Ingat, ROH Dasar KKI Adalah Semangat Misioner!

Pernas KKI

Hotel Atanaya, Kuta Bali

Sore pada hari ketiga Pernas KKI IX, Sabtu 06 Agustus 2022 dibuka dengan pembacaan hasil diskusi, usulan setiap regio mengenai lokasi Jambore SEKAMI 2023 sebagai perayaan 180 tahun Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner. Hasil dibacakan oleh RD. Herman Yoseph Babey. Empat regio mengusulkan kegiatan dilakukan di Makassar, sementara dua regio mengusulkan di Jawa. Sementara regio MAM mengusulkan Surabaya. Keputusan belum diambil, menunggu koordinasi Dirdios K.A. Makassar, RD. Junarto Timbang dengan Bapa Uskup Mgr. Johannes Liku Ada.

RD. Herman Yoseph Babey membacakan usulan regio mengenai Jambore Nasional SEKAMI 2023
Suasana Pernas KKI hari ke-3

Sesi kemudian dilanjutkan dengan “Presentasi Hasil Diskusi Kelompok Serikat”, yang dimoderatori oleh RP. Martin Nule, SVD. Pada malam sebelumnya telah dilakukan diskusi kelompok per-regio dengan topik: “Inspirasi dan Optimalisasi 4 Serikat KKI.”

RD. Fransiskus Xaverius Wio Hurint dan RP. Martin Nule, SVD

Regio Nusra memulai presentasi, dibawakan oleh RD. Fransiskus Xaverius Wio Hurint. Presentasi dilanjutkan oleh Regio MAM, yang dibawakan oleh RD. Isaias Pius Titirloloby. Menyusul Regio Papua oleh Rm. Kleopas Sondegau, lalu Regio Kalimantan masing-masing oleh RP. Petrus Ping Poto MSF dan RD. Patrisius Piki. Presentasi Regio Jawa dibawakan oleh RD. Yosef Irianto Segu, sementara presentasi Regio Sumatera dibawakan oleh Sr. Dominika Nababan, OSF.

Mengenai karya untuk Serikat Kepausan Pengembangan Iman, hasil diskusi salah satu regio menyatakan bahwa mengingat sudah ada karya yang serupa di komisi-komisi keuskupan antara lain: Komisi Seminari, Komisi Panggilan, Komisi Kateketik, maka regio akan membiarkan komisi-komisi tersebut melaksanakan tugas mereka. Mengomentari hal ini RD. Markus Nur Widipranoto selaku Dirnas Karya Kepausan Indonesia bertanya, “Apakah dengan demikian kita tidak akan melakukan sesuatu, dan semuanya hanya menjadi urusan komisi-komisi tersebut?”

RD. Markus Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia

Romo kembali mengingatkan agar para Dirdios tidak menyerah begitu saja. Ini bukan berarti bermaksud mengganggu karya atau kerja dari komisi-komisi yang sudah ada di keuskupan. Namun bagaimana agar KKI memiliki kreativitas dan terobosan dengan mengingat Roh dasar dari KKI adalah semangat misioner, yang merupakan kekhasan KKI. Pengembangan iman bukan sekadar bagaimana membuat iman itu tumbuh, tetapi juga bagaimana agar semangat misioner bisa dibangkitkan dan ditularkan sehingga umat memiliki kesadaran misioner. Poin inilah yang khusus dari KKI dan mungkin luput dari komisi-komisi lain.

Setelah setiap regio selesai mempresentasikan hasil diskusi mereka untuk Inspirasi dan Optimalisasi 4 Serikat KKI, pada sesi Dari Hati ke Hati, Romo Nur Widi mengungkapkan kerinduannya agar setiap serikat KKI bisa hidup, bukan hanya SEKAMI saja. Romo berpesan, “Tanpa mengabaikan SEKAMI, kita akan terus berusaha menghidupkan serikat-serikat yang lain. SEKAMI sudah sangat terkenal dan maju, semoga tiga serikat KKI lain dapat menyusul. Entry point-nya adalah dengan menghidupkan hari-hari misi. Bagaimana kita mengoptimalkan program-program dan kegiatan pada hari-hari ini. ” Ada tiga hari misi penting dalam setahun, yaitu: Hari Anak Misioner, Hari Minggu Panggilan dan Hari Minggu Misi.

RD. Junarto Timbang mengantar sesi Sharing Teens School of Mission (TSOM)

Sesi terakhir hari itu sebelum Completorium diisi oleh kedatangan para remaja T-SOM (Teens School Of Mission) angkatan ke-2 beserta para pendampingnya. Mereka melakukan sharing mengenai pengalaman dan pencapaian mereka selama mengikuti program T-SOM nasional. T-SOM adalah Sekolah Misi Remaja yang diadakan oleh Karya Kepausan Indonesia. Angkatan kedua mengikutsertakan para remaja dari 8 keuskupan, yaitu: Keuskupan Agung Jakarta, Keuskupan Bogor, Keuskupan Bandung, Keuskupan Surabaya, Keuskupan Agung Makassar, Keuskupan Manokwari, Keuskupan Palembang dan Keuskupan Sintang.

Ide awal lahirnya T-SOM dari Jambore Nasional SEKAMI 2018. Saat itu para remaja telah membuat komitmen misioner. KKI ingin agar komitmen tersebut tumbuh dan berbuah sehingga lahirlah kesanggupan menindaklanjuti pendampingan iman pasca Jamnas SEKAMI melalui T-SOM selama satu tahun. Visi T-SOM adalah “Remaja Katolik hidup dalam Kristus dengan gembira, cerdas, tangguh dan misioner.”

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s