Ia Pergi Dengan Sedih Hati

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa XX, 15 Agustus 2022
P. S. Tarsisius

Yeh. 24:15-24; MT Ul. 32:18-19,20,21; Mat. 19:16-22

Cerita bermula ketika seorang anak muda datang kepada Yesus dan bertanya: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Turutilah segala perintah Allah”. “Perintah yang mana”, tanya anak muda itu lagi? Lalu Yesus mengutip lima perintah Allah yang terakhir dari sepuluh yang ada, yakni perintah yang berhubungan dengan relasi antar sesama manusia.

Dari percakapannya dengan Yesus, tampaknya anak muda ini adalah seorang yang saleh dan sempurna dalam menjalankan hidup keagamaannya: “Semuanya itu telah kuturuti, apalagi yang masih kurang?” Yesus pun berkata kepadanya sebagai akhir percakapan: “Pergilah, juallah segala segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang miskin dan kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Peristiwa ini merupakan satu-satunya berita dalam Injil, di mana seseorang datang kepada Yesus tetapi batinnya jadi merana: “Ia pergi dengan sedih hati”. Alasannya jelas: “karena banyaklah hartanya”. Barangkali kita bertanya: “Apakah seorang murid Yesus harus hidup miskin?” Jawabannya tentu tidak. Bapa-bapa bangsa seperti: Abraham, Iskhak dan Yakub mempunyai harta benda yang sangat banyak. Salomo bahkan menjadi seorang yang kaya, berkuasa dan sangat terkenal. Maria, Marta dan Lazrus merupakan keluarga yang berada. Yosef Arimatea, bahkan memberikan tanah untuk makam Yesus. Demikian juga para perempuan yang biasa melayani Yesus dan para murid-Nya dalam perjalanan misi. Bagi Yesus, yang penting adalah bagaimana seseorang mengambil sikap dan jarak terhadap harta kekayaannya.

Masing-masing orang mempunyai tantangannya sendiri. Yang satu barangkali terikat kekayaannya, tetapi yang lain bisa jadi terhadap kuasa atau popularitas. Sebagai manusia, Yesus juga dicobai dengan ketiga tantangan ini. Ketika Ia berada di Padang Gurun dan berhasil melaluinya (Mrk. 1:13). Abraham meninggalkan tempat kelahirannya ke tempat yang tidak diketahuinya. Musa meninggalkan istana raja demi orang Israel. Elisa meninggalkan harta warisannya untuk orang miskin dan mengikuti Elia. Tuntutan dari masa ke masa tetap sama: “Barangsipa ingin menjadi murid-Ku, ia harus menyangkal diri, memanggul salibnya dan mengikuti aku”.

Batin manusia itu seluas samudera. Ia tidak bisa dipuaskan dengan harta benda dunia ini. Ia hanya bisa dipuaskan dengan apa yang tak terbatas, yakni yang abadi.

Hidup keagamaan bukan soal “kalkulasi” perbuatan baik yang dijalankan melainkan rahmat yang Tuhan berikan. Tragedi yang terjadi dalam hidup ini adalah bahwa seseorang mencintai harta bendanya lebih dari pada cintanya kepada Tuhan dan sesamanya manusia.

(RP. Anton Rosari, SVD – Imam Keuskupan Bogor)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Usaha skala kecil dan menengah

Kita berdoa untuk usaha skala kecil dan menengah, semoga, di tengah krisis ekonomi dan sosial, mereka dapat menemukan jalan untuk meneruskan usahanya dan melayani masyarakat.

Ujud Gereja Indonesia: Sarana penyaluran donasi yang terpercaya

Kita berdoa, semoga kelompok-kelompok masyarakat mampu membentuk sarana yang dapat dipercaya untuk menyalurkan kebaikan dan donasi dari mereka yang berkehendak baik kepada mereka yang membutuhkan.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s