Misi: Belajar Taat Melalui Penderitaan

Hari ke-24
Minggu, 24 Oktober 2021
Perayaan : HARI MINGGU MISI SEDUNIA KE-95

Bacaan : Yer. 31:7-9; Ibr. 5:1-6
Injil : Mrk. 10:46-52

Misi: Belajar Taat Melalui Penderitaan

“Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.”
(Ibr. 5:5)

Surat Apostolik Patris Corde: Yusuf, dalam perannya sebagai kepala keluarga, mengajar Yesus untuk patuh kepada orang tua-Nya (bdk. Luk. 2:51), seturut perintah Allah (bdk. Kel. 20:12).

Hari ini kita merayakan Hari Minggu Misi Sedunia yang ke-95. Apakah kita telah sungguh memahami dan memaknai misi secara benar? Bicara mengenai misi, Paus Fransiskus melalui Vatican News mengatakan bahwa, “Misi lahir dari sukacita yang melimpah yang diberikan Tuhan kepada kita, yang merupakan buah dari Roh Kudus. Sukacita ini, yang tidak dapat diberikan oleh siapa pun atas inisiatif mereka sendiri, adalah sebuah anugerah.” (Vatican News, 21 May 2020: A work that is not our own: the sources of mission).

Ada dua poin penting yang ditekankan Bapa Paus mengenai misi. Pertama, misi adalah pemberian Tuhan, bukan inisiatif sendiri. Misi tidak diciptakan, diupayakan atau digagas manusia. Misi selalu berasal dari Allah. Awalnya Dia memanggil. Jika kita menjawab, maka Dia akan mengutus kita. Dia yang memberikan misi itu. Meskipun sering kali manusia mengira, merasa dan mengklaim bahwa itu berasal dari dirinya sendiri. Dan mengenai hal ini, Yesus pun tahu. Dalam surat Rasul Paulus kepada orang Ibrani dikatakan dengan jelas bahwa Yesus tidak memuliakan diri menjadi Imam Besar, padahal bisa saja jika Ia mau. Yesus yang meskipun penuh kuasa dan mampu melakukan apa saja, tahu bahwa misi itu berasal dari Bapa-Nya. Ia tidak mengambil kendali, tidak mengklaim posisi mulia dan nyaman untuk-Nya di dunia, sebaliknya Ia mengikuti kehendak dan rencana Bapa-Nya yang menjadikan-Nya Anak. Sebagai Anak Ia taat, meskipun harus melalui penderitaan.

Ketaatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam misi. Mittere (latin) asal kata misi, berarti: disuruh. Sebagai orang suruhan sejatinya kita harus memiliki ketaatan. Sebagai Anak sepatutnyalah Yesus taat pada Bapa. Ketika Bapa merancang sebuah misi untuk menyelamatkan seluruh umat manusia, Yesus pergi dengan taat, meskipun tahu derita menanti-Nya di depan sana. Dari awal kehadiran-Nya di dunia, Yusuf ayah-Nya telah mempersiapkan-Nya dengan baik. Ia mengajarkan kanak-kanak Yesus untuk taat kepada orang tua. Dan ketaatan itu dibutuhkan-Nya untuk melalui penderitaan. Karena ketaatan itu pula, kita dapat diselamatkan.

Poin kedua, selalu ada sukacita melimpah yang menggerakkan dan mendorong misi, bukan beban apalagi paksaan. Meskipun misi itu adalah pemberian, bukan inisiatif, namun tidak dijalankan dalam keterpaksaan. Jika ada keterpaksaan, maka sesungguhnya itu bukanlah misi dari Tuhan. Karena bersama Tuhan selalu ada sukacita. Berjalan bersama Tuhan di dalam misi meskipun penuh tantangan dan kesulitan, selalu ada limpahan sukacita. Mengapa? Karena misi yang berasal dari Tuhan tidak mengandalkan diri sendiri, selalu ada Roh Kudus – Roh Allah yang menyertai. Di mana ada Roh Allah, di situ pasti ada sukacita!

Selama ini mungkin kita sering mengucapkan kata misi dan sibuk bergerak melakukan ini dan itu yang kita klaim sebagai gerakan misi. Namun, apakah kita telah sungguh memaknai kata dan gerakan kita itu sebagai misi pemberian Allah? Ataukah kita masih mengklaimnya sebagai kehebatan ide dan inisiatif diri atau kelompok? Dan apakah ketaatan telah menjadi dasar semangat misi kita? Ataukah kita masih punya standar, syarat, harga dan aturan kita sendiri dalam menjalankan misi?

