Membuka Mata Iman

Renungan Harian Misioner
Selasa Dalam Oktaf Paskah, 20 April 2022
P. S. Teodorus Trichinas

Kis 3:1-10; Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9; Luk 24:13-35

Ketika kita membaca dan merenungkan kisah penampakan Yesus pada dua orang murid yang  sedang pergi ke Emaus, pertanyaan yang mungkin muncul: Mengapa sulit bagi para murid untuk mengenali Yesus yang telah bangkit dan bagaimana mereka dapat mengenal Yesus? Kematian Yesus mencerai-beraikan murid-murid-Nya, menghancurkan harapan dan impian mereka. Mereka berharap Yesuslah yang akan membebaskan Israel: Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel” (Luk. 24:21). Mereka berharap Yesus akan mendirikan kerajaan Mesianis, tetapi hal itu sama sekali tidak terjadi. Mereka melihat salib sebagai kekalahan dan tidak dapat memahami kubur yang kosong. Perasaan kecewa, sedih, putus asa, kehilangan harapan dan lenyapnya impian membuat mereka sulit untuk melihat Yesus, dan menghalangi mata iman mereka untuk mengenali Yesus yang bangkit.

Meski mereka tidak mengenal Yesus yang berjalan bersama mereka, perjalanan kedua murid menuju ke Emaus sepertinya tidak membosankan, sebab ada “Seseorang” yang menemani mereka dan sedikit meluruskan kesimpangsiuran berita yang mereka terima. Mereka sangat tertarik pada penjelasan Orang itu mengenai apa yang dialami oleh Mesias sebagaimana yang tertulis dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi (Luk. 24:27). Kedua murid itu mengalami sukacita ketika Orang itu menjelaskan apa yang tertulis dalam Kitab Suci mengenai Mesias: Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?” (Luk. 24:32). Hati yang dirundung perasaan sedih, kecewa, putus asa dan kehilangan harapan kini berubah menjadi hati yang berkobar-kobar. Berkat penjelasan Yesus, kedua murid itu menangkap kebenaran sejati di balik berbagai nas Kitab Suci, sehingga akhirnya “terbukalah mata”mereka terhadap identitas Yesus sendiri.

Penjelasan Yesus mengenai Mesias belum membuat kedua murid itu mengenal Yesus. Bagaimana kedua murid itu dapat mengenali Yesus yang bangkit? Penginjil Lukas menceritakan bahwa “waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia” (Luk. 24:30-31). Tindakan Yesuslah yang membuka mata iman para murid sehingga mereka mengenal Yesus: “Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenali Yesus”(Luk. 24:31). Penjelasan Yesus mengenai apa yang tertulis dalam Kitab Suci mengenai Mesias dan tindakan Yesus memecah-mecahkan roti telah membongkar “sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia” (Luk. 24:16).

Apa pesan kisah ini bagi kita? Kisah penampakan Yesus pada dua murid ke Emaus menunjukkan bahwa Yesus mengenal situasi hidup kita dan senantiasa menyertai kita dalam peziarahan hidup kita. Dalam kehidupan ini, kitapun mungkin seperti kedua murid itu. Ketika diliputi perasaan sedih, kecewa, putus asa atau kehilangan harapan, kita tidak mengenal Yesus yang senantiasa berjalan dan tinggal bersama kita melalui berbagai peristiwa dan pengalaman sehari-hari. Ketika itu terjadinya, kita hendaknya “buka mata” terhadap Sabda Allah sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci, dan “buka mata” terhadap Yesus sendiri, melalui Ekaristi. Seandainya kedua murid itu tidak mengetahui Taurat Musa dan kitab-kitab para nabi, mereka barangkali tidak pernah akan mampu memecahkan banyak masalah yang berkaitan dengan Yesus. Demikian pula kita, tanpa mengenal isi Kitab Suci, mustahilah kita mengenal Yesus yang diwartakan oleh Gereja.  Seandainya kedua murid itu tidak punya pengalaman akan tindakan Yesus: “mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka” (Luk. 24:30), mereka tidak mungkin mengenali Yesus ketika Yesus memecah-mecahkan roti dan membagikannya kepada mereka.  

Pengalaman akan tindakan Yesus inilah yang membuat kedua murid itu mampu “melihat” Yesus dengan mata iman. Memang, Lukas kiranya hanya ingin menegaskan bahwa pemecahan roti (Kis. 2:42,46; 20:7,11), yang akhirnya dipakai sebagai ungkapan simbolis mengenai Ekaristi, mempertemukan umat Kristiani dengan Yesus yang dibangkitkan.  Kisah ini mengajarkan  kita cara mengenali Yesus dalam hidup kita, yaitu dengan membaca dan memahami isi Kitab Suci (Sabda Allah) dan menghadiri perayaan Ekaristi. Ketika kita membaca dan merenungkan Sabda Allah sesungguhnya kita sedang membuka mata iman untuk mengenali Yesus. Ketika kita menghadiri dan menghayati Ekaristi, kita sebenarnya sedang mempertemukan diri kita dengan Yesus yang bangkit. Dengan demikian, kesedihan, kekecewaan, rasa putus asa, dan kehilangan harapan yang  kita alami dalam peziarahan hidup ini tidak menjadi penghalang bagi mata iman kita untuk mengenali Yesus  dan tidak melenyapkan sukacita yang bersumber dari Yesus yang bangkit.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Tenaga kesehatan

Kita berdoa untuk para tenaga kesehatan yang melayani orang sakit dan lansia, terutama yang berada di negara-negara miskin; semoga mereka mendapat dukungan yang memadai dari negara dan komunitas setempat.

Ujud Gereja Indonesia: Bersikap terhadap konsumerisme

Kita berdoa semoga kita tetap bersikap sederhana dan tidak tergoda untuk memiliki barang yang tidak kita perlukan di tengah gelombang konsumerisme yang mendikte dunia.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s