Merintis Jalan Bagi Mesias Seperti Yohanes Pembaptis

Renungan Harian Misioner
Kamis Pekan Adven III, 16 Desember 2021
P. Sturmius

Yes 54:1-10; Mzm 30:2.4.5-6.11-12a.13b; Luk 7:24-30

Para sahabat misioner yang terkasih: selamat datang ke dalam Pekan Gaudette hari yang kelima, Pekan III Adven: Kamis, 16 Desember 2021. Juga selamat bergabung ke dalam Novena Natal hari yang pertama.

Setelah hati dan hidup kita digelorakan oleh Allah melalui Firman-Nya tentang PENGHARAPAN, yang kita dengarkan, kita renungkan dan kita hayati sepanjang Pekan Pertama Adven, Firman dari Tuhan Allah yang sama itu juga membuka mata kita tentang PERDAMAIAN yang diadakan-Nya dengan Umat-Nya sepanjang Pekan Kedua Adven. Dari Pengharapan menuju ke Perdamaian, kita sekarang berada dalam Pekan Ketiga adven dengan pokok pewartaan tentang KEGEMBIRAAN, yang dialami oleh orang-orang yang membuka hati untuk menerima tawaran keselamatan dari Tuhan. Sepanjang hari-hari dalam Pekan Ketiga Adven, Pekan Gaudette ini (Bdk. Filipi 4:4), Firman Tuhan mengajak kita untuk bersukacita atau bergembira, karena kita akan dipelihara oleh Tuhan (Filipi 4:7).

Sepanjang Pekan Gaudette ini, Firman Tuhan di dalam Injil-Nya, menghadirkan kepada kita sosok Yohanes Pembaptis, yang merepresentasikan Nabi Elia dengan seruan untuk meluruskan jalan bagi Tuhan (Matius 17:10-13; Matius 3:3). Dengan menggemakan kembali seruan Nabi Yesaya (Yesaya 40:3) tersebut, maka konsentrasi pewartaan Yohanes Pembaptis termasuk juga pembaptisan yang dia lakukan, adalah sebagai “perintis jalan bagi Yesus, Sang Juruselamat yang akan datang.” Yohanes tidak mengarahkan orang-orang yang dia baptis kepada dirinya sendiri, tetapi kepada Yesus. Bahkan ketika para muridnya mengkonfirmasi tentang pembaptisan yang dilakukan Yesus setelah Dia dibaptis oleh Yohanes (Yohanes 3:26.30). Hidup, pewartaan dan baptisan Yohanes memang mempersiapkan orang untuk menerima Yesus. Dan ketika berjumpa dengan Yesus, Yohanes memperkenal Yesus dengan gelar ‘Anak Domba Allah,’ suatu penegasan yang membawa dampak bahwa sejumlah muridnya lalu berpindah menjadi murid Yesus (Yohanes 1:29. 36-37. 40-42). Demikian seluruh hidup dan pewartaan Yohanes Pembaptis adalah seperti tanda penunjuk jalan, di mana orang-orang dapat menemukan Mesias, Sang Juruselamat. Bagaimana dengan kita?

Pertanyaan refleksi kita dalam RenHar KKI Pekan II Adven, tanggal 09 Desember 2021, kembali menjadi penting untuk kita tayangkan kembali, “sudah berapa banyak orang yang aku antar kepada Yesus setelah aku dibaptis menjadi pengikut-Nya?” Pertanyaan ini menjadi penting, karena ada pasutri Katolik, yang ketika menikah di Gereja, begitu bersemangat ketika ditanya oleh imam yang mengukuhkan pernikahan mereka, “Bersediakan saudara menjadi bapa atau ibu yang baik, bagi anak yang dipercayakan Tuhan kepada saudara, dan mendidik mereka menjadi orang Katolik yang sejati?” Di depan imam, semua menjawab “Ya!” Namun, mari kita lihat di dalam kenyataan. Ada yang lupa pada apa yang mereka janjikan (Janji Perkawinan!), lalu berkata bahwa, “kalau urusan iman, biarlah nanti ketika anak saya sudah besar, baru dia pilih sendiri.”

Sesungguhnya, dengan menghadirkan Yohanes Pembaptis kepada kita melalui Firman-Nya, Tuhan Allah merekomendasikan suatu cara hidup seperti yang telah dilakukan Yohanes ini. Di dalam berbagai kesempatan, Yohanes selalu mengarahkan orang kepada Yesus, Sang Anak Domba Allah, Juruselamat atau Mesias yang dinantikan itu. Sekalipun demikian, tidak semua yang dilakukan oleh Yohanes diterima oleh manusia. Ada kelompok orang-orang seperti  para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang tidak menerima pewartaannya (Lukas 7:30). Kehadiran orang-orang Farisi dan para ahli Taurat dengan sikap penolakan mereka, juga menjadi pengingat bagi kita supaya kita tahu bahwa cara hidup mereka tidak dikehendaki oleh Tuhan. Semoga Santo Yohanes Pembaptis mendoakan kita supaya kita mampu mengikuti cara hidup dan pewartaannya: mengantarkan orang kepada Sang Anak Domba Allah. Amin. [RMG].

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Katekis: Marilah kita berdoa bagi para katekis, yang dipanggil untuk mewartakan Sabda Allah: semoga mereka menjadi saksinya, dengan berani dan kreatif, serta dalam kuasa Roh Kudus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para peternak: Semoga semua pihak yang berwenang menolong para peternak untuk meningkatkan usaha mereka agar mereka dapat hidup layak dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memadukan kami dengan Keluarga Kudus, mengikuti pelayanan Santo Yoseph, memberikan bakti kepada Bunda Maria dan mengimani Sang Putera. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s