Tambahkanlah Iman untuk Kalahkan Hoaks!

Renungan Harian Misioner
Senin, 08 November 2021
P. S. Teoktista

Keb. 1:1-7; Mzm. 139:1-3,4-6,7-8,9-10; Luk. 17:1-6

Di dalam keseharian kita sekarang ini, kita berhadapan dengan berbagai penyesatan, di antaranya berita-berita hoaks, penyesatan terhadap informasi dan kebenaran. Penyesatan merupakan kenyataan yang tidak terelakkan dalam kehidupan, yang sudah diingatkan oleh Yesus sejak dulu. Segala bentuk penyesatan dapat memicu timbulnya sikap-sikap dan reaksi negatif dari dalam diri orang lain yang sedang bermasalah, membuat mereka meninggalkan jalan yang benar dan mengganggu kepekaan moral mereka.

Pernyataan Yesus bahwa ‘tidak mungkin tidak akan ada penyesatan,’ bukan berarti bahwa boleh-boleh saja melakukannya. Tetapi kita diajak menyadari bahwa kita harus bersiap menghadapi penyesatan yang masih terus terjadi karena dosa awal yang membuat manusia secara alami cenderung degil dan berbuat jahat. Lebih lanjut kita juga harus membuka diri bahwa dalam setiap penyesatan yang terjadi, Allah terus bekerja, karena ada tujuan dan rencana Allah yang bijaksana di dalamnya. Allah akan menjadikan segala sesuatu yang baik, meskipun dari kejahatan sekalipun.

Seberapa berat dan harusnya terjadi penyesatan tidak mengurangi tanggung jawab mereka yang menyebabkannya! Manusia diberi kehendak bebas untuk tidak melakukan kejahatan meskipun jika semua orang lain melakukannya. Maka celakalah orang yang mengadakannya. Bahkan apabila ada orang yang berbuat dosa karena meneladani sikap kita yang salah, kita dianggap lebih baik dilempar ke dalam laut dengan batu kilangan yang diikatkan pada leher kita. Bagi orang Yahudi saat itu, tenggelam dan meninggal di laut merupakan hal yang sangat menakutkan. Kebangkitan dipercaya akan terjadi hanya di tanah Israel, maka mereka harus dikebumikan di tanah Israel. Dicampakkan ke laut tidak memungkinkan terjadinya kebangkitan dan dianggap merupakan kutukan dari Allah. Dalam hal ini, Yesus sendiri bermaksud mengingatkan bahwa barangsiapa menjadi penyebab penyesatan, sama sekali tidak mempunyai hak untuk mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Yesus sangat jelas dan tegas: jika kita menyesatkan orang yang percaya kepada-Nya dengan tingkah laku kita, dengan tidak mengampuni mereka, menyebabkan kita kehilangan hubungan dengan Yesus sendiri. Selain relasi kita dengan-Nya akan rusak, kita juga jatuh dalam dosa. Untuk menghindari penyesatan, kita harus berpikir seperti Allah, bukan seperti manusia. Siapa saja yang melakukan penyesatan harus diarahkan secara ilahi: ditegur seraya tetap dikasihi. Sebab kasih itu berarti juga menyatakan kebenaran dan mengasihi sama seperti Yesus mengasihi kita telah menunjukkan beratnya penyesatan yang dilakukan. Kebenaran harus dilakukan dalam kasih (Ef. 4:15), dan kasih tidak pernah terlepas dari kebenaran. Kasihlah yang utama, dan benih kasih itu terwujud dalam kerinduan akan mencari yang sesat, menyadarkannya akan ketersesatannya dan akhirnya mengampuninya secara mutlak (bdk. 1Kor. 13:13; Mat. 18:10-14, 15-17, 21-35). Mengampuni adalah tugas besar yang harus kita sadari. Bahkan ketika mengampuni orang yang terus mengulangi kesalahannya kepada kita dirasakan sebagai hal yang mustahil. Berbuat salah memang manusiawi, kita juga tidak lepas dari dosa yang membutuhkan pengampunan dari Allah. Dan Allah akan mengampuni kita kalau kita pun mau mengampuni yang bersalah kepada kita.

Bagi para murid rupanya tindakan untuk mengampuni yang diminta oleh Yesus itu meresahkan mereka. Mereka merasa hal itu mustahil. Hanya iman saja yang memungkinkan orang melakukan hal-hal yang mustahil. Oleh karenanya mereka meminta agar Tuhan menambahkan iman mereka. Iman yang dimaksud di sini adalah iman yang dapat menjelma dalam pelayanan tanpa pamrih kepada sesama. Iman yang membuat orang yang tersesat dapat sembuh bukan hanya secara fisik, namun yang dapat membawanya diterima sebagai keluarga Kerajaan Allah, seperti orang kusta yang ditahirkan (lih. Luk. 17:7-10; 11-19).

Tetapi menurut Yesus, iman bukanlah soal kuantitas, melainkan kualitas. Sebab iman sebesar biji sesawi saja cukup untuk menjawab tugas paling berat sekalipun. Iman seperti ini mampu menerapkan kuasa atas segala kejahatan dan penyesatan. Biji sesawi yang nyaris tidak kelihatan dibandingkan dengan pohon ara yang sangat tinggi, memiliki akar yang sangat kuat dan dalam, ingin menunjukkan bahwa memindahkan pohon ara ke dalam laut adalah suatu mukjizat besar. Sekaligus juga menunjukkan bahwa para murid pun belum memiliki iman ‘sekecil’ biji sesawi itu. Maksud Yesus sudah jelas: mengajak kita untuk bertobat, mendengarkan Dia dan mengikuti-Nya dalam perjalanan menuju Kerajaan Allah. Sebab di mana ada iman karena orang melakukan kehendak Bapa, yaitu mendengarkan Anak-Nya, maka mukjizat besar akan terjadi. Iman itu akan mengubah kita menjadi anak-anak yang taat kepada perkataan Bapa, sepikiran dan sekehendak dengan-Nya dalam kebenaran dan kasih. (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Orang-orang yang menderita karena depresi: Semoga mereka yang menderita karena depresi dan kelelahan mental mendapat dukungan dan tuntunan ke hidup yang lebih baik. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Penghayatan iman: Semoga keluarga Katolik dapat menghayati iman secara lebih baik dalam kehidupannya. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah mempersatukan kami dengan semua saudari dan saudara kami, yang sudah meninggal dan mendoakan kami, sebagaimana Santo Yoseph merestui pelayanan Sang Putera. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s