Siapakah Aku Manusia Tanpa ALLAH?

Apakah manusia dapat menjadi utuh tanpa kehadiran Allah? Apakah kemanusiaan mungkin ada tanpa Allah? Tanpa keterbukaan kepada “Yang Mutlak”, apakah jadinya manusia itu?

Konsili Vatikan II mengatakan bahwa, “Pribadi manusia mempunyai hak atas kebebasan beragama… Dan tidak seorangpun dipaksa untuk bertindak melawan hati nuraninya dalam hal-hal keagamaan.”

Jika kita menjadi pewarta Kristus yang menghormati “suara hati” atau “nurani”, maka kita tak boleh melecehkan martabat kebebasan.

Ada dua hal penting yang patut diingat mengenai iman. Pertama, iman itu menuntut kesetiaan yang bebas dari pihak manusia. Kedua, namun pada saat bersamaan iman juga mesti diberikan kepada manusia, sebab “orang-orang berhak mengetahui kekayaan misteri Kristus.”

“Kekayaan misteri Kristus adalah kekayaan yang di dalamnya manusia dapat menemukan secara penuh, tanpa ragu lagi, setiap hal, yang mereka cari-cari, yang berkaitan dengan Allah, manusia dan tujuannya, hidup, mati dan kebenaran…”

Redemptoris Missio

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s