Misi: Membela Martabat Manusia

Hari ke-14
Kamis, 14 Oktober 2021
Peringatan : S. Kalistus I

Bacaan : Rm. 3:21-30
Injil : Luk. 11:47-54

Misi: Membela Martabat Manusia

“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”
(Rm. 3:23-24)

Surat Apostolik Patris Corde: Bapa yang penuh kerahiman seperti dalam perumpamaan Yesus (bdk. Luk. 15:11-32): datang untuk menjumpai kita, memulihkan martabat kita, membuat kita kembali berdiri tegak dan bersukacita bagi kita, dengan motivasi bahwa “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (ay. 24).

Pada mulanya, Allah menciptakan manusia secitra dengan-Nya. Martabat manusia luhur, mempunyai citra dan rupa Allah: sangat baik adanya. Allah begitu mengasihi manusia, namun akibat dosa yang dibuat oleh Adam dan Hawa, akhirnya relasi manusia dan Allah berubah. Manusia menjauh dari Allah karena dosa.

Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus menuliskan bahwa Yesus Kristus telah ditentukan Allah menjadi jalan perdamaian karena iman, dalam darah-Nya. Allah telah memberikan Putra-Nya Yesus untuk menebus dosa umat manusia. Cinta Allah ini, sungguh nyata, bukti bahwa Allah mencintai manusia ciptaan-Nya. Ia ingin agar manusia memperoleh hidup penuh sukacita dalam persekutuan dengan-Nya. Allah telah membebaskan, memulihkan martabat manusia dari segala dosa. Lalu, apa balasan yang dapat kita lakukan? Sebagai ciptaaan Allah, yang serupa dengan-Nya, kita pun wajib untuk ikut ambil bagian dalam membela martabat manusia atau sesama kita. Bagaimana caranya? Kita bisa mengasihi sesama, dengan berlaku baik, adil, menolong dan memperhatikan yang lebih membutuhkan. Saling menghargai, jujur dan menjaga sopan santun satu dengan yang lainnya, sebagaimana kita memperlakukan diri kita baik, begitu juga kita bersikap pada orang lain. Allah yang telah mengasihi kita lebih dahulu, maka selayaknyalah kita pun mengasihi sesama kita. Apa yang kita terima dari Allah, kita teruskan kepada orang lain, agar terciptanya kasih, damai dan sukacita seperti yang Allah kehendaki.

Dalam injil hari ini, Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, yang berlaku tidak adil. Mereka telah mengambil kunci pengetahuan, tapi mereka tidak melakukannya, sementara ketika ada yang ingin masuk, mereka justru menghalang-halangi. Hal ini sungguh membuat Tuhan Yesus menjadi marah dan mengecam mereka karena mereka tidak membela martabat manusia lain.

Tuhan Yesus telah memberikan contoh bagaimana sosok Allah, baik dalam pengajaran dan tindakan-Nya. Allah itu penuh belas kasih, penuh kerahiman seperti dalam perumpamaan Yesus (Luk. 15:11-32). Ini juga ditekankan dalam Surat Apostolik Patris Corde: Bapa yang penuh kerahiman seperti dalam perumpamaan Yesus (bdk. Luk. 15:11-32): datang untuk menjumpai kita, memulihkan martabat kita, membuat kita kembali berdiri tegak dan bersukacita bagi kita, dengan motivasi bahwa “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (ay. 24).  Itulah cinta kasih Allah yang sejati. Sebuah kerinduan Allah agar kita hidup bersatu dalam persekutuan kasih-Nya, sehingga sukacita menjadi penuh. 

