Praktik Terbaik – Empat Serikat KKI

05 Agustus 2022
Hotel Atanaya, Kuta Bali

Kegiatan hari ke-2 Pernas KKI IX pada sore dan malam hari adalah sesi sharing “Best Practice” dari tiga Serikat Kepausan, yaitu: Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (POSI), Serikat Kepausan Pengembangan Iman (POPF), Serikat Kepausan Pengembangan Panggilan (POSPA); kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok.

“Best Practice” Serikat-Serikat Karya Kepausan Indonesia

Keuskupan yang mempresentasikan “Best Practice” untuk Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (POSI) adalah Keuskupan Agats-Asmat dan Keuskupan Denpasar. Masing-masing Dirdios, yaitu: Sr. Stanisla, FSGM (K. Agats-Asmat) dan RD. Herman Yoseph Babey (K. Denpasar).

“Best Practice” Serikat-Serikat Karya Kepausan Indonesia

Keuskupan yang mempresentasikan “Best Practice” untuk Serikat Kepausan Pengembangan Iman (POPF) adalah Keuskupan Makassar dan Keuskupan Surabaya. Masing-masing Dirdios, yaitu: RD. Junarto Timbang (KA. Makassar) dan Ibu Ratna Tjandasari (K. Surabaya).

“Best Practice” Serikat-Serikat Karya Kepausan Indonesia

Keuskupan yang mempresentasikan “Best Practice” untuk Serikat Kepausan Pengembangan Panggilan (POSPA) adalah Keuskupan Sibolga dan Keuskupan Sintang. Masing-masing Dirdios, yaitu: Sr. Dominika Nababan, OSF (K. Sibolga) dan RD. Patrisius Piki (K. Sintang).

Salah Satu Presentasi dan Sharing (K. Agats-Asmat)

Sr. Stanisla, FSGM di awal presentasi memutar video kegiatan anak-anak SEKAMI. Lalu suster mengisahkan bahwa keterlibatan anak-anak masih kurang dan pengetahuan akan agama Katolik pada beberapa anak juga kurang, seperti belum bisa membuat tanda salib. Pada awal menjadi Dirdios, suster pergi ke paroki-paroki untuk bertemu dan bertanya kepada para pembina SEKAMI mengenai bagaimana pembinaan dan juga tantangan yang mereka hadapi. Namun, suster harus bersabar karena dengan situasi medan Agats, untuk pergi mengunjungi paroki-paroki ia harus menumpang kepada rekan maupun imam yang akan pergi ke paroki tujuan. Situasi tersebut tidak melemahkan semangatnya. Pada tahun 2020 di tengah pandemi COVID-19, suster bersama timnya melatih anak-anak bernyanyi dan membuat video animasi gerak dan lagu. Ada 68 lagu yang direkam (bukan lagu baru), diambil dari berbagai daerah. Di tahun 2021 akhir, Sr. Stanisla juga membuat buku bersama pembina SEKAMI. Ada 100 lagu yang telah direkam, dimasukkan ke dalam buku, termasuk juga berbagai permainan. Tujuan pembuatan buku sebagai bahan bagi para pembina SEKAMI berkegiatan dengan anak-anak.

Malam hari kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dalam kelompok dengan tema: inspirasi dan optimalisasi empat Serikat KKI. Kelompok dibagi berdasarkan regio. Hasil diskusi akan dipresentasikan besok malam.

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s