Mengosongkan Diri di Hadapan ALLAH

Renungan Harian Misioner
Selasa Biasa XX, 16 Agustus 2022
P. S. Stefanus dr Hungaria

Yeh. 28:1-10; MT Ul. 32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36d; Mat. 19:23-30

“Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”  Kutipan tersebut merupakan bagian dari percakapan Yesus dengan seorang muda yang kaya. Orang muda tersebut bertanya kepada Yesus mengenai hal-hal yang diperlukan untuk bisa memperoleh kehidupan yang kekal. Si pemuda kaya itu tampaknya merupakan pribadi yang saleh. Ia dikisahkan telah mentaati segala perintah dan ajaran agamanya. Namun satu hal yang kurang. Sang pemuda kaya yang saleh tersebut enggan untuk melepaskan diri dari harta-bendanya.

Yesus sejatinya tidak mempersoalkan perihal menjadi orang kaya dan perihal menjadi orang saleh. Poin yang paling penting yang hendak Yesus sampaikan adalah mengenai ‘kelekatan’ duniawi. Dalam Injil, figur orang kaya seringkali digunakan untuk menunjukkan kemandirian, kemapaman, kenyaman, dan kelekatan. Sikap-sikap demikianlah yang sebenarnya menghalangi kita untuk mampu menjadi rendah hati dihadapan Tuhan. Sifat-sifat tersebut menghalangi kita menjadi seperti ‘anak kecil’ yang menyerahkan diri hanya kepada cinta kasih Allah. Kita mencari Allah sekedar untuk melengkapi kemapanan kita semata. Seperti si pemuda kaya, kita mungkin berpikir bahwa hidup kekal seolah mampu diraih dengan kemampuan, harta, dan kesalehan kita sendiri. Kita masih menggunakan logika duniawi yang menganggap kepenuhan hidup diperoleh dengan meraih segala-galanya.

Namun Yesus justru menjungkirbalikkan pemikiran si pemuda kaya yang saleh itu. Logika Allah tidak seperti apa yang diajarkan dunia. Alih-alih meraup semuanya, Yesus mengajak kita untuk benar-benar mengosongkan diri. Pengosongan diri memungkinkan hanya cinta kasih Allah yang benar-benar menjadi sandaran hidup kita. Hanya dengan meneladan Yesus – yang kendati Putra Allah namun telah mengosongkan diri dan menjadi Manusia dan relah wafat bahkan wafat di salib – kita akan mampu mengalami dan melihat karya penyelamatan Allah dalam hidup ini. Hanya dengan mempergunakan segala yang kita miliki demi sesama kita sehabis-habisnya, kita akan dibawa kepada kehidupan ilahi bersama Kristus.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Usaha skala kecil dan menengah

Kita berdoa untuk usaha skala kecil dan menengah, semoga, di tengah krisis ekonomi dan sosial, mereka dapat menemukan jalan untuk meneruskan usahanya dan melayani masyarakat.

Ujud Gereja Indonesia: Sarana penyaluran donasi yang terpercaya

Kita berdoa, semoga kelompok-kelompok masyarakat mampu membentuk sarana yang dapat dipercaya untuk menyalurkan kebaikan dan donasi dari mereka yang berkehendak baik kepada mereka yang membutuhkan.

Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s