Jangan Simpan Iman di Hati, Berbagilah!

Renungan Harian Misioner
Kamis, 04 November 2021
P. S. Carolus Borromeus

Rm. 14:7-12; Mzm. 27:1,4,13-14; Luk. 15:1-10

Di Indonesia, khususnya di beberapa pulau, hari ini banyak yang merayakan Pesta Pelindung. Sebab para Suster dari Tarekat Carolus Borromeus, merayakan Santo Pelindungnya. Pelayanan Pendidikan, Sosial dan Penyehatan pada akhir-akhir ini meminta perhatian yang istimewa. Namun, St. Carolus Borromeus sendiri memang seorang pewarta iman, yang dapat menjadi teladan para murid Kristus, yang ingin menyambut panggilan Tuhan sebagai Utusan atau Rasul.

BACAAN PERTAMA, YANG DIAMBIL DARI ROMA 14:7-12

Pesan Paulus menggarisbawahi sifat sosial iman. Iman bukanlah sesuatu ‘milik agamawan, yang disimpan di hati sebagai harta perseorangan’. Iman malah merupakan ungkapan sifat sosial hidup manusia,- khususnya hidup batin. ‘Hidup maupun mati kita, tidak pernah untuk diri kita sendiri’, begitu tulis Paulus, ‘sebab hidup dan mati kita untuk Allah; …sebagaimana dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus…” Dalam kerangka itu, bolehlah kita menyadari, betapa ‘sosial – hidup insani maupun ilahi kita –‘. Sifat sosial memang sudah merupakan sifat setiap manusia; apalagi manusia beriman. Sebab iman bersifat sosial, karena ‘orang beriman itu secara istimewa menyambut sapaan Wahyu Allah’,- dan bagi murid Kristus, “mengimani Allah hanya mungkin dalam kita menyambut sentuhan hati Allah; dan hal itu terjadi berkat Roh Kudus serta di dalam kesatuan Gereja, Sang Mempelai Kristus”. Dalam cakrawala tersebut, baik diri kita sendiri, maupun hidup sesama kita senantiasa dirangkum dalam kebersamaan Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Maknanya bagi kita: Paulus diajarkan oleh St. Carolus Borromeus sebagai rasul agung, yang menunjukkan sifat iman, yang tidak egoistis, melainkan mengandung makna kebersamaan. Bersama dengan St. Carolus Borromeus dan Paulus kita ditawari bukannya orang hidup beriman berupa sibuk doa yang egoistis untuk kepentingan kita sendiri-sendiri, melainkan ‘keterbukaan hati kepada Allah Tritunggal, sehingga berjalan beriringan dengan sesama manusia’. Perjalanan ziarah iman ini menggemakan ajaran Tuhan Yesus, bahwa “murid Kristus membagikan baju kepada sesama yang tidak berbaju, berbagi harta dengan mereka yang tidak bermilik, bertukar sukacita dengan mereka yang bersedih hati…” (Mat. 25: 31, dst).

BACAAN INJIL: LUKAS 15:1-10

Tuhan Yesus mengajarkan tujuan penebusan-Nya secara jelas: bahwa murid Kristus hendaknya mau berbagi secara tanpa batas: artinya sampai membagikan segalanya dengan semua sahabat dan teman. Orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus membagikan kebahagiaan hanya kepada orang yang baik hati atau ‘tanpa cela’, melainkan dengan siapa pun juga. Partner iman kita adalah siapa pun yang dengan satu dan lain hal mau mencari Tuhan; bahkan apabila dari sesuatu segi dicela sebagai ‘tidak baik oleh orang lain’. Sebab, akhirnya, nilai yang menentukan keterbukaan hati orang beriman, adalah yang dipandang baik oleh Tuhan, sebagaimana pernah dikatakan Tuhan Yesus dalam Mat 25:31, dst. Itulah yang diajarkan oleh St. Carolus Borromeus: berbuat baik kepada siapa pun yang memerlukannya. Bahkan kalau ada orang, yang karena sakit atau papa atau lemah, tidak mampu apa-apa, maka murid Kristus diundang untuk berbagi cintakasih dan kebaikan hati.

Marilah kita mencermati: di sekitar kita, sebagai perseorangan atau keluarga, atau kelas kita, atau tempat bekerja, atau di kalangan orang sakit, yang di masa kini banyak ditemukan di mana-mana: apakah kita membuka diri kita untuk berbuat baik kepada orang lain, sebagai ungkapan iman kita (bukan juga agar kita mendapat balasan kasih)? Kebaikan kita dapat berupa hal materiil atau penghiburan atau keadaan ekonomi atau politis atau hukum atau spiritual: apakah kita siap melakukannya? Jangan lupa, Tuhan Yesus sudah mendahului melakukan hal itu: dan dilaksanakan oleh St. Carolus Borromeus. Dalam hal itu, kita dapat melakukannya dalam segala kesempatan dan kedudukan: tidak harus menjadi Uskup seperti Carolus, atau menjadi biarawan/wati atau awam berkedudukan tinggi; kita dapat melakukannya sebagai anak atau orang tua, guru atau murid, dokter-perawat atau pasien: setiap murid Kristus dipanggil untuk berbagi kebaikan seperti Tuhan Yesus, yang diteladani oleh St. Carolus Borromeus.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Orang-orang yang menderita karena depresi: Semoga mereka yang menderita karena depresi dan kelelahan mental mendapat dukungan dan tuntunan ke hidup yang lebih baik. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Penghayatan iman: Semoga keluarga Katolik dapat menghayati iman secara lebih baik dalam kehidupannya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mempersatukan kami dengan semua saudari dan saudara kami, yang sudah meninggal dan mendoakan kami, sebagaimana Santo Yoseph merestui pelayanan Sang Putera. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s