Misi: Memuliakan Allah, Menghormati Martabat Manusia

Hari ke-25
Senin, 25 Oktober 2021
Peringatan : S. Krisantus dan Daria

Bacaan : Rm. 8:12-17
Injil : Luk. 13:10-17

Misi: Memuliakan Allah, Menghormati Martabat Manusia

“Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?’”
(Luk. 13:16)

Surat Apostolic Patris Corde: Kebenaran selalu menghadirkan dirinya kepada kita sebagai Bapa yang penuh kerahiman dalam perumpamaan Yesus (bdk. Luk. 15;11-32): datang untuk menjumpai kita, memulihkan martabat kita, membuat kita kembali berdiri tegak dan bersukacita bagi kita, dengan motivasi bahwa, “Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali” (ay. 24).

Penginjil Lukas mengisahkan tentang perjumpaan Yesus dengan seorang perempuan yang telah menderita selama delapan belas tahun. Perempuan ini dirasuki iblis, sehingga menjadi sakit, bungkuk, tak dapat berdiri tegak. Bayangkan penderitaannya dengan kondisi tubuh dan tulang bengkok seperti itu. Ia tak mampu memandang lurus ke depan atau ke atas, bahkan tak kuasa meluruskan punggungnya yang mungkin lelah di penghujung hari. Ia terbelenggu dalam rasa sakit dan ketidakberdayaan, tak dapat membebaskan dirinya. Martabat hidupnya telah hilang, dirampas si iblis.

Yesus melihat, memanggil, berkata kepadanya dan meletakkan tangan di atasnya. Selalu, perjumpaan dengan Tuhan diawali dengan penglihatan. Entah itu Tuhan yang langsung melihat kita, atau kita yang dahulu melihat-Nya, mendekati-Nya dan kemudian memanggil-Nya. Tapi apapun skenario perjumpaan itu, ketika mata Tuhan melihat manusia, hati-Nya terpaut, Ia akan beraksi!

Perempuan tanpa nama dan dipinggirkan, sekarang diberi tempat dan menjadi pusat perhatian. Yesus datang untuk menegakkan manusia, membuatnya “lurus”, mengangkat martabat dan hidupnya. Yesus “melihat” perempuan itu: bukan pandangan kebetulan, tetapi pandangan belas kasih, pandangan untuk menyelamatkan.

Hari itu hari Sabat, apakah Yesus lupa? Tentu tidak. Tanpa berpikir panjang dan ragu atau khawatir akan respon dari sekeliling-Nya, Yesus membebaskan perempuan itu. Mengapa? Karena hakikat hari Sabat adalah hari pembebasan, keselamatan yang sudah dijanjikan kepada semua keturunan Abraham.

Yesus bukan hanya menyembuhkan sakit fisik, namun juga memulihkan martabat serta status perempuan itu. Dari tawanan iblis ia menjadi keturunan Abraham yang merdeka. Bahkan lebih daripada itu kesembuhannya menjadi momen sukacita bagi banyak orang yang bersama-sama dirinya memuliakan Allah.

Namun Yesus ditegur oleh kepala rumah ibadat. Pantang bagi orang Yahudi untuk beraktivitas pada hari Sabat, termasuk menyembuhkan orang sakit. Ironis bukan? Hari Sabat diperuntukkan bagi Tuhan, untuk memuliakan Tuhan. Namun menyembuhkan perempuan itu, tak dipandang sebagai sebuah perbuatan yang dapat memuliakan Tuhan. Yesus mengecam hal ini. Ia memperbandingkan sikap orang Yahudi terhadap hewan ternak mereka dengan manusia. Mereka tetap membawa lembu dan keledai mereka untuk minum pada hari Sabat, peduli akan hidup hewan ternak tersebut. Sementara mereka tak peduli pada perempuan yang sakit itu. Mereka mengabaikan martabatnya.

Manusia sering berlaku tidak tepat. Hukum sering diterapkan sebagai konsep tanpa aplikasi nyata dalam kehidupan. Yesus ingin mengajar kita untuk mengaplikasikan kata-kata “memuliakan Allah” bukan sekadar sebagai pemanis di bibir. Ketika kita peduli pada penderitaan sesama dan menghormati martabat mereka melalui sikap dan perbuatan nyata, kita telah mewujudkan “Hari Sabat” di dalam hidup kita.

