermohon agar kita pun diubah menjadi seperti Kristus yang memiliki cinta yang luar biasa. Jika liontin Salib mengalahkan kepopuleran liontin hati yang melambangkan cinta, itu karena pada Salib sudah termuat dan terkandung lambang cinta yang lebih besar, lambang cinta sejati yang berkorban sehabis-habisnya bagi kita. Selamat Pesta Salib Suci.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gaya hidup yang ramah lingkungan: Kita berdoa agar kita semua bisa membuat keputusan yang berani untuk gaya hidup yang sederhana dan ramah lingkungan, bersukacita bersama orang muda kita yang dengan tegas berkomitmen dengan hal ini. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Mereka yang tertekan masalah ekonomi: Semoga mereka yang tertekan oleh masalah ekonomi bisa menemukan usaha-usaha baru yang bisa menjadi sumber nafkahnya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mengarahkan sejarah hidup kami seperti sejarah hidup Santo Yoseph, yang Kau bimbing menyatu dengan para Leluhurnya, sebagaimana nampak dalam Alkitab. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s