Keselamatan Itu Bukan Candu atau Mimpi

Renungan Harian Misioner
Minggu, 23 Januari 2022
HARI MINGGU BIASA III
HARI MINGGU SABDA ALLAH

Neh. 8:3-5a,6-7,9-11; Mzm. 19:8,9,10,15; 1Kor. 12:12-30 (panjang) atau 1Kor. 12:12-14,27 (singkat); Luk. 1:1-4; 4:14-21

Injil Lukas sering disebut injil tentang pewarta. Ia menampilkan Yesus sebagai model bagi para pewarta Injil. Karya Yesus diawalinya dengan sebuah rangkuman: “Dalam kuasa Roh, kembalilah Yesus ke Galilea. Lalu tersebarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Dan Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia” (ay. 14-15). Yesus adalah pewarta dan pengajar keliling di Galilea. Pewartaan-Nya digerakkan Roh Allah dan dipuja manusia. Apa ciri pewartaan Yesus?

Pertama, pewartaan-Nya digerakkan oleh Roh Kudus. Lukas amat menekankan peranan Roh Kudus dalam hidup dan karya Yesus, dan kelak dalam pewartaan Gereja (bdk. Kisah Para Rasul). Yesus dipenuhi Roh Kudus sejak Ia dikandung (1:35) dan saat dibaptis (3:22). Dalam kuasa Roh Kudus itu, Ia pergi ke padang gurun untuk mengalahkan Iblis (4:1) lalu kembali untuk mengawali karya-Nya (4:14). Karunia utama Roh Kudus bagi Yesus dan Gereja adalah karunia untuk mengajar, memberitakan dan memberi kesaksian. Dengan itu, Yesus dan Gereja meneruskan karya Roh Allah kepada para nabi dalam PL (bdk. misalnya Yes. 61:1 dstnya). Roh Kudus menjamin keberlangsungan (kontinuitas) pewartaan Berita Gembira, yang diserukan oleh para Nabi, dihadirkan oleh Yesus, dan diteruskan oleh para pewarta dalam Gereja, termasuk Saya dan Anda.

Kedua, pewartaan-Nya memprioritaskan kaum miskin dan pinggiran. Pewartaan Injil adalah “kabar Baik kepada orang miskin” (ay. 18). Kabar Baik itu bukan teori dan omongan belaka, tetapi sungguh konkret-nyata: pembebasan para tawanan, penglihatan bagi orang buta, pembebasan kelompok tertindas, dan pemberitaan tahun Rahmat Tuhan. Yesus menghidupkan kembali cita-cita Tahun Yobel yang konon tinggal ideal yang tidak lagi dipraktikkan. Dalam sikon Palestina yang terjajah dan menderita, cita-cita Tahun Yobel (ladang beristirahat selama setahun, budak dibebaskan, hutang dihapus, tanah dikembalikan ke pemilik semula, bdk. Im. 25:8-55) harus dihidupkan kembali. Injil harus menata-ulang tatanan masyarakat yang pincang dan tidak merata. Pewartaan kita harus selalu bertujuan membebaskan manusia  dari segala macam bentuk belenggu dan penjara, penindasan dan pemiskinan.

Ketiga, pewartaan-Nya membebaskan mereka yang sungguh mendengarkan. Setelah membaca kutipan kitab Yesaya, Yesus memulai pengajaran-Nya dengan kalimat yang mengejutkan: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”  (ay. 21). Kata “sewaktu” berarti syarat: nubuat Yesaya hanya akan dipenuhi bagi mereka yang sungguh mendengarkan (taat pada) pewartaan Yesus.  Apa yang masih berupa “Hari nanti” dalam pewartaan para Nabi, sekarang dijadikan “Hari ini” oleh Yesus. Yesus mengkinikan keselamatan. Berita Injil yang membebaskan harus sungguh mengena dan dirasakan oleh manusia zaman kini dan di sini. Janganlah berita keselamatan itu menjadi candu dan narkoba yang mengiming-imingkan mimpi. Ini penting, sebab kita kita hidup dalam dunia yang mengejar harta dan berlomba merebut takhta. Seringkali, surga hanya menjadi dagangan para pemburu rente dan petualang kuasa. Seringkali, surga hanyalah  hoax para pengkhotbah yang doyan persepuluhan.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Persaudaraan sejati

Kita berdoa untuk mereka yang menderita karena perundungan dan diskriminasi agama; semoga hak asasi dan martabat mereka diargai karena sesungguhnya kita semua bersaudara sebagai umat manusia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia: Menangkal hoaks

Kita berdoa, semoga di tengah simpang-siurnya informasi, gosip dan hoaks yang memancing emosi, kita tetap menanggapinya dengan hati lembut dan akal sehat. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s