Misi: Wujud iman yang hidup adalah taat pada ajaran Tuhan Yesus, sebagaimana Yesus pun taat pada kehendak Bapa-Nya.  (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA MULIA

  1. Yesus bangkit dari antara orang mati
    “Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” (Mat. 28:5-6)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi diri kami dan semua orang di Benua Asia. Situasi hidup saat ini tak menentu, dan seakan-akan kami kehilangan kepastian hidup. Seringkali kami jatuh dalam ketakutan dan kekhawatiran karena perubahan hidup yang terjadi secara mendadak. Mampukanlah kami untuk dapat bangkit, seperti halnya Yesus bangkit mengalahkan kematian. Semoga kami pun dapat bangkit dari rasa takut, khawatir, putus asa dan keterpurukan iman kami akan hari esok yang lebih baik. Semoga kehidupan baru, menerangi seluruh Benua Asia dengan terang pengharapan dan keselamatan-Mu. Dan pada akhirnya kami juga Engkau izinkan beroleh kemuliaan dalam nama-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus naik ke surga
    “Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. ‘Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?’ Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” (Kis. 1:9-11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami semua mengarahkan tatapan kami saat ini hanya kepada-Mu. Secara khusus kami mendoakan Benua Oceania-Australia. Semoga setiap orang yang mengimani-Mu dalam perjuangan dan pergumulan hidup mereka saat ini, Engkau berikan kekuatan dan perlindungan. Engkau telah mengangkat Anak-Mu, Yesus ke surga, dan memuliakan-Nya setelah melalui penderitaan, sengsara dan kematian. Semoga Engkau juga mau mengangkat setiap hati dan jiwa umat-Mu di Benua Oceania-Australia, meringankan segala kesulitan dan derita hidup mereka, serta menguatkan harapan dan iman mereka akan kemuliaan yang kelak akan Engkau anugerahkan kepada semua orang yang tetap setia pada-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Roh Kudus turun atas para rasul
    “Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk […] lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberitakan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” (Kis. 2:2.4)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon kehadiran Roh Kudus-Mu, khususnya di Benua Eropa. Semoga di tengah situasi sulit pandemi Covid-19 ini, umat-Mu di Benua Eropa senantiasa mendapatkan tuntunan Roh Kudus, agar dapat tetap teguh beriman, dan memiliki belas kasih kepada sesama yang membutuhkan. Berikanlah Roh Pengetahuan dan Kebijaksaaan, yang membantu mengarahkan pikiran dan hati untuk menjadikan-Mu sebagai pusat pengharapan dan sukacita dalam segala kesulitan dan pencobaan di dunia. Semoga Roh-Mu selalu membarui setiap hati dan menuntun iman umat-Mu di Benua Eropa. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria diangkat ke surga
    “Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita juga percaya bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (1 Tes. 4:14.17)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami persembahkan Benua Amerika ke dalam tangan-Mu. Seperti Bunda yang diangkat ke surga, angkatlah juga setiap hati manusia yang berada di Benua Amerika, sehingga menyatu dalam persekutuan yang utuh dengan-Mu melalui iman yang teguh. Berikanlah penghiburan kepada mereka yang ditinggal oleh orang-orang yang mereka kasihi. Kuatkanlah iman mereka sehingga mereka tetap percaya bahwa bersama Yesus yang telah mati dan bangkit, orang-orang yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ini juga akan dibangkitkan dan diangkat ke surga. Sambil menantikan waktu di mana kami semua juga akan kembali dikumpulkan bersama-Mu selama-lamanya. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria dimahkotai di surga
    “Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” (Why. 12:1)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ke hadirat-Mu untuk mempersembahkan Benua Afrika. Pandanglah umat-Mu di benua ini, yang sering mengalami banyak masalah, konflik, ketidakadilan, kemiskinan, dan sakit-penyakit. Berikanlah tanda harapan untuk dapat meneguhkan iman yang rapuh dan hati yang tenggelam dalam keputusasaan. Semoga dengan teladan Bunda Maria, umat-Mu di Benua Afrika sanggup menjalani hidup mereka dengan ketaatan dan kepasrahan penuh akan kehendak-Mu. Kami berharap mahkota kemuliaan Engkau anugerahkan juga di atas setiap hati yang menjerit dan menangis. Semoga mereka mendapatkan kembali harkat dan martabat mereka sebagai manusia yang Engkau kasihi dan ciptakan setara satu dengan yang lainnya. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s