Misi: Sejak semula Allah menciptakan semua baik adanya. Karena dosa, kita terpisah dengan Allah, tapi karena kasih-Nya kita dipulihkan. Kita bersyukur atas anugerah-Nya dan diutus membela martabat yang dikaruniakan-Nya itu.  (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA TERANG

  1. Yesus dibaptis di sungai Yordan
    “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat. 3:16-17)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi diri kami di Benua Asia. Semoga sebagai umat Kristiani melalui pembaptisan yang Engkau anugerahkan kepada kami, dapat menjadikan kami saksi-saksi iman. Mampukanlah kami untuk tampil membawa damai sejahtera di mana pun kami berada, terutama dalam kehidupan beragama yang majemuk di benua kami ini. Semoga kami selalu menyadari tugas perutusan kami melalui rahmat baptisan, untuk menjadi jembatan persaudaraan dan persatuan bukan hanya di kalangan umat yang seiman, namun juga di antara sesama yang tidak mengenal dan percaya pada-Mu. Ajari kami menggunakan bahasa kasih dalam dialog antaragama dan selalu bersukacita dalam hidup kami, sehingga terang Injil dapat bersinar di dunia ini. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menyatakan diri-Nya pada pesta perkawinan di Kana
    “Atas permintaan Maria, bunda-Nya, Yesus mengatasi kekurangan anggur. Hal itu dilakukan Yesus […] sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yoh. 2:11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Oceania-Australia. Dalam segala kekurangan dan keterbatasan hidup yang dialami saat ini, kami percaya bahwa Engkau selalu tahu dan peduli pada umat-Mu. Seperti halnya Yesus, Putera-Mu mengatasi kekurangan anggur dan membuat mukjizat pada waktu itu, kami pun yakin bahwa segala kekurangan hidup kami saat ini akan Engkau lengkapi dengan cinta dan belas kasih-Mu. Angkatlah semua kekhawatiran dan keraguan di hati setiap umat-Mu di Benua Australia-Oceania. Mampukanlah setiap hati untuk teguh percaya bahwa pada waktunya nanti Engkau akan menyatakan kemuliaan-Mu, yang sanggup mengatasi segala masalah dan kesulitan di dunia. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan
    “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu.” (Mat. 4:17.23)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Eropa. Panggilan pertobatan yang Yesus serukan di seluruh Galilea, semoga juga menggaung di seluruh Benua Eropa. Jamahlah setiap hati yang telah dingin dan jauh dari pada-Mu. Mendekatlah dan biarkan setiap jiwa kembali bersekutu dengan-Mu. Semoga para pewarta iman di Benua Eropa tetap tekun memberitakan Injil, Kabar Sukacita dan keselamatan hingga ke pelosok-pelosok benua. Sehingga jiwa-jiwa yang telah hilang dapat kembali menemukan jalan untuk pulang kepada-Mu, dan menyadari bahwa Engkau lah satu-satunya Jalan, Kebenaran dan Hidup. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menampakkan kemuliaan-Nya
    “Yesus berubah rupa di sebuah gunung yang tinggi. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah bersabda kepada tiga rasul Yesus, ‘Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.” (Mat. 17:2.5)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Amerika. Semoga mereka yang telah berjumpa dengan Yesus Kristus dalam kehidupan mereka sehari-hari dan mampu melihat kemuliaan-Nya, dapat menjadi saksi-saksi iman yang handal dan militan. Tak goyah dan gampang putus asa menghadapi zaman modernisasi ini, yang seringkali membuat manusia menjadi arogan dan menyangkali keberadaan-Mu sebagai satu-satunya Pencipta dan Penguasa dunia dan akhirat. Semoga setiap telinga di Benua Amerika Engkau jamah sehingga mau mendengarkan Firman Putera-Mu, melalui Injil yang diberitakan para saksi. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus menetapkan Ekaristi
    Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata, “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka. Ia berkata, “Inilah darah-Ku yang ditumpahkan bagi banyak orang.” (Mrk. 14:22-24)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi umat-Mu di Benua Afrika. Melalui Ekaristi Yesus memberikan contoh bagaimana seharusnya mengucap syukur untuk segala yang telah Engkau berikan, dan mewujudkan syukur itu bukan hanya melalui doa atau ucapan saja, melainkan juga dengan membagi-bagikan apa yang dimiliki kepada orang lain. Semoga semangat berbagi ini dapat hidup dan tumbuh di Benua Afrika, sehingga mereka yang miskin, terlantar dan membutuhkan pertolongan, juga dapat merasakan rahmat kasih-Mu melalui uluran tangan dari sesama. Sehingga setiap mulut mampu menaikkan pujian dan syukur pada-Mu meskipun dalam kekurangan hidup mereka. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s