Kita dapat menemukan banyak ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita. Martabat manusia sering dipinggirkan, perlakuan yang tidak adil karena gender dan status sosial, ketidakpedulian pada mereka yang kecil, rentan, butuh pertolongan dan menderita. Kita juga dapat menemukan orang-orang seperti si perempuan bungkuk, yang terbelenggu dalam jeratan iblis, tak mampu mengangkat diri mereka dari dosa yang merampas martabat mereka sebagai anak-anak Allah. Mereka butuh pertolongan kita. Kita bisa meneladani Yesus dan Santo Yusuf, menjadi pembela martabat manusia.

Misi: Sebagai anak Allah kita dipanggil pada kemerdekaan sejati, terbebas dari perbudakan dosa, dan ketakutan. Panggilan ini diwujudkan dengan memuliakan Allah, menghormati martabat manusia. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA GEMBIRA

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
    “Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:28b.30b-31)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ke hadapan-Mu, memohon kasih karunia-Mu atas hidup kami, masa depan kami, dan khususnya benua tempat kami berada saat ini, Benua Asia. Kirimkanlah para malaikat-Mu seperti halnya dulu Engkau mengutus Malaikat Gabriel untuk mewartakan kabar gembira kelahiran Putra-Mu kepada Bunda Maria. Mampukanlah kami senantiasa dapat mensyukuri kehidupan yang Engkau berikan dan bersukacita dalam menjalani tugas perutusan yang Engkau berikan kepada kami masing-masing, sehingga kami dapat menjadi saksi kabar sukacita-Mu, seperti halnya Malaikat Gabriel. Semoga sukacita-Mu memenuhi muka bumi ini. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria mengunjungi Elisabet saudaranya
    “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:42-43)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami ingin berdoa khusus untuk Benua Australia dan Oceania. Ketika Maria mengunjungi Elisabet, ia datang membawa kasih sayang dan kabar gembira mengenai kehadiran Sang Juruselamat. Perjumpaan itu akhirnya menjadi berkat bagi kedua janin yang berada di dalam rahim, serta juga bagi kedua calon ibu. Kami pun berharap, Engkau berkenan datang mengunjungi umat-Mu di benua Oceania-Australia. Penuhilah hati umat-Mu di benua ini dengan harapan, agar mereka dapat saling menguatkan dan berbagi kabar gembira, khususnya di masa pandemi ini. Dan semoga umat-Mu di benua ini dapat saling menjaga satu sama lain, sebagaimana Engkau selalu melindungi kami semua. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dilahirkan di Bethlehem
    Maria “melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya bayi itu dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk. 2:7)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ingin mempersembahkan Benua Eropa. Seperti halnya Maria dan Yusuf tidak dapat menemukan tempat di rumah penginapan, banyak di antara saudara-saudari kami pun saat ini terlantar dalam kesulitan dan ketidakberdayaan. Bungkuslah benua yang mengalami banyak kehilangan dan pencobaan ini dengan selimut cinta kasih-Mu, yang sanggup menghangatkan setiap jiwa. Sediakanlah tempat perlindungan yang aman bagi semua orang yang membutuhkannya. Limpahkanlah juga rahmat sukacita dalam hati setiap orang, sehingga setiap mulut dapat memuji nama-Mu sebagai Allah sumber hidup dan sukacita sejati. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dipersembahkan di Bait Allah
    Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk. 2:34-35)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa khusus untuk Benua Amerika. Kami bawa benua ini ke hadirat-Mu sebagaimana dulu bayi Yesus dipersembahkan kepada-Mu di dalam Bait Allah. Semoga Benua Amerika dan orang-orang yang berada di sana Engkau barui dengan Roh-Mu. Tumbuhkanlah rasa solidaritas, belas kasih, persaudaraan, dan persatuan di antara mereka. Jauhkan mereka dari arogansi, egoisme dan keinginan untuk menguasai pihak lain. Mampukanlah benua ini membangun pilar-pilar kesejahteraan demi seluruh ciptaan dan perdamaian bagi dunia, sehingga sorak-sorai sukacita dapat bergaung ke seluruh dunia. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus ditemukan di Bait Allah
    “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk. 2:49-50)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk saudara-saudari kami yang berada di Benua Afrika. Semoga setiap jiwa yang rindu dan mencari-Mu dapat menemukan-Mu. Bagi mereka yang telah hilang dan jauh dari pada-Mu karena penderitaan dan permasalahan hidup yang mereka alami, semoga dapat menemukan jalan kembali kepada-Mu. Tuntun dan rahmatilah setiap langkah agar memiliki kekuatan, terang pengharapan dan sukacita hidup. Ajarilah setiap orang untuk senantiasa bersandar pada kehendak dan rencana-Mu. Jadikanlah mereka semua saksi-saksi-Mu yang hidup agar nama-Mu semakin dimuliakan, dan semakin banyak jiwa yang dapat diselamatkan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s