Murid Sang Guru yang Lepas Bebas

Renungan Harian Misioner
Rabu, 03 November 2021
P. S. Martinus de Porres

Rm. 13:8-10; Mzm. 112:1-2,4-5,9; Luk. 14:25-33

Misi: Menata gerak pewartaan dengan semangat Salib Kristus, artinya menghantar kasih Tuhan kepada sesama yang sedang menderita; membawa diri yang lepas bebas kepada Tuhan tanpa terikat pada kepentingan dan orientasi pribadi semata, melainkan berani menanggalkan keinginan pribadi agar dipenuhi dengan sukacita yang disediakan Tuhan.

Para sahabat misioner yang terkasih dalam Kristus.

Dalam bacaan pertama yang kita dengar hari ini, Rasul Paulus menyampaikan pesan Sabda Tuhan kepada komunitas beriman di Roma, untuk memahami dan mendalami kasih sebagai suatu tindakan yang tidak membebani orang lain. Berutang kepada sesama merupakan salah satu tindakan yang lebih mengutamakan kepentingan diri, sementara membawa beban kepada orang lain. Ketika setiap orang lebih mengutamakan kepentingan diri dan meletakkan beban pada orang lain, pada saat itulah kasih yang sejati kepada Tuhan dan sesama  ditanggalkan.  

Sementara Injil Lukas hari ini, menampilkan kisah di mana Yesus menegaskan syarat menjadi murid-murid-Nya. Tidak boleh terikat pada berbagai kepentingan diri dan tidak mengejar kepuasan pribadi sesaat yang sangat menghalangi kebebasan untuk menjadi murid-murid-Nya. Pada fase ini, Yesus memberi doktrin bahwa kelekatan pada apa yang menjadi milik dan keinginan para murid-Nya akan menjadi tantangan yang melumpuhkan kebebasan mereka ketika mengikuti Dia sebagai Sang Guru sekaligus melemahkan tindakan kasih mereka kepada sesama.

Yesus dalam kesempatan ini, justru meminta tindakan pelepasan yang ekstrem: membenci seluruh anggota keluarga bahkan membenci nyawa sendiri. Lebih lanjut Yesus menegaskan tentang harus memikul salib sebagai bukti kesetiaan menjadi murid-Nya. Apakah memang Yesus sedang menjadikan Diri-Nya fokus dan pilihan tunggal bagi para murid-Nya sementara keluarga para murid-Nya, bahkan nyawa sekalipun dipandang tak penting?

Saudara-saudari sahabat misioner yang terkasih.

Yesus mengundang kita untuk menjadi murid-Nya dengan sepenuh hati dan memenuhi syarat yang ditetapkan-Nya. Yesus menghendaki agar semua kepentingan, kesenangan, kepuasan, bahkan ketenaran sosial karena status sosial dan status keluarga harus ditanggalkan untuk meraih STATUS KEMURIDAN yang merangkul Salib. Yesus menghendaki agar kita menjadi pribadi yang bebas dan tidak melekatkan diri pada kekuatan-kekuatan, kepentingan, kesenangan sesaat, bahkan persekutuan yang sementara yakni keluarga.  Bagi Yesus keluarga serta apa pun yang kita miliki harus menjadi kekuatan yang memampukan kita untuk memikul Salib keselamatan dan berjalan mengikuti Kristus, demi keselamatan banyak orang. Maka fokus Yesus adalah hendaknya kita menjadi murid-murid-Nya demi kepentingan banyak orang.

Dengan demikian, Salib yang dipercayakan Kristus kepada kita bukan sekadar risiko iman, terukur dalam penderitaan dan pengorbanan melainkan perjumpaan Kasih Tuhan yang sempurna dengan berbagai penderitaan manusia. Dan perjumpaan ini harus membuahkan kehidupan, keselamatan dan sukacita. Di sinilah Salib bukan sebuah beban derita melainkan sebuah kekuatan untuk mencintai secara bebas tanpa keterikatan pada kekuatan dan kepentingan apapun selain Tuhan demi kepentingan banyak orang.  

Maka seruan Yesus agar kita bebas dari kelekatan pada milik kita dalam bentuk apapun dan dengan siapapun sesungguhnya merupakan bentuk penolakan Yesus atas apa pun dan siapa pun yang menjadi penghalang bagi kita untuk berjalan bersama Dia dalam memperjuangkan kehidupan dan pelepasan bagi mereka yang sedang dirantai berbagai penderitaan terutama dosa dan maut.

Maka keputusan kita untuk mengikuti Kristus adalah pilihan  untuk setia menghantar kasih Tuhan kepada sesama, dengan tetap MERANGKUL SALIB DERITA DAN SALIB KEMULIAAN. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Orang-orang yang menderita karena depresi: Semoga mereka yang menderita karena depresi dan kelelahan mental mendapat dukungan dan tuntunan ke hidup yang lebih baik. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Penghayatan iman: Semoga keluarga Katolik dapat menghayati iman secara lebih baik dalam kehidupannya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mempersatukan kami dengan semua saudari dan saudara kami, yang sudah meninggal dan mendoakan kami, sebagaimana Santo Yoseph merestui pelayanan Sang Putera. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s